Showing posts with label Batuk. Show all posts
Showing posts with label Batuk. Show all posts

Sunday, August 12, 2012

Tips Mudah Cara Redakan Batuk dan Pilek

Umumnya batuk dan pilek menyebar melalui tetesan bakteri atau virus yang terbang di udara. Diperkirakan ada sekitar 200 jenis virus yang bisa menyebabkan kondisi ini. Orang dewasa akan mengalami pilek sekitar 2-5 kali dalam setahun, sedangkan anak-anak bisa 5-10 kali dalam setahun. Berikut Tips Mudah Cara Redakan Batuk dan Pilek :

Mandi menggunakan air panas
Mandi dengan menggunakan air panas bisa membuat tuubuh menjadi tenang dan juga rileks, serta membantu meringankan lendir yang bertumpuk di dada sehingga bisa bernapas lebih mudah.

Mengonsumsi sup hangat
Mengonsumsi sup hangat yang terdiri dari ayam dan sayuran sangat bagus bagi tubuh. Sup hangat ini tidak hanya membantu membersihkan saluran udara tapi juga memberikan energi dan kekuatan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mengonsumsi satu sendok madu
Tips Mudah Cara Redakan Batuk dan Pilek | Mengonsumsi madu yang murni dan alami bisa menjadi cara yang efektif untuk menyingkirkan batuk rejan, cukup konsumsi 1 sendok madu setiap hari.

Berkumur dengan air garam
Cobalah mengambil 1 sendok teh garam dan dicampur dengan air hangat, lalu gunakan campuran ini untuk berkumur setidkanya 4 kali dalam sehari.

Melakukan inhalasi uap
Inhalasi atau penguapan termasuk cara yang cukup efektif untuk menyembuhkan batuk dan sakit kepala yang terjadi karena adanya penumpukan lendir. Uap yang dihirup akan membantu mencairkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan dan lebih mudah bernapas.

Semoga Tips Mudah Cara Redakan Batuk dan Pilek ini Bermanfaat .... ??

Sumber : http://pitcing.blogspot.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, August 8, 2012

Penyebab Batuk, Gejala dan Pengobatannya

Mungkin, semua orang pasti pernah mengalami batuk. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang berdahak, ada yang kering. Entah karena sudah biasa, orang lalu menganggap remeh batuk. Masalahnya, jika tidak diobati, terjadi infeksi. Dan jika sudah akut, kemungkinan besar sulit diobati.

Sebenarnya, batuk berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan. Tetapi bila berlebihan, itu sudah merupakan suatu penyakit. Batuk biasanya timbul secara mendadak. Bisa karena masuk angin, influenza atau pun sinusitis.

Selain menimbulkan kerugian apabila batuk berdahak berlebihan, pada dasarnya batuk berguna untuk membersihkan saluran pernapasan juga. Semua yang ada dalam tenggorokan akan terangkat lewat batuk.

Batuk adalah sebuah refleks fisiologi untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk. Tapi batuk juga bisa menjadi gejala dari sesuatu penyakit.

Faktor Penyebab. Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Sedangkan batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun debu. Sekadar diketahui, penyakit asma juga disertai batuk. Jika penderita asma terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya disertai dengan batuk.

Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi yaitu makanan yang merangsang tenggorokan. Ada pula karena kanker. Batuk karena orang sering merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk simtomatik. Batuk berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh adanya kalainan dalam tubuh terutama pada saluran napas atau bronkitis.

Gejala-gejala. Batuk berdahak pada umumnya disebabkan oleh influenza. Gejalanya yaitu demam yang tinggi disertai otot tubuh yang kaku, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Namun batuk berdahak juga timbul akibat peradangan pada paru-paru.

Jika tidak segera diobati, bisa terjadi batuk berdahak akut. Bila sudah akut kemungkinan besar sulit diobati. Tambahan lagi, batuk berdahak yang berlebihan akan menimbulkan infeksi. Batuk berdahak yang terlalu sering akan membuat tenggorokan menjadi luka dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pernapasan.

Pengobatan. Ada dua cara mengobati batuk berdahak ini, yaitu dengan obat dan tanpa obat. Batuk berdahak yang masih ringan dapat dikurangi dengan cara sering minum air putih. Gunanya adalah untuk membantu mengencerkan dahak dan mengurangi iritasi atau rasa gatal. Hindari tempat yang berdebu atau pun makanan dan minuman yang dapat merangsang tenggorokan. Hindari juga udara malam karena suhunya yang dingin.

Cara lain adalah minum obat batuk. Tapi tidak boleh sembarangan. Obat batuk yang digunakan harus sesuai dengan jenis batuk. Obat batuk dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan antitusif (penekan batuk). Batuk berdahak akibat infeksi bisa juga diobati dengan antibiotik. Batuk berdahak karena virus dapat diobati dengan obat anti jamur. Sementara batuk berdahak karena asma dapat diobati dengan obat asma seperti obat inhalasi (inhaler), obat makan, dan suntik. Bila batuk berdahak sudah akut, perlu dipikirkan untuk melakukan operasi. Setelah itu ada kemoterapi dan sinar.

Sumber : http://rianasnudi.blogspot.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, December 7, 2011

Jangan Abaikan Batuk

Batuk merupakan penyakit yang sering kita jumpai pada orang-orang di sekeliling kita atau kita sendiri yang menderita batuk. Karena sering terjadi dan biasanya tidak berakibat buruk, maka batuk sering diabaikan atau dianggap tidak berbahaya. Batuk bukanlah penyakit, tetapi merupakan petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita baik karena penyebab yang ringan sampai merupakan gejala dari penyakit yang berat yang dapat mematikan. Walaupun jenis batuk kelihatannya hampir sama, tetapi penyebabnya dapat berbeda. Apa saja penyakit yang ditunjukkan jika terjadi batuk?

Penyebab Batuk

Batuk sebenarnya merupakan bentuk reaksi tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Benda asing yang dimaksud bisa berupa debu, lendir, atau benda asing lainnya. Ini sebenarnya merupakan reaksi normal dan berfungsi untuk melindungi diri kita.

Batuk merupakan pengusiran udara secara kasar untuk membersihkan paru-paru dari zat yang berbahaya ketika saluran pernapasan mulai terganggu. Batuk dapat pula menjadi upaya yang disengaja untuk membersihkan tenggorokan. Namun, yang perlu diingat, batuk dapat menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit.

Batuk ringan yang umum menimpa kita adalah batuk karena masuk angin atau batuk gejala influenza yang biasanya terjadinya saat perubahan musim. Batuk seperti ini biasanya tidak lama, setelah cukup beristirahat atau minum obat bebas di pasaran, gejalanya akan mereda dan hilang.

Penyakit Penyebab Batuk

Tetapi, bila batuk tidak sembuh-sembuh dalam jangka waktu yang lama, mungkin penyebab batuk tersebut merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Seperti bersin, batuk juga bisa menyebarkan penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang sering dicirikan oleh batuk.

TBC (Tuberkolosis / TB)
Penyakit ini menyerang paru-paru dan menular. Merupakan penyakit yang mematikan bila tidak segera diobati atau tidak rutin mengobatinya. Penderitanya akan mengalami batuk yang cukup sering baik pada waktu siang maupun malam. Ciri lain adalah tubuh penderita yang semakin kurus. TB tidak hanya menyerang orang dewasa, karena banyak ditemukan anak-anak yang terjangkit penyakit ini.

Asma
Asma merupakan penyakit karena adanya penyempitan pada saluran pernapasan. Pemicunya bisa bermacam-macam dan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa pemicu asma adalah debu, udara dingin, dan asap. Kenali pemicunya agar sebisa mungkin bisa dicegah serangan asma pada penderita. Gejala yang biasa timbul adalah batuk atau sesak nafas akan meningkat pada malam hari. Penyakit ini merupakan penyakit kambuhan, maka untuk penderita asma sebaiknya selalu disiapkan pelega pernafasan mirip inhaler yang dapat dihisap setiap saat.

Pneumonia
Bagian yang diserang pada penyakit ini adalah paru-paru. Biasa dikenal dengan istilah paru-paru basah, karena bila terserang penyakit ini, paru-paru menjadi radang dan terinfeksi dan mengakibatkan pada paru-paru terdapat air atau lendir. Selain batuk-batuk, gejala lainnya adalah demam tinggi dan menggigil. Segera konsultasikan ke dokter atau rumah sakit agar segera ditangani.

Pertusis
Pertusis dikenal juga sebagai batuk rejan. Batuk ini disebabkan bakteri jahat yang menyebabkan infeksi paru-paru. Ciri pada batuk terus menerus selama beberapa kali dan diakhiri dengan nafas terengah-engah. Batuk ini berbahaya bila menimpa anak kecil atau bayi, karena batuk yang terus menerus dan panjang dapat menyebabkan mereka kekurangan oksigen. Batuk yang dikenal juga dengan batuk rejan atau batuk 100 hari ini menular ketika percikan cairan hidung atau mulut orang yang terinfeksi penyakit ini mengenai orang lain yang selanjutnya dapat terinfeksi pula.

Bronkitis
Penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi virus pada saluran udara kecil paru-paru. Bila terkena penyakit ini, penderita akan batuk disertai suara seperti bersiul saat bernafas.

Jangan sepelekan bila batuk dialami terus-menerus. Segera konsultasikan ke dokter atau rumah sakit untuk mengetahui lebih jelas penyebab batuk tersebut. Membiarkan terlalu lama tanpa mendapat pengobatan yang tepat akan memperparah keadaan penderita. Selain itu, kebanyakan penyakit yang menyebabkan batuk bersifat menular sehingga dapat membuat anggota keluarga atau orang-orang yang ada di dekatnya terkena penyakit juga.

Sumber : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/286-penyebab-batuk.html


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, June 28, 2011

Penyebab Batuk dan Tips Pengobatannya

Batuk ternyata merupakan salah satu sistem pertahanan untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh. Tetapi, tentu saja, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit serius.Pergantian musim penghujan ke musim kemarau mudah membuat kita terserang batuk. Sungguh menyiksa jika batuk sudah menyerang. Tak heran jika banyak orang menganggap batuk sebagai gejala penyakit yang harus segera ditangani. Orang tua yang anaknya terserang batuk pasti langsung berusaha mencari obat untuk mengobati batuk putra-putrinya. Padahal, menurut Dr. dr. H. Muljono Wirjodiardjo, Sp.A, Ph.D, tak selamanya batuk itu buruk.

"Batuk tidak selalu harus dimusuhi, karena secara fisiologis, batuk sebetulnya merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh," lanjut Muljono. Yang harus diperhatikan adalah penyebab batuk dan dalam keadaan bagaimana batuk terjadi.

Batuk terjadi di saluran napas, yang dibagi menjadi saluran napas bagian atas dan saluran napas bagian bawah. Ketika terjadi gangguan pada saluran napas bagian atas misalnya, maka tubuh akan membentuk mekanisme pertahanan dengan bersin atau batuk. Sementara gangguan pada saluran napas bagian bawah biasanya akan membuat tubuh melakukan refleks dengan batuk.

Dilihat dari mekanismenya, batuk dan bersin memiliki mekanisme yang sama dengan bernapas, yaitu menghirup (inspirasi) dan mengeluarkan napas (ekspirasi). "Batuk sebetulnya adalah letupan atau ledakan ekspirasi, begitu pun bersin. Bedanya, kalau batuk, waktunya sangat singkat dan udara yang keluar dari paru-paru sangat cepat, sementara inspirasi bisa kita atur, mau lambat atau cepat."

Udara yang keluar dari paru-paru akibat batuk akan membuat segala sesuatu yang menghambat di saluran napas terbuang keluar. "Terutama benda asing, cairan, atau lendir, sehingga saluran napas jadi bersih. Oleh karena itu, terkadang batuk justru diperlukan untuk membuang semua yang menyumbat saluran napas. Yang berbahaya justru jika benda yang menghambat saluran napas tidak bisa dikeluarkan lewat mekanisme batuk," ujar spesialis paru anak dari RSI Bintaro ini melanjutkan.

BATUK PENYAKIT

Berbeda dengan batuk "biasa" yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. "Kalau batuknya sangat sering, tidak menghiraukan waktu, siang malam batuk, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit. Ini yang harus dikendalikan."Batuk bisa terjadi akibat adanya rangsangan di saluran napas, tapi ada juga batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh itu sendiri. "Jadi, bukan akibat adanya rangsangan, melainkan karena ada kelainan pada tubuh," kata Muljono.

Batuk akibat adanya rangsangan misalnya batuk karena alergi, karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat.Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan. Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain. Jika batuk terjadi karena TBC, kuman-kuman TBC yang ada di paru-paru akan tersembur keluar dan menular ke orang lain. Ada juga batuk akibat adanya gangguan otak (sistem saraf pusat). "Pernapasan, kan, dikontrol oleh otak juga."Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu.

Bisa juga batuk karena infeksi virus dan adanya aliran balik isi lambung ke arah jalan napas (gastroesofageal reflux), terutama anak yang mempunyai masalah pencernaan.Pada balita, yang paling sering adalah batuk karena alergi yang menyangkut alat pernapasan atas, yakni hidung, telinga, dan tenggorokan. Contohnya sinusitis dan asma. "Pada penderita sinusitis, rongga akan selalu mengeluarkan lendir yang tidak mengalir ke hidung melainkan ke tenggorokan. Ini yang menyebabkan batuk."Yang belakangan juga banyak menyerang anak adalah batuk 100 hari atau pertusis. "Cirinya, batuknya kering dan berkali-kali."

JENIS OBAT BATUK

Penanganan batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. "Apakah karena alergi, infeksi virus, atau kelainan fisiologis lain," kata Muljono. Untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja. "Tapi sekali anak sudah batuk berdahak, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk membedakan, apakah hanya flu biasa atau ada faktor alergi."

Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk di antaranya adalah antitusif untuk menekan batuk dan dekongestan (melegakan jalan napas), pengencer lendir, atau kombinasi. Dekongestan umumnya membantu melebarkan saluran napas atas dengan jalan mengurangi oedema (pembengkakan saluran napas di hidung).

Salah satu jenis obat batuk yang sejak dulu populer adalah obat batuk hitam (OBH). "Untuk batuk ringan, OBH atau obat batuk putih generik bisa digunakan." Sementara beberapa obat batuk yang dijual bebas sebetulnya tidak begitu dianjurkan untuk anak-anak, khususnya obat-obat batuk yang sudah ditambah dengan berbagai inovasi.

Pemakaian obat batuk yang mengandung pengencer lendir sebaiknya juga harus hati-hati, khususnya untuk anak kecil yang otot-otot pernapasannya masih lemah. "Pemakaian yang terlalu lama sebetulnya tidak baik, karena lendir yang mengencer malah akan memenuhi saluran napas, sehingga anak mengalami sesak napas. Jika tidak diimbangi tindakan fisioterapi, seperti menepuk-nepuk punggung, maka pemakaian obat batuk yang mengandung pengencer lendir pada bayi atau anak malah bisa sangat berbahaya."Yang harus diwaspadai, lanjut Muljono, "Ada obat batuk yang mengandung zat-zat yang bisa memengaruhi kerja otak dan meredam susunan saraf pusat, misalnya kodein. Obat-obatan ini biasanya jenis yang mengandung narkotika, jadi sebaiknya tidak dipilih. Untuk penderita asma, pemakaian obat-obat ini memang akan menghilangkan batuk, tapi saluran napas yang justru akan tersumbat oleh sekresi," kata Muljono.

HINDARI BENDA KECIL

Waspada jika Anda memiliki putra/putri yang masih kecil. Anak usia 1-2 tahun harus dihindarkan dari kemasukan benda asing di saluran napas atas (hidung). "Anak-anak kecil sering memasukkan benda-benda kecil, misalnya misalnya tisu, mainan dari plastik, kacang, atau baterai kancing ke dalam hidung mereka. Karena basah oleh ingus, biji atau benda yang dimasukkan ke lubang hidung tadi akan membesar, sehingga tidak bisa keluar. Akibatnya, terjadi infeksi," kat Muljono.

Infeksi ini akan membuat anak mimisan dan mengeluarkan nanah yang berbau. Ini biasanya akan membuat anak batuk terus-terusan. Terkadang, anak yang masih kecil tidak bisa mengatakan apa yang ia rasakan, tahu-tahu sudah berdarah. "Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak sembarangan maneruh atau membuang benda-benda kecil."

BACA LABEL OBAT

a. Pada keadaan darurat, misalnya tengah malam, anak batuk, cara-cara tradisional bisa dilakukan. Misalnya, mengolesi dada dengan minyak telon, minyak kayu putih, atau bawang. "Cara ini bisa membantu, tapi harus hati-hati karena ada efek sampingnya, misalnya iritasi kulit. Cara yang lebih baik adalah dengan menggunakan uap panas yang diberi Vicks, yang mempunyai efek melegakan napas," kata Muljono.

b. Sebelum membeli obat batuk di toko obat atau apotek, pilih obat yang sesuai dengan batuk yang dialami anak. "Sebutkan keluhan sesuai usia. Sebetulnya, asal kita membaca dengan teliti petunjuk pada label obat, umumnya aman-aman saja, kok." Yang juga diperhitungkan adalah mana yang lebih diutamakan, batuknya atau mengencerkan lendirnya. "Kadang, batuk tidak boleh ditekan karena justru sangat berguna. Kalau batuk ditekan dan anak tidak batuk, bisa-bisa anak malah sesak karena lendir."

c. Lebih baik ke apotek, karena di apotek ada apoteker yang lebih tahu tentang obat ketimbang tukang obat.

d. Jika anak tak juga sembuh selewat seminggu, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dicari penyebab batuk.

e. Jangan terlalu percaya atau fanatik terhadap satu jenis obat batuk saja. "Asal anak batuk, lalu diberi obat tersebut. Bisa jadi, suatu ketika obat itu tak lagi manjur, karena mungkin jenis batuk anak kali ini berbeda. Jangan juga "meneruskan" tradisi memberikan obat tertentu kepada anak berikutnya. "Setiap anak, kan, mempunyai sifat tersendiri," kata Muljono. (Nova)

Sumber Artikel Ini :Kompas 2006-05-31 19:33:30


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, November 29, 2010

Mari Mengenal Batuk

Pasti anda pernah batuk khan? Batuk adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing atau dahak dari saluran nafas bagian atas dan paru paru. Batuk juga bisa timbul sebagai reaksi atas iritasi pada saluran nafas. Batuk hanya gejala dari suatu penyakit dan biasanya gejala batuk tidak berdiri sendiri, ada gejala lain yang menyertainya.

Batuk produktif
Disebut batuk produktif bila saat batuk juga disertai dengan keluarnya dahak. Dahak yang keluar bisa berasal dari hidung dan sinus bisa juga dari kerongkongan dan paru paru. Batuk berdahak tidak boleh ditekan karena fungsi sebenarnya adalah untuk membersihkan saluran nafas dari dahak. Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan batuk berdahak :
• Infeksi virus. Adalah normal jika anda batuk berdahak saat menderita common cold. Batuk biasanya dicetuskan oleh dahak yang ada di kerongkongan.
• Infeksi. Infeksi yang menyerang paru paru dan saluran nafas bagian atas dapat menyebabkan batuk. Batuk berdahak bisa jadi merupakan tanda penyakit pneumonia, bronchitis, sinusits atau TBC.
• Penyakit paru menahun. Batuk berdahak bisa juga menandakan suatu penyakit paru menahun atau COPD.
• GERD. GERD terjadi saat asam lambung naik ke tenggorokan dan menimbulkan batuk terutama saat tidur.
• Pilek. Cairan yang berasal dari hidung turun ke kerongkongan dan menimbulkan batuk.
• Merokok. Asap rokok yang masuk ke saluran nafas akan merangsang pengeluaran lendir dan menyebabkan batuk.

Batuk non produktif
Batuk non produktif sifatnya kering dan tidak mengeluarkan dahak makanya sering disebut batuk kering. Batuk kering umumnya muncul menjelang akhir gejala flu atau akibat iritasi debu dan asap rokok. Selain itu ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya batuk kering, diantaranya :
• Infeksi virus. Setelah sembuh dari common cold biasanya diikuti dengan munculnya batuk kering sampai beberapa minggu. Batuk biasanya tambah parah saat malam hari.
• Bronchospasme. Batuk kering di malam hari secara tiba tiba umumnya disebabkan oleh spasme atau penyempitan saluran bronchus (bronchospasme) yang antara lain dicetuskan oleh iritasi.
• Alergi. Batuk kering yang diikuti dengan bersin bersin.
• Obat obatan. Obat darah tinggi seperti ACE inhibitor dapat menyebabkan batuk kering.
• Asma. Batuk kering khronis bisa jadi merupakan gejala ringan dari asma.
• Penutupan saluran nafas oleh benda asing seperti makanan atau pil.
Sebagian besar batuk disebabkan oleh infeksi virus dan antibiotika bukan obat untuk mengobati penyakit virus. Penggunaan antibiotika yang tidak semestinya dapat meningkatkan resiko terjadinya reaksi alergi dan efek samping dari antibiotika seperti mual, muntah, diare, ruam dan infeksi jamur. Antibiotika juga dapat membunuh bakteri ‘baik’ dan meningkatkan resiko resistensi antibiotika.
Evaluasi yang teliti terhadap kondisi kesehatan secara umum dapat membantu untuk menentukan penyebab batuk. Ingat, batuk hanyalah gejala penyakit.

Penanganan batuk
Walau terkadang batuk dapat sembuh sendiri tanpa obat namun pada kondisi tertentu batuk dapat sangat parah dan sangat menganggu. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi batuk dengan cara tradisional.

Penanganan batuk pada dewasa
Cegah dehidrasi. Cairan dapat mencairkan dahak dan meringankan iritasi pada kerongkongan.
Batuk kering merespon dengan baik pemberian campuran madu dengan air hangat, teh atau jus jeruk. Jangan memberikan madu pada anak di bawah 1 tahun.
Tinggikan kepala dengan bantal tambahan saat tidur di malam hari untuk mengatasi batuk kering.
Hentikan kebiasaan merokok dan segala hal yang berhubungan dengan tembakau bila anda dan orang disekitar anda batuk.
Hindari paparan bahan bahan iritan yang mudah terhirup seperti asap, debu dan lain lain. Gunakan masker bila anda berada di situasi yang banyak asap atau debunya.
Jika anda menduga batuk karena masalah lambung, silakan minum obat maag untuk meredakan gangguan lambung.
Jika dibutuhkan, minumlah obat batuk. Hindari membeli obat batuk yang dapat mengatasi banyak gejala sekaligus. Lebih baik mengobati beberapa gejala secara terpisah. Saat ini ada dua jenis obat batuk yaitu ekspektoran dan anti tusif.
Ekspektoran membantu mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan terutama bila anda mengalami batuk berdahak. Minumlah ekspektoran bila memang dahak yang anda produksi banyak dan sulit dikeluarkan. Jangan terlalu menggantungkan diri pada ekspektoran, minumlah juga air yang cukup.
Contoh ekspektoran antara lain Ambroxol, Bromhexin dan Guafenasin.
Anti tusif menekan refleks batuk dan sangat berguna untuk batuk kering yang sangat menganggu.
Gunakan anti tusif dengan bijak. Jangan menekan batuk berdahak kecuali memang sangat menganggu istirahat. Batuk juga banyak gunanya untuk mengeluarkan dahak sehingga saluran nafas menjadi lapang dan mencegah terjadinya infeksi bakteri. Orang asma malah membutuhkan batuk untuk melegakan saluran nafas.
Contoh anti tusif antara lain dextromethrophan.

Penanganan batuk pada anak anak
Cobalah menenangkan anak anda. Menangis menyebabkan bernafas menjadi lebih sulit. Cobalah mengalihkan perhatian mereka dengan membacakan buku atau mengajak bermain.
Jika tersedia, cobalah menyalakan humidifier untuk melembabkan udara dan biarkan udara dari humidifier menerpa wajah anak anda.
Jika belum menolong, cobalah ke kamar mandi dan hidupkan shower air hangat untuk menghasilkan uap air. Tutup pintu kamar mandi dan biarkan anak menghirup uap air beberapa menit. Ingat jangan sampai anak terkena air yang terlalu panas dan jangan biarkan anak sendirian di kamar mandi.
Jika belum menolong, cobalah ajak anak keluar rumah untuk menghirup udara malam.
Jangan memberikan obat batuk pada anak usia dibawah 2 tahun kecuali telah diperiksa oleh dokter sebelumnya. Jika dokter menganjurkan anak anda meminum obat, ikutilah instruksinya dengan benar.
Jangan pernah memberikan anak antibiotika saat mereka batuk sebelum mendapat instruksi dari dokter.
Segeralah ke dokter jika :
• Batuk menyebabkan sulit bernafas, nyeri dada dan demam tinggi.
• Batuk disertai darah.
• Batuk tidak sembuh dengan pengobatan tradisional selama 2 minggu.
• Gejala tambah parah dan batuk tambah sering.

Mencegah batuk
Sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mencegah batuk tetapi ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan resiko terkena batuk.
• Cucilah tangan sesering mungkin terutama saat musim batuk dan flu.
• Hindari berdekatan dengan orang yang sedang mengalami demam dan influenza.
• Jangan merokok atau memakai produk tembakau lainnya.
• Hindari terpapar asap perokok atau menjadi perokok sekunder baik di rumah maupun di tempat kerja.
• Minumlah air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
• Untuk anak anak, pastikan mereka telah mendapatkan semua imunisasi dasar sesuai jadual.

Sumber : http://www.blogdokter.net/2010/11/24/mari-mengenal-batuk/


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP