Showing posts with label Hipotensi. Show all posts
Showing posts with label Hipotensi. Show all posts

Friday, August 26, 2011

Cara Alami Atasi Hipotensi

HIPOTENSI atau tekanan darah rendah bisa menjadi masalah serius jika diabaikan. Akan tetapi, ada baiknya mengetahui akar penyebabnya terlebih dahulu. Dengan begitu, gejala-gejala dan akar masalahnya bisa diatasi.

Tekanan darah rendah umumnya disebabkan oleh kebiasaan salah, seperti pola makan buruk. Pola makan buruk akan membuat tubuh kekurangan nutrisi, sehingga aliran darah melambat. Karena itu, cobalah memperhatikan apakah aspek-aspek seperi pola makan atau kehamilan merupakan penyebab hipotensi Anda. Jika sedang hamil, periksalah ke dokter secara teratur.

Selain gaya hidup dan kehamilan, tekanan darah rendah juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung dan penyakit endokrin. Karena itu, periksalah ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Penanganan
Selain obat-obatan kimia, berikut beberapa perubahan gaya hidup dan langkah alami yang bisa Anda coba untuk membantu mengatasi hipotensi:

Perbanyak garam. Bagi penderita tekanan darah rendah, hal ini bisa bermanfaat. Namun karena kelebihan sodium bisa bisa menyebabkan gagal jantung, khususnya pada orang dewasa, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika dokter Anda menganjurkan menambah asupan sodium tapi Anda tidak suka banyak garam, cobalah menggunakan kecap alami.

Perbanyak asupan air, kurangi alkohol. Alkohol membuat Anda dehidrasi dan menurunkan tekanan darah, bahkan jika diminum dalam jumlah sedang. Sedang air mengatasi dehidrasi dan meningkatkan volume darah.

Ikuti pola diet sehat. Dapatkan semua nutrisi yang Anda perlukan dengan fokus pada beragam makanan, termasuk whole grain, buah-buahan, sayuran, ayam tanpa kulit dan ikan.

Ubah posisi tubuh secara perlahan. Anda bisa mengurangi pusing saat berdiri dengan cara berdiri perlahan. Sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, tarik nafas dalam-dalam selama beberapa menit kemudian duduk perlahan sebelum berdiri. Untuk melawan efek gravitasi, cobalah tidur dengan sedikit mempertinggi kepala tempat tidur Anda. Jika mulai mengalami gejala saat berdiri, silangkan paha Anda dalam posisi seperti gunting dan tekan, atau letakkan salah satu kaki di pinggir kursi dan condongkan badan ke depan sejauh mungkin. Gerakan ini mendorong darah bergerak dari kaki ke jantung Anda.

Makan porsi kecil dan konsumsi makanan rendah karbohidrat. Untuk mencegah penurunan tekanan darah drastis setelah makan, konsumsilah makanan dalam porsi kecil beberapa kali sehari. Selain itu, batasi makanan tinggi karbohidrat seperti kentang, nasi, pasta dan roti.

Kenakan stocking yang bisa menekan (compression stocking). Stocking elastis yang umum digunakan untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan pembuluh darah vena bisa membantu mengurangi penumpukan darah di kaki Anda. (*/OL-08)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/0%20%20%20%20%20%20%20/23/2308/11/Cara-Alami-Atasi-Hipotensi


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, June 23, 2011

Hipotensi atau Tekanan Darah Rendah, Berbahayakah?

Hipotensi atau tekanan darah rendah merupakan keadaan dimana tekanan darah sistoliknya dibawah 90 mmHg. Tekanan darah ada dua antara lain: sistolik yaitu tekanan darah pada saat jantung memompa dan diastolik yaitu tekanan darah pada saat jantung berelaksasi (tidak memompa). Tekanan darah optimalnya adalah 120/80 mmHg. 120 adalah tekanan darah sistolik sedangkan per-nya, 80 adalah tekanan darah diastolik.

Hipotensi lawannya tentu saja hipertensi, dan hipertensi telah diketahui umum memiliki berbagai komplikasi yang dapat berakibat fatal seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal dsb. Nah, bagaimana dengan hipotensi, apakah juga memiliki implikasi buruk apabila terjadi?

Tidak jarang pasien yang datang berobat ke dokter terdeteksi kalau dia menderita hipotensi secara tidak sengaja dan tidak memperlihatkan gejala negatif yang berhubungan dengan hipotensinya, seperti pusing, rasa mual, mata kabur serta nyeri dada. Ternyata memang ada sekelompok orang yang dalam satu keluarga memiliki tekanan darah rendah. Hal ini merupakan hal yang normal sepanjang tidak ditemukan keluhan. Inilah yang biasanya disebut dengan hipotensi kronik. Biasanya ditemukan pada remaja putri yang menandakan efisiensinya pompa jantung. Mungkin karena kurangnya stress baik emosional/psikis maupun fisik yang berat.

Hipotensi jenis ini tidak perlu mendapatkan terapi apa-apa karena memang masih normal bagi dia (fisiologis). Yang perlu diperhatikan adalah apabila muncul keluhan seperti di atas. Terapinya biasanya dengan melakukan olahraga rutin sederhana seperti jogging agar jantung dapat beradaptasi dengan aktivitas fisik yang kita lakukan.

Kadang juga ditemukan penyakit payah jantung kronik yang kemudian bermanifestasi sebagai hipotensi. Ini yang patut diwaspadai. Penyakit payah jantung kronik (congestive heart failure) ditandai dengan sesak saat beraktivitas (dysapnea d’effort), mudah merasa lelah, jantung berdebar-debar, terbangun karena sesak saat malam hari dan kaki (tungkai) bengkak (edema).

Jenis hipotensi lainnya yang mesti diwaspadai adalah hipotensi yang terkait dengan posisi, dalam istilah medisnya dikenal dengan hipotensi postural atau ortostatik. Hipotensi ini terkait dengan perubahan posisi seseorang misalnya dari sebelumnya baring menjadi berdiri. Pasien biasanya mengeluh tiba-tiba pusing, penglihatan gelap, sempoyongan sampai pingsan. Hal ini disebabkan karena pada saat berdiri aliran darah yang menuju ke jantung (vena) berkurang akibat pengaruh melawan gaya gravitasi. Pada orang normal hal ini dapat dikompensasi dengan baik dengan meningkatkan frekuensi nadi, akan tetapi mekanisme kompensasi ini seringkali terbatas pada orang tua sehingga hal ini lebih sering ditemukan pada kaum lanjut usia. Perlu diperhatikan pula bahwa resiko terjadinya hipotensi akan semakin meningkat apabila seseorang mendapatkan obat antihipertensi atau antidepresan. Untuk itu pasien lansia yang mengkonsumsi obat ini biasanya dianjurkan bergerak perlahan pada saat bangun dan mamatuhi dosis obat yang telah diberikan oleh dokter.

Disamping hipotensi kronik dikenal pula hipotensi akut yang disebabkan oleh karena turunnya tekanan darah secara tiba-tiba yang disebabkan antara lain: perdarahan berat akibat kecelakaan atau trauma, dehidarsi akibat diare atau muntah yang hebat, pengaruh obat tertentu sampai infeksi sistemik hebat (sepsis). Hipotensi ini biasanya berlanjut menjadi syok akibat kurangnya aliran darah menuju ke otak, jantung, ginjal maupun kulit. Penanganannya sesuai dengan penyebabnya masing-masing.

Sumber : http://www.alhamsyah.com/blog/kesehatan/hipotensi-atau-tekanan-darah-rendah-berbahayakah.html


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, May 27, 2011

Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Berbicara hipotensi tentu dalam bayangan kita adalah gejalanya dulu yaitu sering pusing dan jatuh pingsan, hal ini sering banget ditanyakan oleh pasien saya di praktek, ketika mereka datang dengan keluhan pusing pasti yang mereka tanyakan adalah ‘gimana tensi saya dok?, apakah turun?’…menurut catatan yang saya baca, hipotensi (tekanan darah rendah) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmhg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti pusing dan pingsan.

Jadi tidak salah khan pertanyaan yang diajukan oleh pasien itu?…gejala pusing dan jatuh pingsan merupakan gejala yang paling sering dirasakan oleh pasien hipotensi…gejala ini timbul karena adanya gangguan penghantaran oksigen ke otak…

sebenarnya tubuh mempunyai mekanisme untuk menstabilkan tekanan darah, kestabilan tekanan darah ini penting sebab tekanan harus cukup tinggi untuk mengantarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh sel di tubuh dan membuang limbah yang dihasilkan…jika tekanan terlalu tinggi, bisa merobek pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak (stroke hemoragik) atau komplikasi lainnya….jka tekanan terlalu rendah, darah tidak dapat memberikan oksigen dan zat makanan yang cukup untuk sel dan tidak dapat membuang limbah yang dihasilkan sebagaimana mestinya…

dari sekian banyak penyebab hipotensi maka hipotensi karena perubahan posisi tubuh atau hipotensi ortostatik lah yang paling sering terjadi…kapan pasien dikatakan menderita hipotensi jenis ini?…bila dijumpai penurunan tekanan darah sistolik yang menetap di bawah 80 mmHg atau penurunan tekanan darah sistolik lebih dari 30 mmHg yang diikuti oleh gejala klinis saat perubahan posisi tubuh dari tidur ke berdiri secara tiba tiba…

gejala klinis yang terjadi cukup bervariasi acapkali keluhan yang disodorkan penderita lebih merupakan keluhan neuropati autonom seperti mudah lelah, pusing, pingsan, sering menguap, tutur kata yang kabur, penglihatan kabur, wajah pucat, keringat dingin, mual, perasaan tak nyaman di perut, sensasi terceki…keluhan yang muncul ini kadang tidak berhubungan erat dengan kualitas penyakit…ada
kecenderungan peningkatan kualitas gejala saat pagi hari ketika
bangun tidur, makin reda bila hari telah siang atau penderita kembali berbaring…

lalu, apa yang sebenarnya menjadi penyebab dari hipotensi ini?…penyebab disini dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu :

* curah jantung berkurang, penyebabnya irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung, emboli pulmoner…

* volume darah berkurang, penyebabnya perdarahan hebat, diare, keringat berlebihan, berkemih berlebihan…

* meningkatnya kapasitas pembuluh darah, penyebabnya syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE)

so apa yang harus dilakukan pada penderita hipotensi?…beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala hipotensi antara lain :

- aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur seperti berjalan cukup mampu mengurangi timbulnya gejala…

- tidur dengan posisi kepala terangkat ± 30 cm dan alas tidur dapat memperbaiki hipotensi ortostatik melalui mekanisme berkurangnya tekanan arteri ginjal yang selanjutnya akan merangsang pelepasan renin dan meningkatkan volume darah…

- menggunakan obat obatan yang dapat menaikan tekanan darah…

Sumber : http://www.blogdokter.net/


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, August 4, 2010

Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun di bawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Penyakit darah tinggi) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.

Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.


# Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

# Penyebab Penyakit Darah Rendah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek, haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

# Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah rendah (hipotensi), diantaranya :

- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam

- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala

- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP