Showing posts with label Malaria. Show all posts
Showing posts with label Malaria. Show all posts

Friday, April 20, 2012

Malaria pada anak

Malaria merupakan penyakit infeksi oleh parasit yang bernama plasmodium. Parasit ini dapat menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Oleh karena nyamuk ini menyerang siapa saja tanpa pandang usia, maka ia dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Sehingga anak-anak bisa terkena malaria yang disebut "Malaria pada anak". Indonesia merupakan daerah endemis malaria terutama daerah pesisir pantai. Oleh karena itu Penting juga mengetahui Siklus hidup malaria agar bisa berupaya memberantas malaria.

Pada daerah hiper atau holoendemik, kontrol malaria tidak efektif sehingga serangan malaria akut sering terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Serangan ini secara bertahap menginduksi imunitas aktif. Pada anak besar yang sudah mendapat imunitas, maka gejala klinisnya menjadi lebih ringan. Infeksi akut dapat terjadi pada anak besar yang mendapat kemoprofilaksis yang tidak sempurna atau lupa minum obat pada saat masuk ke daerah endemis malaria. Pada daerah hipoendemik malaria, semua usia dapat terserang malaria.

Anak yang terkena serangan malaria pada mulanya menjadi letargik, mengantuk atau gelisah, anoreksia. Pada anak besar dapat mengeluh nyeri kepala dan mual. Demam selalu dijumpai pada anak yang terkena malaria tetapi bervariasi. Gejala muntah, nyeri perut dan diare agak jarang dijumpai. Pembesaran hati sering dijumpai pada anak yang terkena malaria. Pada serangan akut, pembesaran hati biasanya terjadi pada awal perjalanan penyakit (pada akhir minggu pertama) dan lebih sering terjadi daripada pembesaran limpa.

Hati biasanya lunak dan terus membesar sesuai dengan progresifitas penyakit, namun fungsinya jarang terganggu dibandingkan dengan orang dewasa. Ikterus dapat dijumpai pada beberapa anak, terutama berhubungan dengan hemolisis. Kadar transaminase darah sedikit meningkat untuk waktu singkat.

Limpa yang membesar umumnya dapat diraba pada minggu kedua; pembesaran limpa progresif sesuai dengan perjalanan penyakit. Pada anak yang telah mengalami serangan berulang, limpa dapat sangat besar dengan konsistensi keras. Anemia merupakan akibat penting malaria tropika pada anak. Pada infeksi akut, beratnya anemia berhubungan langsung dengan derajat parasitemia.

Malaria ovale mempunyai gejala klinis lebih ringan daripada malaria tertiana. Pada hari terakhir masa inkubasi, anak menjadi gelisah, anoreksia sedangkan anak besar mengeluh nyeri kepala dan nausea. Demam periodik tiap 48 jam tetapi stadium dingin dan menggigil jarang dijumpai pada bayi dan balita. Selama periode demam, anak selalu merasa dingin dan menggigil dalam waktu singkat. Demam sering terjadi pada sore hari.

Pada anak jarang terjadi parasitemia berat, terdapat pada kurang dari 2%. Malaria tertiana dan ovale jarang disertai anemia berat. Hati pada umumnya membesar dan teraba pada akhir minggu pertama. Bilirubin total dapat meningkat tetapi jarang disertai ikterus, sedangkan kadar transaminase sedikit meningkat untuk waktu singkat. Limpa bertambah besar selama serangan dan dapat teraba pada minggu kedua. Kejang dapat terjadi pada saat demam tinggi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Kematian pada anak sangat jarang terjadi, tetapi dapat terjadi bila disertai berbagai penyakit lain yang berat, gizi buruk, dan anemia berat. Pada malaria tertiana dan ovale bentuk dormant dari parasit dapat tetap berada dalam hati dan dapat menyebabkan relaps. Relaps dapat terjadi pada kasus yang mendapat pengobatan hanya dengan obat skizontosida saja.

Gambaran klinis malaria kuartana menyerupai malaria tertiana, hanya periode demam terjadi tiap 72 jam. Sindrom nefrotik dapat terjadi pada umur 2 sampai 12 tahun dengan puncak pada usia 5-7 tahun. Dijumpai edema berat, proteinuria berat yang menetap, hipoproteinemia berat dan asites. Serum albumin kurang dari 2g/dL bahkan pada 95% kurang dari l g/dL. Tekanan darah biasanya normal dan tidak jelas adanya azotemia dan hematuria.

Sekian dulu artikel tentang Malaria pada anak semoga bermanfaat.

Sumber : http://kabehinfo.blogspot.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, August 12, 2011

Malaria : Pengertian, Sejarah dan Penyebaran Penyakit

Malaria merupakan peyakit yang sangat dikenal oleh masyarakat dengan jumlah kasus yang cukup banyak. Pengertian Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit yang dikenal dengan Plasmodium, dimana ia menginfeksi sel-sel darah merah. Malaria ini ditandai dengan siklus menggigil, demam, sakit, dan berkeringat. Catatan sejarah menunjukkan manusia yang terjangkit malaria sejak awal umat manusia. Kata Malaria disebut berasal dari bahasa italia yang berarti "udara buruk" pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1740 oleh H. Walpole saat menjelaskan penyakit malaria ini.

Pada 1889, R. Ross menemukan bahwa nyamuk malaria ditransmisikan. Dari empat spesies umum yang menyebabkan penyakit malaria, jenis yang paling serius adalah malaria Plasmodium falciparum. Hal ini dapat mengancam jiwa. Namun, spesies lain yang relatif baru seperti Plasmodium knowlesi, juga merupakan spesies berbahaya yang biasanya hanya ditemukan pada kera ekor panjang dan kuncir. Seperti P. falciparum, P. knowlesi dapat mematikan kepada siapa pun terinfeksi. Tiga lainnya jenis umum malaria (P. vivax, P. malariae, dan P. ovale) yang umumnya kurang serius dan biasanya tidak mengancam jiwa. Hal ini dimungkinkan untuk terinfeksi dengan lebih dari satu spesies Plasmodium pada waktu yang sama.

Penyebaran penyakit Malaria

Saat ini, sekitar 2 juta kematian per tahun di seluruh dunia karena infeksi Plasmodium. Sebagian besar terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun di negara-negara Afrika sub-Sahara. Ada sekitar 400 juta kasus baru per tahun di seluruh dunia. Di Amerika, kebanyakan orang didiagnosis terinfeksi malaria yang diperoleh dari luar negeri, biasanya ketika tinggal atau melakukan perjalanan melalui daerah dimana merupakan kawasam endemik penyakit malaria.

Penyakit malaria merupakan masalah kesehatan utama di banyak daerah tropis dan subtropis. Diperkirakan bahwa ada 300-500 juta kasus malaria setiap tahun, dan lebih dari 1 juta orang meninggal. Ini menyajikan bahaya penyakit utama bagi wisatawan untuk iklim hangat. Di beberapa wilayah di dunia, nyamuk yang membawa malaria telah mengembangkan resistensi terhadap insektisida, sedangkan parasit telah mengembangkan resistensi terhadap antibiotik. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam mengendalikan baik tingkat infeksi dan penyebaran penyakit malaria ini.

Sumber : http://turunberatbadan.com/1853/malaria-pengertian-sejarah-dan-penyebaran-penyakit/


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, April 28, 2011

How is malaria transmitted?

Figure 1: Illustration of the life cycles of malaria parasites, Plasmodium.

What is malaria?

Malaria is an infectious disease caused by a parasite, Plasmodium, which infects red blood cells. Malaria is characterized by cycles of chills, fever, pain, and sweating. Historical records suggest malaria has infected humans since the beginning of mankind. The name "mal aria" (meaning "bad air" in Italian) was first used in English in 1740 by H. Walpole when describing the disease. The term was shortened to "malaria" in the 20th century. C. Laveran in 1880 was the first to identify the parasites in human blood. In 1889, R. Ross discovered that mosquitoes transmitted malaria. Of the four common species that cause malaria, the most serious type is Plasmodium falciparum malaria. It can be life-threatening. However, another relatively new species, Plasmodium knowlesi, is also a dangerous species that is typically found only in long-tailed and pigtail macaque monkeys. Like P. falciparum, P. knowlesi may be deadly to anyone infected. The other three common species of malaria (P. vivax, P. malariae, and P. ovale) are generally less serious and are usually not life-threatening. It is possible to be infected with more than one species of Plasmodium at the same time.

Currently, about 2 million deaths per year worldwide are due to Plasmodium infections. The majority occur in children under 5 years of age in sub-Saharan African countries. There are about 400 million new cases per year worldwide. Most people diagnosed in the U.S. obtained their infection outside of the country, usually while living or traveling through an area where malaria is endemic.

What are malaria symptoms and signs?

The symptoms characteristic of malaria include flulike illness with fever, chills, muscle aches, and headache. Some patients develop nausea, vomiting, cough, and diarrhea. Cycles of chills, fever, and sweating that repeat every one, two, or three days are typical. There can sometimes be vomiting, diarrhea, coughing, and yellowing (jaundice) of the skin and whites of the eyes due to destruction of red blood cells and liver cells.

People with severe P. falciparum malaria can develop bleeding problems, shock, liver or kidney failure, central nervous system problems, coma, and can die from the infection or its complications. Cerebral malaria (coma, or altered mental status or seizures) can occur with severe P. falciparum infection. It is lethal if not treated quickly; even with treatment, about 15%-20% die.

How is malaria transmitted?

The life cycle of the malaria parasite (Plasmodium) is complicated and involves two hosts, humans and Anopheles mosquitoes. The disease is transmitted to humans when an infected Anopheles mosquito bites a person and injects the malaria parasites (sporozoites) into the blood. This is shown in Figure 1, where the illustration shows a mosquito taking a blood meal (circle label 1 in Figure 1).

Sporozoites travel through the bloodstream to the liver, mature, and eventually infect the human red blood cells. While in red blood cells, the parasites again develop until a mosquito takes a blood meal from an infected human and ingests human red blood cells containing the parasites. Then the parasites reach the Anopheles mosquito's stomach and eventually invade the mosquito salivary glands. When an Anopheles mosquito bites a human, these sporozoites complete and repeat the complex Plasmodium life cycle. P. ovale and P. vivax can further complicate the cycle by producing dormant stages (hypnozoites) that may not develop for weeks to years.

Sumber : http://www.medicinenet.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, April 1, 2011

Mengenal Penyakit Malaria

Penyakit malaria adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis.
Penyakit tersebut semula banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan dikira disebabkan oleh udara rawa yang buruk, sehingga dikenal sebagai malaria (mal = jelek; aria=udara).

Seiring berkembangnya teknologi kedokteran, pendapat itu dimentahkan oleh berbagai data mutakhir.

A. Penyebab Penyakit Malaria
1. Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit yang hidup di dalam darah manusia. Bibit penyakit tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amuba yang disebut Plasmodium.
2. Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan malaria:
3. Falciparum, penyebab penyakit malaria tropika. Jenis malaria ini bisa menimbulkan kematian.
4. Vivax, penyebab malaria tersiana. Penyakit ini sukar disembuhkan dan sulit kambuh.
5. Malariae, penyebab malaria quartana. Di Indonesia penyakit ini tidak banyak ditemukan.
6. Ovale, penyebab penyakit malaria Ovale. Tidak terdapat di Indonesia.
7. Kerja plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk anopheles, plasodium masuk ke dalam darah manusian dan berkembang biak dengan membelah diri.

B. Penularan dan Penyebaran Penyakit Malaria
1. Penularan penyakit malaria dari orang yang sakit kepada orang sehat, sebagian besar melalui gigitan nyamuk. Bibit penyakit malaria dalam darah manusia dapat terhisap oleh nyamuk, berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, dan ditularkan kembali kepada orang sehat yang digigit nyamuk tersebut.
2. Jenis-jenis vektor (perantara) malaria yaitu:
3. Anopheles Sundaicus, nyamuk perantara malaria di daerah pantai.
4. Anopheles Aconitus, nyamuk perantara malaria daerah persawahan.
5. Anopheles Maculatus, nyamuk perantara malaria daerah perkebunan, kehutanan dan pegunungan.
6. Penularan yang lain adalah melalu transfusi darah. Namun kemungkinannya sangat kecil.

C. Tanda-tanda penyakit malaria
1. Dimulai dengan dingin dan sering sakit kepala. Penderita menggigil atau gemetar selama 15 menit sampai satu jam.
2. Dingin diikuti demam dengan suhu 40 derajat atau lebih. Penderita lemah, kulitnya kemerahan dan menggigau. Demam berakhir serelah beberapa jam.
3. Penderita mulai berkeringat dan suhunya menurun. Setelah serangan itu berakhir, penderita merasa lemah tetapi keadaannya tidak mengkhawatirkan.

D. Bahaya penyakit malaria:
1. Rasa sakit yang ditimbulkan sangat menyiksa si penderita
2. Tubuh yang sangat lemah, sehingga tidak dapat bekerja seperti biasa
3. Dapat menimbulkan kematian pada anak-anak dan bayi
4. Perkembangan otak bisa terganggu pada anak-anak dan bayi, sehingga menyebabkan kebodohan.

E. Tindakan dan Pengobatan:
1. Memutus rantai penularan dengan memilih mata rantai yang paling lemah. Mata rantai tersebut adalah penderita dan nyamuk malaria.
2. Seluruh penderita yang memiliki tanda-tanda malaria diberi pengobatan pendahuluan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah penularan selama 10 hari.
3. Bagi penderita yang dinyatakan positif menderita malaria setelah diuji di laboratorium, akan diberi pengobatan secara sempurna.
4. Bagi orang-orang yang akan masuk ke daerah endemis malaria seperti para calon transmigran, perlu diberi obat pencegahan.

F. Tindakan-tindakan Pencegahan:
1. Usahakan tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa, memakai obat nyamuk bakar, menyemprot ruang tidur, dan tindakan lain untuk mencegah nyamuk berkembang di rumah.
2. Usaha pengobatan pencegahan secara berkala, terutama di daerah endemis malaria.
3. Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah, genangan air, dan kandang-kandang ternak.
4. Memperbanyak jumlah ternak seperti sapi, kerbau, kambing, kelinci dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk bertelur.
5. Memelihara ikan pada air yang tergenang, seperti kolam, sawah dan parit. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang.
6. Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala
7. Menyemprot rumah dengan DDT.

Sumber : http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/malaria.htm


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP