Showing posts with label Diabetes melitus. Show all posts
Showing posts with label Diabetes melitus. Show all posts

Monday, December 26, 2011

Penyebab diabetes mellitus

Penyakit yang sering menyebabkan kencing ini merupakan penyakit kelainan metabolis yang disebabkan oleh faktor simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Dan dapat mengakibatkan defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya dan defisiensi transporter glukosa.

Penyakit ini disebabkan ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak sama sekali memproduksi insulin untuk mempertahankan kadar gula darah normal/sel tidak merespon tepat insulin yang diproduksi. Ada dua jenis tipe berdasarkan penyebab diabetes mellitus.

Penyebab

- Tipe 1
Pada tipe ini produksi insulin sedikit atau tidak ada sama sekali. Prevalensi dalam hasil penelitian membuktikan hanya sekitar 10-20 % seluruh penderita diabetes tergolong dalam tipe pertama ini. Pada umumnya orang yang memiliki tipe yang satu ini biasanya berumur muda (hal ini dikarenakan keturunan) selanjutnya akan bertambah kronis seiring berjalannya waktu. Hal ini juga disebabkan dari faktor lingkungan seperti mungkin infeksi virus atau faktor gizi pada masa kecil atau remaja yang menyebabkan sistem antibody menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Apa pun penyebabnya, pada diabetes mellitus tipe 1, 90 persen dari sel-sel penghasil insulin (sel beta) dari pankreas rusak dengan permanen. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kekurangan insulin yang parah. Hal ini menyebabkan seseorang dengan tipe I ini harus secara teratur menyuntikkan insulin.

- Tipe 2
Dalam tipe yang satu ini kondisi pankreas terus memproduksi insulin, terkadang sampai lebih tinggi dari normalnya. Akan tetapi, tubuh mengembangkan resistansi terhadap efeknya, sehingga pada tipe ini penyebab diabetes mellitus bukan disebabkan kekurangan insulin. Sel-sel pada tubuh seharusnya berfungsi mengubah glukosa menjadi energi akan tetapi malah tidak mengenal fungsinya dengan baik. Diabetes tipe II bisa terjadi pada anak-anak dan remaja tetapi biasanya dimulai setelah usia 30 dan menjadi semakin parah bila terus berlanjut tanpa pengobatan. Umur penderita pada tahap ini rata-rata sekitar 15 % di atas usia 70. Obesitas (kegemukan) adalah faktor risiko untuk diabetes tipe ini, 80-90% orang dengan penyakit ini mengalami obesitas.

Sumber : http://tipsku.info/penyebab-diabetes-mellitus/


Baca artikel selengkapnya .......

Sunday, August 21, 2011

10 Kebiasaan Pemicu Diabetes atau Kencing Manis

Mungkin kita tidak sadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita telah melakukan beberapa hal yang justru menjadi pemicu penyakit kencing manis. Sekalipun mungkin hal-hal yang sepele, namun dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan”, yaitu apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko kencing manis atau diabetes?

1. Teh manis

Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.

Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres

Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup atau lifestyle tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Sumber: http://indodiabetes.com/10-kebiasaan-pemicu-diabetes-atau-kencing-manis.html


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, May 2, 2011

Tanda Dan Gejala Kencing Manis (Diabetes Melitus Tipe 2)

Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh kita kelaparan.

Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.

Untungnya tubuh mempunyai mekanisme yang sangat bagus untuk memberitahukan kita bila terjadi suatu kelainan. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala diabetes melitus tipe 2 secara dini sebab semakin dini pengobatan dilakukan maka akan semakin bagus hasilnya dan semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa gejala diabetes melitus tipe 2 yang patut kita waspadai.

Kelelahan yang luar biasa merupakan gejala yang paling awal dirasakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Pasien akan merasakan tubuhnya lemas walaupun tidak melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Jadi, bila anda selalu merasa lelah dan mengantuk meskipun sebelumnya anda tidak begadang, ada baiknya anda segera menemui dokter.

Penurunan berat badan secara drastis. Jika anda memakan makanan yang berlebihan maka tubuh anda akan semakin gemuk. Kelebihan lemak dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.

Gangguan penglihatan. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar, hal ini akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga terjadi pada lensa mata, sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini akan membaik bila diabetes melitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak tertangani, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan kebutaan.

Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, jamur juga sangat menikmati tumbuh pada darah yang tinggi kadar glukosanya.

Demikianlah beberapa gejala tambahan yang bisa anda perhatikan pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Sumber : http://www.blogdokter.net/


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, April 26, 2011

10 Pemicu Diabetes

Diabetes Melitus sering dikenal sebagai penyakit kencing gula atau kencing manis. Penyakit ini terjadi akibat terganggunya kerja hormon insulin di dalam tubuh. Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Meningkatnya kadar gula dalam darah inilah yang memicu adanya penyakit diabetes.

Seseorang terkadang tidak sadar bahwa kebiasaan yang dilakukannya bisa berisiko diabetes. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Tak ada yang menyangka bahwa itu bisa memicu berkembangnya diabetes. Lalu kebiasaan apalagi yang dapat menyebabkan penyakit diabetes berkembang dalam tubuh? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Minum Teh Manis
Anda penggemar teh manis? Sebaiknya Anda mulai berhenti mengkonsumsinya, karena kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit diabetes. Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Selain itu terdapat risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dengan meminum teh manis tiga kali sehari, kita sudah dapat 750-900 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Akibatnya terjadi obesitas dan diabetes. Sebagai pengganti teh manis, kita dapat meminum air putih dan teh tanpa gula.

2. Makan Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak akan cukup untuk kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya risiko dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Dislipidemia berisiko menyebabkan penyakit diabetes. Sebagai pengganti makan gorengan, kita dapat mengkonsumsi pie buah.

3. Suka Ngemil
ngemilKita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah yang menyebabkan diabetes. Solusinya sebaiknya kita mengganti camilan kita dengan buah segar.

4. Kurang Tidur
Kualitas tidur yang buruk menyebabkan metabolisme terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusinya tidurlah tidur kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas Beraktivitas Fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. “Penyebabnya di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit melakukan aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Solusi yang dapat dicoba adalah dengan bersepeda ke kantor.

6. Sering Stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusinya hindari stres dengan berbicara pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Merokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Solusinya hentikan kebiasaan merokok dengan mengkonsumsi permen bebas gula. Cara yang lebih efektif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan Pil Kontrasepsi
pil-kontrasepsiKebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr. Dyah Purnamasari, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusinya batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Kekurangan Vitamin D
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusinya adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. Gunakan krim tabir surya untuk menghindari gangguan kulit.

10. Mengkonsumsi Minuman Soda atau Minuman Beralkohol
minuman-sodaDari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda atau minuman berkarbonasi membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Demikian pula pada minuman beralkohol. Sebagai pengganti minumlah jus buah tanpa gula.

Demikian tadi adalah berbagai macam kebiasaan yang dapat memicu Anda terkena penyakit diabetes. Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut sedini mungkin. Biasakan hidup sehat agar terhindar dari diabetes.

Sumber : http://ksupointer.com/10-pemicu-diabetes


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, March 24, 2011

Cegah Stroke dengan Mengenal Faktor Risikonya

Stroke merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Di perkirakan 2-3 juta orang di negeri ini menderita stroke. Meski stroke sering diidentikkan dengan usia lanjut, nyatanya makin banyak orang berusia awal 30 tahun yang terserang stroke. Selain dapat menyebabkan kecacatan, stroke juga bisa menimbulkan kematian.

Akan tetapi, jika Anda bersiap diri dari sekarang, Anda bisa memangksa sebagian besar faktor risiko Anda. "Penyakit ini bisa dicegah," demikian menurut dr.Sutarto Prodjo Disastro, Sp.S, ketua bidang humas dan penyuluhan Yayasan Stroke Indonesia di acara Kontrol Hidup Kontrol Kolesterol yang diadakano leh Pfizer di Jakarta, Kamis (19/8/10).

Stroke adalah serangan otak yang timbul mendadak akibat terganggunya aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak sehingga sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan sehingga terjadi kematian sel dalam waktu singkat. "Kalau sudah mati, sel-sel otak tidak bisa beregenerasi atau tumbuh kembali, sehingga berhati-hatilah dengan stroke," kata Sutarto.

Pria memang memiliki risiko lebih besar terkena stroke, namun dalam beberapa dasawarsa terakhir peluangnya menjadi sama pada wanita. "Wanita cenderung lebih stres karena memiliki dua peran, yakni wanita karir dan ibu rumah tangga," kata dr. Arieska Ann Soenarto, Sp.JP (K), dari RS.Jantung Harapan Kita Jakarta.

Untuk membantu menurunkan risiko terkena stroke, cobalah lakukan pemeriksaan berikut:

- Cek tekanan darah

Banyak orang yang tidak tahu mereka mengidap hipertensi, karena penyakit ini tidak menunjukkan gejala dari luar. Periksakan tekanan darah Anda setidaknya sekali setahun karena mengendalikan hipertensi adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam pencegahan stroke.

- Periksakan kolesterol

Banyak alasan mengapa kadar kolesterol dalam darah tinggi, termasuk di antaranya adalah pola makan, kegemukan dan kebiasaan merokok. Menurunkan kadar kolesterol sangat penting, berapa pun usia dan kondisi kesehatan Anda. Batas aman yang disarankan adalah kurang dari 160 mg/dl. Pilihlah jenis makanan dengan kandungan lemak rendah.

- Diabetes melitus

Perhatikan pula kadar gula darah Anda. "Orang yang diabetes biasanya pembuluh darahnya sangat jelek sehingga beresiko terkena penyakit jantung atau stroke," kata dr.Arieska Ann

- Sempatkan diri berolahraga

Tubuh kurang gerak menambah faktor risiko terkena stroke, tetapi olahraga sekurangnya 30 menit sehari, tiga kali seminggu, dapat membantu memangkas risiko tersebut.

- Faktor risiko lain

Yang juga merupakan faktor risiko stroke adalah usia lanjut, stres, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi lemak yang tinggi, dan penyakit jantung, terutama penyakit jantung dengan gejala gangguan irama jantung.

Dikutip dari berbagai sumber


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, September 24, 2010

Mengenali Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes

Definition :
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah.

Cause :

Hipoglikemia bisa disebabkan oleh:
# Pelepasan insulin yang berlebihan oleh pankreas
# Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi, yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya
# Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal
# Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau pembentukan glukosa di hati.

Secara umum, hipoglikemia dapat dikategorikan sebagai yang berhubungan dengan obat dan yang tidak berhubungan dengan obat.
Sebagian besar kasus hipoglikemia terjadi pada penderita diabetes dan berhubungan dengan obat.
Hipoglikemia yang tidak berhubungan dengan obat lebih jauh dapat dibagi lagi menjadi:
- Hipoglikemia karena puasa, dimana hipoglikemia terjadi setelah berpuasa
- Hipoglikemia reaktif, dimana hipoglikemia terjadi sebagai reaksi terhadap makanan, biasanya karbohidrat.

Hipoglikemia paling sering disebabkan oleh insulin atau obat lain (sulfonilurea) yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya.
Jika dosisnya lebih tinggi dari makanan yang dimakan maka obat ini bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah.

# Penderita diabetes berat menahun sangat peka terhadap hipoglikemia berat.
Hal ini terjadi karena sel-sel pulau pankreasnya tidak membentuk glukagon secara normal dan kelanjar adrenalnya tidak menghasilkan epinefrin secara normal. Padahal kedua hal tersebut merupakan mekanisme utama tubuh untuk mengatasi kadar gula darah yang rendah.

Pentamidin yang digunakan untuk mengobati pneumonia akibat AIDS juga bisa menyebabkan hipoglikemia.
Hipoglikemia kadang terjadi pada penderita kelainan psikis yang secara diam-diam menggunakan insulin atau obat hipoglikemik untuk dirinya.

Pemakaian alkohol dalam jumlah banyak tanpa makan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan hipoglikemia yang cukup berat sehingga menyebabkan stupor.
Olah raga berat dalam waktu yang lama pada orang yang sehat jarang menyebabkan hipoglikemia.

Puasa yang lama bisa menyebabkan hipoglikemia hanya jika terdapat penyakit lain (terutama penyakit kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal) atau mengkonsumsi sejumlah besar alkohol.
Cadangan karbohidrat di hati bisa menurun secara perlahan sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan kadar gula darah yang adekuat.
Pada orang-orang yang memiliki kelainan hati, beberapa jam berpuasa bisa menyebabkan hipoglikemia.
Bayi dan anak-anak yang memiliki kelainan sistem enzim hati yang memetabolisir gula bisa mengalami hipoglikemia diantara jam-jam makannya.

Seseorang yang telah menjalani pembedahan lambung bisa mengalami hipoglikemia diantara jam-jam makannya (hipoglikemia alimenter, salah satu jenis hipoglikemia reaktif).
Hipoglikemia terjadi karena gula sangat cepat diserap sehingga merangsang pembentukan insulin yang berlebihan. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cepat.
Hipoglikemia alimentari kadang terjadi pada seseorang yang tidak menjalani pembedahan. Keadaan ini disebut hipoglikemia alimentari idiopatik.

Jenis hipoglikemia reaktif lainnya terjadi pada bayi dan anak-anak karena memakan makanan yang mengandung gula fruktosa dan galaktosa atau asam amino leusin.
Fruktosa dan galaktosa menghalangi pelepasan glukosa dari hati; leusin merangsang pembentukan insulin yang berlebihan oleh pankreas.
Akibatnya terjadi kadar gula darah yang rendah beberapa saat setelah memakan makanan yang mengandung zat-zat tersebut.

Hipoglikemia reaktif pada dewasa bisa terjadi setelah mengkonsumsi alkohol yang dicampur dengan gula (misalnya gin dan tonik).

Pembentukan insulin yang berlebihan juga bisa menyebakan hipoglikemia. Hal ini bisa terjadi pada tumor sel penghasil insulin di pankreas (insulinoma).
Kadang tumor diluar pankreas yang menghasilkan hormon yang menyerupai insulin bisa menyebabkan hipoglikemia.

Penyebab lainnya adalah penyakti autoimun, dimana tubuh membentuk antibodi yang menyerang insulin.
Kadar insulin dalam darah naik-turun secara abnormal karena pankreas menghasilkan sejumlah insulin untuk melawan antibodi tersebut.
Hal ini bisa terjadi pada penderita atau bukan penderita diabetes.

Hipoglikemia juga bisa terjadi akibat gagal ginjal atau gagal jantung, kanker, kekurangan gizi, kelainan fungsi hipofisa atau adrenal, syok dan infeksi yang berat.
Penyakit hati yang berat (misalnya hepatitis virus, sirosis atau kanker) juga bisa menyebabkan hipoglikemia.

Sign & Symptoms :
Pada awalnya tubuh memberikan respon terhadap rendahnya kadar gula darh dengan melepasakan epinefrin (adrenalin) dari kelenjar adrenal dan beberapa ujung saraf. Epinefrin merangsang pelepasan gula dari cadangan tubuh tetapi jugamenyebabkan gejala yang menyerupai serangan kecemasan (berkeringat, kegelisahan, gemetaran, pingsan, jantung berdebar-debar dan kadang rasa lapar). Hipoglikemia yang lebih berat menyebabkan berkurangnya glukosa ke otak dan menyebabkan pusing, bingung, lelah, lemah, sakit kepala, perilaku yang tidak biasa, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan, kejang dan koma. Hipoglikemia yang berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen. Gejala yang menyerupai kecemasan maupun gangguan fungsi otak bisa terjadi secara perlahan maupun secara tiba-tiba. Hal ini paling sering terjadi pada orang yang memakai insulin atau obat hipoglikemik per-oral. Pada penderita tumor pankreas penghasil insulin, gejalanya terjadi pada pagi hari setelah puasa semalaman, terutama jika cadangan gula darah habis karena melakukan olah raga sebelum sarapan pagi. Pada mulanya hanya terjadi serangan hipoglikemia sewaktu-waktu, tetapi lama-lama serangan lebih sering terjadi dan lebih berat.

Diagnose :
Gejala hipoglikemia jarang terjadi sebelum kadar gula darah mencapai 50 mg/dL. Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriksaan kadar gula darah. Penyebabnya bisa ditentukan berdasarkan riwayat kesehatan penderita, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium sederhana. Jika dicurigai suatu hipoglikemia autoimun, maka dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya antibodi terhadap insulin. Untuk mengetahui adanya tumor penghasil insulin, dilakukan pengukuran kadar insulin dalam darah selama berpuasa (kadang sampai 72 jam). Pemeriksaan CT scan, MRI atau USG sebelum pembedahan, dilakukan untuk menentukan lokasi tumor.

Treatment :
Gejala hipoglikemia akan menghilang dalam beberapa menit setelah penderita mengkonsumsi gula (dalam bentuk permen atau tablet glukosa) maupun minum jus buah, air gula atau segelas susu. Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita diabetes), hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten. Baik penderita diabetes maupun bukan, sebaiknya sesudah makan gula diikuti dengan makanan yang mengandung karbohidrat yang bertahan lama (misalnya roti atau biskuit). Jika hipoglikemianya berat dan berlangsung lama serta tidak mungkin untuk memasukkan gula melalui mulut penderita, maka diberikan glukosa intravena untuk mencegah kerusakan otak yang serius. Seseorang yang memiliki resiko mengalami episode hipoglikemia berat sebaiknya selalu membawa glukagon. Glukagon adalah hormon yang dihasilkan oleh sel pulau pankreas, yang merangsang pembentukan sejumlah besar glukosa dari cadangan karbohidrat di dalam hati. Glukagon tersedia dalam bentuk suntikan dan biasanya mengembalikan gula darah dalam waktu 5-15 menit. Tumor penghasil insulin harus diangkat melalui pembedahan. Sebelum pembedahan, diberikan obat untuk menghambat pelepasan insulin oleh tumor (misalnya diazoksid). Bukan penderita diabetes yang sering mengalami hipoglikemia dapat menghindari serangan hipoglikemia dengan sering makan dalam porsi kecil.


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, September 13, 2010

Penyebab Hipoglikemia Pada Penderita Kencing Manis

Hipoglikemia merupakan momok yang sangat menakutkan bagi penderita kencing manis atau diabetes melitus. Bila tidak segera teratasi, hipoglikemia dapat berakibat sangat fatal. Untungnya gejala hipoglikemia dapat dengan mudah dikenali oleh pasien sehingga penanganan menjadi lebih cepat.

Apa sih hipoglikemia itu? Hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah lebih dari 60 mg/dl yang ditandai dengan gejala berupa keringat dingin, lemas sampai hilang kesadaran. Hipoglikemia yang terjadi pada penderita diabetes disebabkan oleh peningkatan konsentrasi insulin dalam darah atau penurunan kadar glukosa darah.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi diatas, diantaranya :

Dosis suntikan insulin terlalu banyak.

Saat menyuntikan obat insulin, anda harus tahu dan paham dosis obat yang anda suntik sesuai dengan kondisi gula darah saat itu. Celakanya, terkadang pasien tidak dapat memantau kadar gula darahnya sebelum disuntik, sehingga dosis yang disuntikan tidak sesuai dengan kadar gula darah saat itu. Memang sebaiknya bila menggunakan insulin suntik, pasien harus memiliki monitor atau alat pemeriksa gula darah sendiri.

Lupa makan atau makan terlalu sedikit.

Penderita diabetes sebaiknya mengkonsumsi obat insulin dengan kerja lambat dua kali sehari dan obat yang kerja cepat sesaat sebelum makan. Kadar insulin dalam darah harus seimbang dengan makanan yang dikonsumsi. Jika makanan yang anda konsumsi kurang maka keseimbangan ini terganggu dan terjadilah hipoglikemia.

Aktifitas terlalu berat.

Olah raga atau aktifitas berat lainnya memiliki efek yang mirip dengan insulin. Saat anda berolah raga, anda akan menggunakan glukosa darah yang banyak sehingga kadar glukosa darah akan menurun. Maka dari itu, olah raga merupakan cara terbaik untuk menurunkan kadar glukosa darah tanpa menggunakan insulin.

Minum alkohol tanpa disertai makan.

Alkohol menganggu pengeluaran glukosa dari hati sehingga kadar glukosa darah akan menurun.

Menggunakan tipe insulin yang salah pada malam hari.

Pengobatan diabetes yang intensif terkadang mengharuskan anda mengkonsumsi obat diabetes pada malam hari terutama yang bekerja secara lambat. Jika anda salah mengkonsumsi obat misalnya anda meminum obat insulin kerja cepat di malam hari maka saat bangun pagi, anda akan mengalami hipoglikemia.

Penebalan di lokasi suntikan.

Dianjurkan bagi mereka yang menggunakan suntikan insulin agar merubah lokasi suntikan setiap beberapa hari. Menyuntikan obat dalam waktu lama pada lokasi yang sama akan menyebabkan penebalan jaringan. Penebalan ini akan menyebabkan penyerapan insulin menjadi lambat.

Kesalahan waktu pemberian obat dan makanan.

Tiap tiap obat insulin sebaiknya dikonsumsi menurut waktu yang dianjurkan. Anda harus mengetahui dan mempelajari dengan baik kapan obat sebaiknya disuntik atau diminum sehingga kadar glukosa darah menjadi seimbang.

Penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan glukosa.

Beberapa penyakit seperti celiac disease dapat menurunkan penyerapan glukosa oleh usus. Hal ini menyebabkan insulin lebih dulu ada di aliran darah dibandingan dengan glukosa. Insulin yang kadung beredar ini akan menyebabkan kadar glukosa darah menurun sebelum glukosa yang baru menggantikannya.

Gangguan hormonal.

Orang dengan diabetes terkadang mengalami gangguan hormon glukagon. Hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar gula darah. Tanpa hormon ini maka pengendalian kadar gula darah menjadi terganggu.

Pemakaian aspirin dosis tinggi.

Aspirin dapat menurunkan kadar gula darah bila dikonsumsi melebihi dosis 80 mg.

Riwayat hipoglikemia sebelumnya.

Hipoglikemia yang terjadi sebelumnya mempunyai efek yang masih terasa dalam beberapa waktu. Meskipun saat ini anda sudah merasa baikan tetapi belum menjamin tidak akan mengalami hipoglikemia lagi.

Sumber : http://www.blogdokter.net/2010/09/04/ini-dia-penyebab-hipoglikemia-pada-penderita-kencing-manis/


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, August 6, 2010

Marilah Kita Menyegah Stroke

Stroke adalah hilangnya sebagian fungsi otak yang terjadi secara mendadak atau tiba tiba akibat dari sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Tanpa oksigen dan nutrisi penting yang dialirkan bersama dengan darah, sel otak akan rusak atau mati dalam beberapa menit.

Kematian sel otak berbeda dengan sel lain yang ada pada tubuh. Bila sel lain yang rusak akan cepat mengalami regenerasi, sel otak akan mati permanen. Sebagian besar stroke disebabkan oleh karena sumbatan pembuluh darah otak, sisanya disebabkan oleh karena perdarahan atau pecahnya pembuluh darah otak.

Ada tiga penyebab utama stroke :
Stroke thrombolitik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena timbunan lemak (plak) yang terbentuk pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak. Proses pembentukan berlangsung lambat sehingga sumbatan yang terjadi pun berlangsung secara bertahap, sampai akhirnya pembuluh darah arteri tersumbat total.
Stroke embolitik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena bekuan darah atau plak yang terbentuk pada pembuluh darah di tempat lain terlepas dan mengembara bersama dengan aliran darah sampai akhirnya mentok dan menyumbat pembuluh darah otak. Saat mengembara, bekuan darah atau plak disebut dengan embolus.
Stroke hemoragik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke otak pecah tepat di tengah tengah otak. Kematian akibat stroke hemoragik sangat tinggi karena sifat penyakitnya yang sangat cepat dan mendadak.

Stroke sangat menakutkan. Pada penderita stroke akan terjadi penurunan kualitas hidup yang sangat besar. Penderita juga sangat tergantung pada keluarga atau orang lain di sekitarnya. Kecacatan yang terjadi bisa bersifat permanen sehingga menimbulkan masalah lain yang tidak kalah peliknya. Oleh karena itu, sebelum semuanya terjadi marilah kita mencegah terjadinya stroke.

Serangan stroke sebenarnya sudah dibangun sejak beberapa tahun sebelumnya. Beberapa faktor resiko terjadinya stroke antara lain tekanan darah tinggi, merokok, penyakit jantung, dan diabetes.

Berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah serangan stroke :

Kontrol tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.

Berhentilah merokok. Rokok terbukti meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun, jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.

Berolah ragalah yang teratur. Para ahli beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis, penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai, berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui olah raga yang tepat untuk fisik anda.

Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis buah dan sayuran.

Bila anda menderita kencing manis, kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya atherosklerosis.

Waspadahlah terhadap gejala atau tanda dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur, kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi terjadinya stroke.


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, August 4, 2010

Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

A. Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

* Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
* Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
* Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
* Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
* Menderita penyakit kanker (cancer)
* Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
* Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan cairan banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.

Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.

Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal

Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.

D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal

Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.

Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal

Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.


Baca artikel selengkapnya .......

Sepuluh Penyebab Utama Stroke

Sebuah penelitian menemukan bahwa, tekanan darah tinggi, merokok, lemak perut, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, tingginya tingkat kolesterol buruk, diabetes, terlalu banyak minum minuman beralkohol, stres, serta gangguan jantung merupakan 90 persen penyebab stroke.

Riset yang dilakukan oleh sebuah tim pada McMaster Universias di Ontario, Kanada ini merupakan salah satu dari yang paling komprehensif mempelajari penyebab stroke.

Mereka mengatakan, faktor penyebab paling tinggi adalah tekanan darah tinggi, dengan resiko dua kali lipat.

Sekitar 150.000 orang di Inggris menderita stroke setiap tahun dan sekitar 67.000 menghadapi resiko kematian. Ini juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet dan disajikan dalam Kongres Kardiologi Dunia di Beijing ini, meneliti 3.000 orang penderita stroke dan 3.000 orang yang tidak menderita stroke.

Mereka ditanyai seputar gaya hidup mereka, seperti berapa banyak mereka minum, olah raga yang sering mereka lakukan dan diet mereka diukur sesuai dengan kesehatan mereka dan beberapa pengujian serta pengukuran yang dilakukan oleh para profesional.

Mereka dikategorikan peminum alkohol jika meraka mantan peminum, peminum moderat antara satu hingga 30 minuman sebulan. Lebih dari 30 minuman sebulan serta pesta minuman keras yang dilakukan lebih dari lima minuman sehari pada bulan sebelumnya.

Mereka diklasifikasi menjadi olahragawan aktif jika mereka secara rutin jalan-jalan, bersepeda, berkebun, joging, bermain sepak bola atau giat berenang selama empat jam seminggu atau lebih.

Temuan ini menunjukkan bahwa perokok dua kali lipat beresiko terserang stroke, pola makan buruk memiliki resiko 35 persen, lebih dari 30 kali minum-minuman beralkohol sebulan memiliki resiko 50 persen, stres dengan resiko 30 persen dan depresi 35 persen.

Lebih banyak beraktifitas dapat mengurangi resiko sekitar 30 persen.

Martin O'Donnell, penulis utama mengatakan, bahwa temuannya menunjukkan bahwa sepuluh faktor resiko sederhana yang berhubungan dengan 90% dari resiko stroke iskemik dan haemorhagic intracerebral di seluruh dunia.

"Penelitian ini menargetkan mengurangi tekanan darah dan merokok serta mempromosikan aktivitas fisik dan makanan sehat, yang secara substansial dapat menekan resiko stroke," ujar O'Donnell.

Seperti dilansir Telegraph, Andrea Lane, juru bicara Asosiasi Stroke mengatakan, bahwa dari tahun ke tahun ada beberapa studi penelitian penyebab stroke, yang telah mengidentifikasi sejumlah faktor resiko utama.

"Ini merupakan penelitian yang dilakukan secara luas dan mendalam, untuk mendukung beberapa temuan sebelumnya dan merefleksikan saran pencegahan yang disajikan oleh Asosiasi Stroke." (Erabaru/telegraph/sua)

http://erabaru.net/top-news/40-news5/16071-sepuluh-penyebab-utama-stroke


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP