Showing posts with label Jantung. Show all posts
Showing posts with label Jantung. Show all posts

Friday, December 16, 2011

Tips Sederhana Mencegah Penyakit Jantung

Tips Sederhana Mencegah Penyakit Jantung - Jantung merupakan organ utama yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Berikut ini ada beberapa tips yang sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung.
1. Jalan selama 30 menit setiap hari.
Jalan setengah jam setiap hari, menurunkan resiko serangan jantung sekitar 30 persen. Ini semacam ujian bagi anda, Jika anda sukses melakukan hal ini, kemungkinan anda mulai akan melakukan kegiatan yang lain, kemudian teleponlah dengan orang lain. Langkah ini sangat penting, karena akan memperkuat komitmen anda, coba telepon rekan perempuan anda, karena mereka akan lebih mendukung anda.

2. Kenali tekanan darah anda, dan lakukan apapun, supaya mencapai angka 115/75.
Tekanan darah anda mungkin bahkan lebih penting daripada kolesterol anda. Dan, anda bisa menurunkan tekanan ini sendiri. Cara terbaik? Olah raga teratur, dan kurangi lemak di perut. Kenapa? karena lemak ini menutupi organ – organ penting, sehingga, supaya organ-organ ini bisa bekerja lebih baik, dibutuhkan tekanan darah lebih. Jadi, ketika lemak perut berkurang, tekanan darah yang dibutuhkan akan menurun drastis.

3. Makan 250gr kacang-kacangan setiap hari.
Kacang-kacangan akan meningkatkan kadar kolesterol baik, HDL, dan menurunkan radang. Kacang memiliki kadar asam lemak Omega 3 tinggi, memiliki protein dan serat tinggi.

4. Coba cari tahu kadar HDL anda dan coba tingkatkan sampai di nilai 50.
Bagi wanita, nilai HDL tinggi jauh lebih baik daripada LDL rendah. Entah kenapa, tapi yang jelas, makin tinggi nilai HDL, makin bagus (50 sudah termasuk bagus). CAra termudah untuk meningkatkan nilainya adalah olahraga, kurangi minuman keras, makan makanan dengan lemak sehat, misalnya: zaitun, canola. Asam Pantotenat (vit. B5) juga bisa membantu.

5. Makan 10 sendok makan saus tomat dalam seminggu.
Ini adalah tips favorit saya. Saus tomat penuh dengan kalium yang menurunkan tekanan darah. Yang saya maksud, bukan saus tomat yang asin, gurih dan berlemak, atau yang disajikan dengan pasta dalam jumlah raksasa. Saus biasa, sederhana, dan sehat.

6. Secara teratur, gunakan benang gigi.
Menghindari penyakit mulut, mencegah radang arteri, yang membantu anda mengurangi kemungkinan sakit jantung. Jarang ada orang yang tahu bahwa kesehatan mulut anda mempengaruhi semua kesehatan arteri anda, yang mempengaruhi keadaan aliran darah ke jantung dan organ seksual anda, bahkan, mempengaruhi kerutan pada kulit.

7. Jangan makan minyak jenuh lebih dari 20 gram setuap hari, dan gunakan minyak trans sesedikit mungkin.
Lemak jenuh dan lemak trans akan menyebabkan radang arteri. Cinnamon roll (roti kayu manis) memiliki 7 gram lemak jenuh. Minyak trans (misalnya dalam mentega atau margarin), sering ditemukan dalam makanan yang diproses atau dipanggang dalam oven.

8. Baca label, dan segera taruh kembali makanan yang label, dengan 5 bahan pertama menuliskan gula.
Kenapa? urutan bahan diurutkan berdasarkan kandungan terbanyak. Memang boleh rendah lemak, tapi jika tinggi gula, sama aja boong. Kenapa? karena jika anda makan gula berlebihan, ujung2nya jadi lemak juga, yang ditumpuk di sekitar perut.

9. Minum alkohol? kurangi, sehari segelas aja.
Kami sendiri masih belum jelas, tapi minuman beralkohol seperti bir dan anggur memiliki efek anti – radang. Tapi sering ditemukan bahwa mereka yang tidak minum alkohol sama sekali, malah memiliki kemungkinan serangan jantung lebih tinggi daripada mereka yang minum sedikit2. O yah! minum 7 gelas sehari nggak sama efeknya dengna minum 1 gelas tiap hari!

10. Makan 9 porsi sayuran dan buah setiap hari.
Buah dan sayuran penuh dengan serat. Coba pelan2 tingkatkan jumlahnya dalam 2 – 6 minggu. karena jika jumlahnya meningkat drastis, malah kurang ok hasilnya, dan mempengaruhi pencernaan anda sendiri!.

Sumber : http://tipsku.info/tips-sederhana-mencegah-penyakit-jantung/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, April 25, 2011

10 Anggapan Yang Salah Tentang Penyakit Jantung

Masih banyak anggapan salah di masyarakat tentang penyakit jantung. Tidak jarang menyesatkan atau menerima keadaan penyakitnya, sehingga berakibat merugikan.

Apa saja anggapan salah itu?

1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja.
Tidak. Bukan hanya karena gemuk maka orang berpenyakit jantung. Dibanding orang kurus, orang gemuk memang lebih berisiko.
Namun, bukan sedikit orang kurus yang mengidap penyakit jantung. Jika sejak kecil mengidap penyakit jantung bawaan, misalnya, dan belum dioperasi, bisa saja keluhan jantung muncul. Jenis kelainan jantung bawaan kebocoran sekat bilik jantung (VSD), misalnya, biasanya semakin mengecil dengan bertambahnya usia. Selama kebocoran itu belum mengecil habis, masih tergolong mengidap penyakit jantung.
Orang kurus juga bisa saja mengidap darah tinggi, kolesterol, dan trigliserida tinggi, yang jika dibiarkan berakibat buruk pada jantung dan akhirnya berkembang menjadi penyakit jantung. Begitu juga jika orang kurus mengidap kencing manis atau memang memiliki kelainan anomali pembuluh darah besar pada jantung, seperti anomali pembuluh aorta atau ada penyakit lain yang bisa mengganggu jantung.

2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda.
Bisa. Penyakit jantung sudah bisa diderita sejak anak masih di kandungan mula. Beberapa penyakit infeksi, seperti toxoplasmosis, campak jerman, cytomegalo virus bisa merusak organ jantung semasih anak di kandungan. Begitu juga obat-obatan tertentu yang diminum selagi hamil. Cacat jantung bawaan juga acap terjadi akibat jamu peluntur atau bahan berkhasiat lain yang belum jelas kerjanya medis.
Orang muda pun bisa kena penyakit jantung jika jantungnya terinfeksi. Infeksi bisa langsung menyerang jantung (endocarditis, myocarditis, pericarditis) atau di luar jantung yang bisa berkomplikasi ke jantung, seperti jika anak terserang infeksi difteria (di tenggorokan).
Kelainan aliran listrik otot jantung juga sering mengenai orang muda, sehingga irama dan debar jantung jadi tidak normal. Dan fungsi jantung juga bisa terganggu bila kekurangan elektrolit tertentu (kalium, misalnya) fungsi jantung bisa kacau juga, seolah sakit jantung. Demikian pula pengaruh kuat nikotin, obat tidur, obat penenang.

3. Wanita terbebas dari penyakit jantung.
Tidak. Sebelum usia menopause, wanita memang lebih kecil risiko terkena dibanding pria. Namun, setelah menopause, risiko wanita terkena penyakit jantung koroner menjadi sama besar dengan pria. Hal ini sering dilupakan, sehingga luput mendapat perhatian.
Namun, selama usia reproduktif pun wanita masih mungkin kena penyakit jantung jika kegemukan, lemak darah tinggi, mengidap darah tinggi, kencing manis, atau memiliki anomali pada pembuluh besar jantung, perokok berat, mengonsumsi obat pengurus badan golongan amfetamin atau phenfluramin,fentermine. Obat-obat golongan ini sudah ditarik dari peredaran.
Amphetamine memang bukan obat kurus, sebab dipakai dengan memanfaatkan efek sampingnya yang bikin tak suka makan, sedangkan obat pengurus (golongan Phen-fen) bisa bikin katup jantung menggelambir, sehingga fungsi jantung terganggu dan berakhir dengan payah jantung.

4. Penyakit jantung hanya satu macam.
Tidak. Sudah disebut di atas, penyakit jantung bisa bawaan, sejak lahir sudah diidap. Bisa juga sebab infeksi, dan yang paling sering penyakit jantung koroner, kalau bukan payah jantung (gagal jantung).
Infeksi pada jantung bisa oleh kuman dan virus. Paling sering infeksi pada katup jantung. Katup yang terinfeksi (SBE, Subacute Bacterial Endocarditis) menyisakan kerusakan pada katup, sehingga fungsi katup jantung menjadi tidak normal. Jika kerusakan katupnya berat dan berlangsung lama, bisa berakhir dengan gagal jantung juga.
Bukan cuma itu. Kelainan katup jantung akibat infeksi, sewaktu-waktu butiran-butiran lemak dan sisa infeksi pada katup bisa luruh dan terlepas hanyut terbawa aliran darah. Hanyutnya butiran lemak dan sisa infeksi ini yang bisa tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga dapat berakhir dengan stroke.
Jantung koroner terjadi jika pembuluh darah koroner yang memberi makan bagi otot jantung tersumbat. Sumbatan bisa berasal dari dinding pembuluh darah koronernya sendiri yang semakin menebal oleh karat lemak (atherosclerosis), bisa juga oleh kiriman butiran lemak, bekuan darah, atau sampah darah yang berasal dari luar jantung. Emboli (terhanyutnya benda sampah dalam darah) sehabis melahirkan, sewaktu operasi sedot lemak, risiko bedah besar, patah tulang terbuka.
Jantung menjadi payah atau gagal jantung terjadi bila darah tinggi dibiarkan tinggi selama puluhan tahun. Pada darah tinggi, jantung bekerja ekstra berat. Akibat jantung harus memompakan darah lebih kuat dari normal, lama-kelamaan otot jantung menjadi semakin tebal dan jantung membengkak. Pembengkakan berlangsung terus sampai satu titik, pada saat jantung sudah tidak bisa berkompensasi untuk melar lagi. Pada saat itulah terjadi serangan gagal jantung (decompensatio cordis).

5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung.
Bisa. Kendati jantungnya tak kurang suatu apa, namun bisa terkena penyakit jantung yang berasal dari luar jantung. Jika jiwa gundah terus, rasa cemas, rasa waswas, jantung bisa mendadak berdebar tak tentu.
Rasa berat di dada, rasa ada yang mendesak di kerongkongan, jantung berdebar, disertai rasa gundah gelisah, kemungkinan yang sakit jiwanya, dan bukan jantungnya. Tanpa perlu diberi obat jantung dan cukup penenang jiwa, keluhan jantung umumnya akan mereda sendiri.
Demikian pula penyakit jantung yang berasal dari kelewat aktifnya kelenjar gondok (hyperthyroidism). Semakin tinggi hormon gondok di dalam darah, semakin kuat debar jantung akibat tensi darah meninggi. Jika tensi darah meninggi pada penyakit gondok dibiarkan, lama-kelamaan jantung bisa payah juga. Jantung lalu membengkak juga.
Komplikasi infeksi difteri pada anak-anak, pada minggu ketiga sakit, bisa menyerang jantung. Racun kuman difterianya mengganggu fungsi jantung. Namun, begitu racun dijinakkan, jantung bisa pulih kembali.
Kasus anemia (kekurangan Hb) yang berat dan dibiarkan untuk waktu lama bisa membebani jantung juga. Oleh karena kadar Hb (pengangkut oksigen) rendah, darah kurang penuh membawa oksigen, dan itu tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Supaya oksigen yang diangkut darah mencukupi kebutuhan sel, jantung perlu bekerja lebih keras. Dan oleh karena jantung bekerja lebih keras, lama-lama jantung membengkak juga (seperti akibat darah tinggi).

6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke.
Ada. Bukan sedikit serangan stroke penyumbatnya berasal dari jantung. Jika katup jantung melepaskan butiran bekuan darah atau sisa bekas infeksi katup, sampah dalam darah itu akan hanyut dan memasuki pembuluh darah otak, lalu menyumbat di sana.
Bisa juga sebab fungsi pemompaan jantungnya sendiri yang sudah melemah, baik tenaga maupun iramanya. Bila ini terjadi, maka aliran darah selain tidak deras, sering berpusing. Aliran berpusing dan tak deras ini yang berisiko menimbulkan serangan stroke, sebab selain aliran darah melemah, kemungkinan darah juga mengangkut hanyutan benda-benda penyumbat yang luruh akibat aliran berpusing tersebut.

7. Penyakit jantung itu turunan.
Tidak. Penyakit jantung bukan turunan. Kendati orangtua berpenyakit jantung, anak belum tentu kena penyakit jantung. Yang diturunkan kencing manis dan darah tingginya. Kencing manis dan darah tinggi, termasuk kegemukan, jika tidak dikendalikan bisa berakhir dengan jantung koroner kalau bukan payah jantung juga.

8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah.
Dapat. Malah justru lebih mudah dan lebih murah mencegah penyakit jantung ketimbang harus menderita dan menanggung ongkos berobatnya. Kita tahu semua penyebab penyakit jantung ada yang mulai dari sejak di kandungan.
Itu maka semua ibu hamil yang berisiko punya riwayat mengidap penyakit toxoplasmosis (senang pada kucing), atau cytomegalo virus (lewat berciuman dengan yang mengidap virus tersebut), atau campak jerman (dan herpes genital), sebaiknya memeriksakan darah dulu sebelum hamil (pemeriksaan darah TORCH).
Jika ternyata ada salah satu dari TORCH yang positif dan penyakitnya masih aktif, jangan hamil dulu sampai penyakitnya sudah diterapi sehingga tidak aktif lagi.
Infeksi jantung sering berasal dari infeksi kuman tenggorokan (streptococcus beta haemolyticus). Jika kuman ini menjalar ke jantung, terjadilah infeksi jantung (SBE). Maka setiap ada serangan infeksi tenggorokan, apalagi kalau dari pemeriksaan sediaan apus lendir tenggorok terbukti positif kuman tersebut, obati sampai tuntas (biasanya sampai beberapa minggu antibiotika tanpa boleh putus). Jika tidak tuntas, berisiko akan berkomplikasi ke jantung.
Kecukupan elektrolit (waspada jika sering muntah menret, kurang makan buah dan sayur), dan trace elements buat jantung termasuk selenium, mangan, magnesium, jangan sampai kurang. Dan bila mengidap darah tinggi secepatnya dikendalikan. Begitu pula jika kencing manis, penggundah, dan jiwa gampang goyah, segera diatasi.

9.Terkena penyakit jantung sebab sering dikageti.
Bukan. Orang sering kaget atau dikageti tidak mungkin menjadi sakit jantung. Kecuali memang sudah mengidap lemah jantung, keterkejutan fisik, bahkan kerkejutan mental pun bias bikin penyakit jantung yang sebetulnya sudah terkendali, bisa kumat. Jantung yang sehat dan normal tidak bakal "copot" kendati rajin dikageti.

10. Penyakit jantung muncul sebab mengonsumsi menu jantung pisang.
Tidak benar. Tidak ada korelasi antara doyan makan sayur jantung pisang dengan penyakit jantung. Zaman kakek nenek dulu, gudeg atau keluban jantung pisang menu yang tergolong eco sekali. Dan buktinya orang dulu tak ada yang kena jantungan gara-gara menu hariannya sering memilih sayur jantung pisang. (Sumber. Kompas Cyber Media)


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, March 9, 2011

More About Heart Disease

What is Heart disease?

There are many types of heart disease. About 25% of all Americans have one or more types of cardiovascular disease. The major types of heart disease are atherosclerosis, coronary, rheumatic, congenital, myocarditis, angina and arrhythmia. Heart disease can arise from congenital defects, infection, narrowing of the coronary arteries, high blood pressure, or disturbances.

The first stages of heart disease are lesions and cracks forming in the blood vessel walls normally at the points of highest pressure or stress (near the heart). The second stage is the body trying to repair itself by depositing fatty substances (cholesterol, lipoproteins) inside the blood vessels to fill the cracks. Over time, without the proper body nutrient, vitamin C, to help keep the blood vessel walls from cracking and requiring constant repair, these fatty substances can begin to build up and clog the blood vessels causing stroke and heart attack.

Symptoms of Heart disease

Symptoms of heart disease varies according to the type of heart disease. Unfortunately, some heart diseases cause no symptoms early in its course. When symptoms occur, they vary from person to person. Symptoms may may include chest pain, shortness of breath, weakness and fatigue, palpitations (the sensation of the heart beating in the chest), lightheadedness, and fainting, or feeling about to faint.

Can Heart disease be prevented?

Some forms of heart disease can be prevented. To prevent coronary heart disease, one must exercise consistently, have a low salt and low fat diet, restrain from smoking and lose a couple of pounds if overweight. Healthy diets also help prevent heart disease.

Women and heart disease

Since 1984, heart attack, stroke and other cardiovascular diseases have killed more women than men.

Women who snore regularly may increase their risk of heart attack or stroke by 33% notes a researcher from the Harvard School of Public Health of Cambridge, Massachusetts. A temporary shortage of oxygen during snoring can activate the sympathetic nervous system, like heart rate and breathing, possibly leading to high blood pressure.

More than 1 out of 5 women have some form of cardiovascular disease.

Cardiovascular diseases kill more women than all forms of cancer, chronic lung disease, pneumonia, diabetes, accidents and AIDS combined.

In 64% of women who died suddenly of coronary heart disease, there were no previous symptoms of this disease.

What is a heart-healthy diet?

A heart-healthy diet is a diet high in vitamin C , low in sodium, cholesterol, and fat. Foods that best meet these requirements are whole grains, fruits, and vegetables. A diet high in sodium, fat and cholesterol is associated with higher blood pressure, increased weight, and elevated blood cholesterol levels, all of which increase the chances that atherosclerosis will occur.

Bad News about heart disease

* Individuals suffering from heart disease are at risk of having a stroke.
* Menopause increases a woman's risk for heart disease.
* When a woman has a heart attack, she has a poorer chance of survival than a man does. The poorer chance of survival is largely because women usually have vague symptoms that can result in delayed care.
* Heart disease kills more women each year than all forms of cancer, chronic lung disease, pneumonia, diabetes, accidents and AIDS combined.
* Individuals who suffer from depression are three to four times more likely to die of cardiac causes than individuals who do not suffer from depression.
* Heart attacks and strokes could be an early form of scurvy.

Heart Disease in the News

According to the National Heart Foundation, winter is the most dangerous season for people with all types of heart conditions. Why? Researchers think respiratory infections like the flu, pneumonia, and bronchitis pose a special threat for people with heart conditions.

Good news about heart disease

Without cardiac disease people would live seven years longer. Vitamin C helps prevent development of heart disease.

Sumber : http://www.mamashealth.com


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, March 4, 2011

Tips Mengatasi Jantung Berdebar

Jantung berdebar atau dalam bahasa kedokteran disebut takikardi jika oleh suatu keadaan denyut jantung melebihi 100 kali per menit. Banyak hal yang bisa menyebabkan jantung berdebar seperti masalah sirkulasi darah, tekanan darah tinggi atau kolesterol, kekurangan kalium dan aritmia.

Gejala jantung berdebar antara lain rasa tidak nyaman di dada, sulit bernafas, detak jantung tidak teratur, nyeri dada, dan kepala terasa ringan. Pada kondisi serius perlu penanganan dokter segera, namun sebelum ke dokter atau pada gejala ringan anda dapat melakukan hal hal sebagai berikut:

Hindari Stimulan
Stimulan dapat merangsang denyut jantung dengan cara mempercepat metabolisme dan melepaskan adrenalin. Jadi, hindari dengan pasti kopi atau teh berkafein, minuman bersoda, minuman berenergi, dan obat obatan yang mengandung kafein.

Konsumsi Kalium
Kadar kalium yang rendah pada darah akan menyebabkan takikardi, jadi jika anda merasa kurang mengkonsumsi kalium dalam makanan, cobalah minum multivitamin atau suplemen yang mengandung kalium. Makanan yang mengandung kalium dalam jumlah besar yaitu pisang, kentang, padi dan sayuran.

Meditasi
Meditasi adalah kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan fungsi tubuh dengan cara berkonsentrasi pada salah satu diantaranya sehingga tercapai hal hal yang menenangkan. Dengan belajar bagaimana cara relaksasi maka anda juga belajar menurunkan denyut jantung.

Jangan Cemas
Kecemasan juga membuat tubuh melepaskan adrenalin yang menyebabkan denyut jantung berdetak lebih cepat.

Makanlah Serat
Jika anda mengalami takikardi yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau masalah sistem sirkulasi yang lain maka anda harus mulai mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat. Serat ini akan mengikis lapisan lemak pada pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Minumlah juga air yang cukup dan hindari mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh.

Olah Raga
Olah raga ringan yang dilakukan secara bertahap sangat bagus untuk menguatkan otot otot jantung. Tapi ingat, jangan melakukan olah raga yang berlebihan karena malah tidak baik untuk jantung dan rawan terkena serangan jantung.

Sumber : http://www.medisiana.com/tips-kesehatan/tips-mengatasi-jantung-berdebar.html


Baca artikel selengkapnya .......

Saturday, February 26, 2011

Daging Ikan Kuatkan Jantung

Ketua PKK Kabupaten Kediri Haryanti Sutrisno mengatakan, mengonsumsi ikan bukan hanya menyehatkan badan, tetapi juga menguatkan jantung.

“Ikan kaya akan protein. Selain baik untuk dikonsumsi, daging ikan juga bisa memperkuat jantung,” kata Haryanti yang berprofesi sebagai dokter saat ditemui seusai peresmian Pekan Ikan Kediri (PIK) di Sentra Aquabis Perikanan (SAP) Desa Tunglur, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Senin (18/5).

Ia juga mengatakan, daging ikan cocok untuk segala umur, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan, daging ikan juga sangat baik untuk pertumbuhan janin yang berada dalam tubuh ibu.

Ia menjelaskan, mengonsumsi daging ikan lebih banyak efek negatifnya, di antaranya dapat membuat emosi lebih stabil, menghaluskan serta mencerahkan kulit, meningkatkan kecerdasan anak, dan menjaga stamina.

Daging ikan, menurut dia, berbeda dengan daging sapi maupun kambing, yang tingkat kerawanan penyakit lebih tinggi, seperti kolesterol.

Ia menolak anggapan sebagian masyarakat yang mengatakan daging ikan banyak mengandung cacing, bahkan dapat menyebabkan cacingan. “Makan ikan dapat menyebabkan cacingan itu hanyalah mitos saja,” katanya menegaskan.

Pihaknya berharap, warga masyarakat tidak ragu lebih memilih daging ikan ketimbang lainnya. Selain harganya relatif lebih murah ketimbang daging hewan lainnya, juga lebih menyehatkan.

Gerakan makan daging ikan sudah diserukan oleh PKK Kabupaten Kediri sejak 2004. Sesuai anjuran Departemen Kelautan dan Perikanan, dengan niatan agar masyarakat mengonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah yang disyaratkan bagi kesehatan.

kompas.com,18 Mei 2009-


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, February 22, 2011

Inilah 6 Gejala Serangan Jantung

Data di Amerika menunjukan sejuta orang Amerika mengalami serangan jantung tiap tahun. Serangan jantung atau dalam bahasa kedokteran disebut myocardial infarction (MI) merupakan kerusakan permanen yang terjadi pada otot jantung akibat terputusnya suplai darah ke otot tersebut.

Terputusnya aliran darah ke otot jantung umumnya disebabkan oleh penyumbatan pada salah satu atau kedua pembuluh darah arteri koroner yang melayani otot otot jantung. Karena yang bermasalah adalah pembuluh darah koroner maka penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit jantung koroner.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat maka pasien serangan jantung dapat kembali melakukan aktifitas normal yang terbatas. Namun bila terlambat atau salah penanganan maka kematianlah yang terjadi.

Penanganan cepat hanya bisa dilakukan bila gejal serangan dapat diketahui secara dini, berikut beberapa gejala yang umum terjadi pada saat serangan jantung:
- Rasa tidak nyaman pada dada kiri. Perasaan dada seperti ditindih benda berat.
- Perasaan tidak nyaman menjalar ke lengan kiri, leher dan rahang.
- Perut terasa kembung dan full. Perasaan tersedak atau nyeri di ulu hati yang mirip maag.
- Keringat dingin, mual, muntah, pusing.
- Sangat lemas atau kelelahan, gelisah, nafas pendek.
- Detak jantung cepat dan tidak beraturan.

Sayangnya beberapa orang mengalami serangan jantung tanpa disertai gejala misalnya pada penyandang diabetes. Hal ini tentu membuat mereka yang menderita penyakit ini lebih waspada.

Sumber : http://www.medisiana.com/penyakit/non-infeksi/inilah-6-gejala-serangan-jantung.html


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, February 7, 2011

Mungkinkah serangan Jantung-Pembuluh Darah dicegah hanya dengan mengkonsumsi obat sekali sehari?

Pesatnya perkembangan kasus penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di negara kita, bisa kita lihat dari laporan WHO di Jenewa tahun 1998. Prosentase jumlah kematian dengan penyebab utama akibat serangan Jantung dan Pembuluh darah menurun di negara maju. Tahun 1985 angkanya pada 51%, sedangkan tahun 1990 menurun mencapai 48% dan pada tahun 1997 sudah mencapai 46%. Trend ini berbeda dengan negara berkembang yang angkanya meningkat terus. Dari 16% (1985) menjadi 17% (1990) hingga 24% (1997). Survei Kesehatan Rumah Tangga di Indonesia memperoleh hasil yang sama. Tahun 1985 hanya 5,9% namun meningkat menjadi 9,1% di tahun 1990 dan akhirnya pada tahun 1997 tercatat 19%.

Penelitian lebih detail yang dilakukan oleh Prof Dede Kusmana pada tahun 2002, dengan judul “Pengaruh tidak/stop merokok disertai olahraga teratur, dan/atau pengaruh kerja fisik terhadap daya survival penduduk di Jakarta: penelitian KOHORT selama 13 tahun” (Disertasi) 2002. hal. 88, melukiskan bahwa serangan Kardiovaskuler menduduki tempat pertama (42,9%) dibandingkan serangan penyebab kematian yang lain seperti: Stroke (26,8%), Lung (9,8%) dan Cancer (5,4%).

Dalam slide berikutnya, Prof Dede memaparkan hasil penelitiannya tahun 2002 yang melukiskan bahwa terdapat hubungan antara Penyakit Jantung dan Stroke. Makin parah penyakit hipertensinya maka harapan hidupnya menjadi lebih rendah. Karena itu sangat penting bagi para dokter untuk menjaga tekanan darah pasiennya, berapapun usianya.

Obat Anti Hipertensi yang bekerja dalam 24 jam

Salah satu ‘kerepotan’ penderita dalam menjalankan terapi anti hipertensi adalah produk yang dipergunakan harus diminum dua atau tiga kali sehari. Untuk jangka pendek, mungkin hal ini tidak terlalu merepotkan, namun jika hal ini dilakukan terus menerus seumur hidup (umumnya obat hipertensi), bukan tidak mungkin bisa terlewatkan waktu minum obat.

Mengantisipasi hal tersebut, baru-baru ini, PT Kalbe Farma memperkenalkan obat dengan merk dagang Divask yang berisi zat aktif Amlodipine Besylate. Terdapat 2 dosis yang saat ini tersedia yaitu tablet 5 mg dan 10 mg. Cara kerja obat yang hanya cukup diminum sehari sekali tersebut adalah dengan menghambat masuknya ion calcium ke dalam otot jantung dan otot polos pembuluh darah. Dengan penghambatan ini maka kontraksi baik otot jantung maupun otot polos pembuluh darah (terutama pembuluh darah perifer) adakan menurun atau mengalami vasodilatasi. Pada akhirnya aktifitas Divask adalah menurunkan tekanan darah. Untuk menjamin produk ini, Divask telah diuji Bio Availabiliti dan Bio Ekuivalensi (BA BE) di Departement Farmakologi Klinik FK UGM pada tahun 2006.

Hati-hati pada mereka yang mengalami gangguan liver

Karena zat aktif Divask (Amlodipine Besylate) hampir seluruhnya (90%) di metabolisme di hati, maka penggunaan obat ini pada mereka yang telah mengalami gangguan hati harus dimonitor dengan teliti. Begitu juga pada mereka yang mengalami gagal jantung atau usia lanjut.

Sumber : http://drhandri.wordpress.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, December 20, 2010

Minyak Ikan Stabilkan Jantung

KEBIASAAN mengonsumi minyak ikan menurut hasil beberapa penelitian memang memiliki khasiat bagi kesehatan khususnya jantung. Dalam sebuah studi klinis terbaru di Australia, manfaat minyak ikan kembali mendapatkan dukungan.

Berdasar riset, konsumsi suplemen minyak ikan secara teratur mampu menurunan ketidakstabilan elektris pada jantung, khususnya pada pasien yang mengidap kelainan detak atau ritme jantung.

¨Pengaruh kestabilan ini mungkin suatu cara di mana minyak ikan dapat menurunkan risiko kematian pada pasien pengidap penyakit jantung dan pembuluh darah,¨ Dr Glenn D Young dari Royal Adelaide Hospital, Australia seperti dikutip Reuters Health.

¨Hasil riset ini tentu akan mendukung penggunaan minyak ikan atau pun konsumsi ikan lebih luas lagi pada pasien pengidap penyakit jantung koroner,¨ tambah Young.

Beberapa riset sebelumnya melaporkan bahwa peningkatan konsumsi ikan atau pun minyak ikan berdampak pada penurunan risiko kematian akibat serangan jantung. Fakta ini pun lalu memunculkan ide bahwa minyak ikan dapat menyeimbangkan atau menstabilkan ritme jantung.

Dalam riset tentang minyak ikan ini, Young dan rekannya melibatkan 26 pasien pengidap gangguan ritme jantung yang disebut ventricular tachycardia. Di dalam jantung para partisipan ini tertanam alat pacu jantung.

Sebanyak 22 partisipan diharuskan mengonsumsi 3 gram minyak ikan setiap hari selama enam minggu, sedangkan sisanya tidak. Pada awal penelitian elektropsikologi, Young dkk masih dapat merangsang timbulnya ventricular tachycardia melalui program stimuli ekstra pada seluruh partisipan.

Pada penelitian elektropsikologi kedua, 42 persen pengguna minyak ikan tidak mengalami ventricular tachycardia sedangkan pada kelompok lain prosentasenya hanya tujuh persen.

Selain itu, 42 persen pengguna minyak ikan membutuhkan stimulasi yang lebih agresif untuk menimbulkan gejala ventricular tachycardia, sedangkan pada kelompok lain prosentasenya 36 persen.

Minyak ikan merupakan asupan minyak essential yang mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Suplemen minyak ikan biasanya berasal dari ikan laut perairan dalam dan dingin yang diekstrak dari jaringan hati ikan Cod atau jaringan lemak ikan salmon.

Dalam suplemen minyak ikan biasany terkandung asam lemak kaya manfaat seperti Omega 3 (EPA & DHA), Vit A dan Vit D. Salah satu sumber DHA & EPA ALAMI adalah suplemen minyak ikan dari hati ikan cod atau sering disebut Cod Liver Oil. Ikan Cod merupakan ikan No.2 yang memiliki kandungan minyak terbanyak setelah Ikan Hiu.

kompas.com,24 April 2008


Baca artikel selengkapnya .......

Saturday, October 2, 2010

Rheumatic Heart Disease

Rheumatic heart disease (RHD) is a condition in which permanent damage to heart valves is caused by rheumatic fever. Rheumatic fever begins with a strep throat from streptococcal (STREP'to-KOK'al) infection. As many as 39% of patients with acute rheumatic fever may develop varying degrees of pancarditis with associated valve insufficiency, heart failure, pericarditis, and even death.

With chronic rheumatic heart disease, patients develop valve stenosis with varying degrees of regurgitation, atrial dilation, arrhythmias, and ventricular dysfunction. Chronic rheumatic heart disease remains the leading cause of mitral valve stenosis and valve replacement in adults in many countries including in Indonesia.

# What are the symptoms of rheumatic heart disease?

The symptoms of rheumatic heart disease vary and damage to the heart often is not readily noticeable. When symptoms do appear, they may depend on the extent and location of the heart damage. The symptoms of rheumatic heart disease vary and damage to the heart often is not readily noticeable. When symptoms do appear, they may depend on the extent and location of the heart damage.

* Fever.
* Weight loss.
* Fatigue.
* Stomach pains.
* Joint inflammation - including swelling, tenderness, and redness over multiple joints. The joints affected are usually the larger joints in the knees or ankles. The inflammation "moves" from one joint to another over several days.
* Small nodules or hard, round bumps under the skin.
* A change in your child's neuromuscular movements (this is usually noted by a change in your child's handwriting and may also include jerky movements).
* Rash (a pink rash with odd edges that is usually seen on the trunk of the body or arms and legs).


# How to treat of rheumatic heart disease :

Medical therapy is directed toward eliminating the group A streptococcal pharyngitis (if still present), suppressing inflammation from the autoimmune response, and providing supportive treatment for congestive heart failure. But the specific treatment for rheumatic heart disease will be determined by your physician based on:

1. your overall health and medical history
2. extent of the disease
3. your tolerance for specific medications, procedures, or therapies
4. expectations for the course of the disease
5. your opinion or preference

Since rheumatic fever is the cause of rheumatic heart disease, the best treatment is to prevent rheumatic fever from occurring. Oral penicillin V remains the drug of choice for treatment of group A streptococcal pharyngitis. When oral penicillin is not feasible or dependable, a single dose of intramuscular benzathine penicillin G is therapeutic. For patients who are allergic to penicillin, administer erythromycin or a first-generation cephalosporin.

Other options include clarithromycin for 10 days, azithromycin for 5 days, or a narrow-spectrum (first-generation) cephalosporin for 10 days. To reduce inflammation, aspirin, steroids, or non-steroidal medications may be given. Surgery may be necessary to repair or replace the damaged valve.

# Can Rheumatic Heart Disease be Prevented?

The best way to prevent rheumatic heart disease is to seek immediate medical attention to a strep throat and not let it progress to rheumatic fever. The Nurses also have a role in prevention, primarily in screening school-aged children for sore throats that may be caused by Group A streptococci(especially Group A β Hemolytic Streptococcus pyogenes).

Persons who have previously contracted rheumatic fever are often given continuous (daily or monthly) antibiotic treatments, possibly for life, to prevent future attacks of rheumatic fever and lower the risk of heart damage.


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, August 31, 2010

Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung saat ini masih menjadi momok yang menakutkan, menempati urutan pertama penyebab kematian, dan penyakit ini adalah penyakit yang sulit diprediksi waktu penyerangannya. Orang yang sedang duduk tenang bisa saja tiba-tiba terserang penyakit jantung dan meninggal. Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation/WHF) memperkirakan penyakit kardiovaskuler akan menjadi penyebab utama kematian di Asia pada 2010. Oleh karena itu, diharapkan dengan pencanangan program “Indonesia Sehat 2010″ oleh Departemen Kesehatan RI, angka kematian akibat penyakit jantung dapat ditekan hingga batas yang paling rendah.

Sesungguhnya tidak sulit untuk menekan risiko ancaman penyakit jantung. Untuk langkah awal, Anda dapat mengikuti beberapa kiat berikut ini:

1. Menyesuaikan pola makan

* Cobalah mengonsumsi lebih banyak makanan seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, biji-bijian, dan yogurt.
* Lakukan diet jantung sehat. Membatasi masuknya lemak pada tubuh penting bagi kesehatan. Tubuh seharusnya mengandung lemak yang ideal. Kelebihan lemak pada tubuh memberikan risiko pada jantung. Apabila Anda tidak mengontrol asupan lemak, terutama lemak jenuh, maka Anda akan berisiko terkena penyakit jantung koroner. Lemak jenuh berbahaya karena akan merangsang hati untuk memproduksi kolesterol. Apabila ini terjadi, kolesterol darah akan meningkat lalu mengendap. Endapan ini kemudian menyumbat aliran darah dan oksigen, sehingga bisa menyebabkan metabolisme sel otot jantung terganggu. Sumber-sumber lemak jenuh terdapat pada lemak sapi, keju, kambing, susu, makanan bersantan, dan gorengan.

* Makan makanan yang mengandung betakaroten seperti wortel, kubis, dan umbi-umbian.
* Kurangi asupan natrium, tidak lebih dari 1 1/4 sendok teh garam dalam sehari. Garam dapat menyebabkan hipertensi yang nantinya dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.
* Makan secara teratur, minum air secukupnya, dan ubah kebiasaan minum kopi dan teh.
* Hindari minuman beralkohol karena alkohol dapat merusak otot cardiac yang dapat meningkatkan terjadinya serangan jantung.

Berikut daftar makanan yang dapat meningkatkan kesehatan jantung.

* Salmon. Ikan merupakan sumber omega-3 yang berfungsi untuk mengurangi risiko penyempitan aliran darah. Salmon dan beberapa ikan laut seperti tuna dan sarden merupakan contoh ikan laut yang baik demi kesehatan terutama kesehatan jantung. Meskipun demikian, kita juga perlu memperhatikan cara pengolahannya sehingga dapat berfungsi maksimal. Cara pengolahan terbaik untuk salmon adalah dengan di-grill sehingga tidak mengandung terlalu banyak minyak.
* Minyak Zaitun. Minyak zaitun berfungsi untuk menurunkan kolesterol LDL. Anda dapat gunakan minyak zaitun ini sebagai pengganti minyak untuk masak. Selain dapat digunakan sebagai minyak untuk memasak, minyak zaitun ini juga aman diminum dalam ukuran 1 sloki per harinya.
* Gandum. Gandum mengandung serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan kolesterol LDL. Untuk gandum ini, ada tersedia berbagai macam minuman gandum (oat meal) di supermarket. Selain itu anda juga bisa mulai mengkonsumsi roti gandum sebagai pengganti roti tawar.
* Apel. Apel mengandung serat dan quercetin yang dimana berfungsi sebagai anti-inflamasi dan membantu pencegahan penyempitan aliran darah.
* Almond. Almond dan beberapa kacang-kacangan mengandung vitamin E dan beberapa kandungan yang membantu menjaga kolesterol di batas normal. Almon juga merupakan salah satu sumber protein dan serat yang baik.
* Anggur Merah (Red Wine). Anggur merah ini mungkin agak sulit ditemui di Indonesia dan mungkin hanya ada beberapa pusat perbelanjaan yang menjualnya. Namun tidak ada salahnya jika kita bisa berusaha mendapatkannya, karena anggur merah ini mengandung antioksidan yang disebut resveratrol dan ini sudah terbukti telah menjadi sangat baik bagi kesehatan. Kita perlu mengonsumsi anggur merah perlu 4-8 ons per hari.
* Tomat. Tomat juga telah terbukti dapat mengurangi risiko terjadinya sakit jantung. Namun yang menarik adalah tomat yang telah dimasak jauh lebih baik dibandingkan dengan tomat mentah karena saat terkena suhu tertentu tomat mengeluarkan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh dan bahkan dapat mengurangi risiko terkena sakit kanker.
* Kedelai. Kedelai telah terbukti memiliki kadar protein tinggi yang dapat menggantikan daging merah (misalnya daging sapi) dan tidak mengandung lemak yang tinggi, sehingga bahan makanan yang terbuat dari kedelai seperti tahu dapat menjadi alternatif pilihan makanan sumber protein pengganti daging.
* Bawang putih. Bawang putih tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu penyedap. Para peneliti dari University Alabama belum lama ini telah berhasil mengungkap misteri khasiat bawang putih lainnya, yakni bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Kuncinya adalah allicin dalam bawang putih yang diuraikan menjadi senyawa sulfat. Senyawa ini bereaksi dengan darah merah dan menghasilkan sulfida hidrogen yang merenggangkan saluran darah dan membuat darah mudah mengalir
* Kacang Hijau. Selain kaya nutrisi, kacang hijau juga kaya akan serat yang bagus untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Kacang hijau juga murah dan mudah didapat, cocok sebagai sumber protein nabati yang murah setelah tempe atau tahu. Kacang hijau mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.
* Cokelat. Kandungan di dalam coklat gelap sebesar 74 persen berupa butiran cocoa (buah bahan dasar cokelat) secara signifikan mendorong aliran darah menjadi lebih lancar. Sementara cokelat putih yang mengandung 4 persen cocoa tidak memberikan efek apa pun. Cokelat, makanan lezat dan identik dengan cinta kasih itu memiliki asupan antioksidan yang cukup bagi tubuh, sehingga memberi manfaat besar bagi kesehatan aliran darah dan jantung. Selain itu Cokelat juga memiliki kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (Kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

2. Merubah pola dan gaya hidup

* Olahraga secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 25%. Bila Anda mengimbanginya dengan menjaga berat badan atau melakukan diet seimbang bahkan menghasilkan penurunan risiko yang amat signifikan. Aktivitas olahraga terbukti memperlancar aliran darah secara alami ke jantung. Aktivitas ini juga dapat menguatkan kontraksi pada jantung sehingga jantung akan memompa darah lebih banyak dengan tenaga lebih sedikit. Para ahli kesehatan menyarankan agar olahraga rutin setidaknya dilakukan seminggu dua kali dengan waktu 30-60 menit, ini cukup memberikan kontribusi positif bagi kesehatan jantung Anda.
* Pertahankan berat badan seimbang. Mempertahankan berat badan seimbang perlu dilakukan, karena seiring meningkatnya berat badan maka risiko penyakit jantung melalui tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes akan meningkat. Cara mengetahui berat badan seimbang adalah dengan menghitung indeks berat badan. Cara umum dan sederhana yang kita kenal adalah, tinggi badan dikurangi 110. Misal tinggi Anda 180 cm lalu dikurangi 110 maka berat badan Anda seharusnya berkisar 70 kg, lebih sekitar 2 atau 3 kilogram masih dianggap ideal. Ada juga dengan cara menghitung lingkar pinggang. Umumnya lingkar pinggang pria tidak lebih dari 40 inchi, sedangkan lingkar pinggang wanita 35 inchi.
* Manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk melakukan aktivitas fisik. Apabila Anda mengendarai kendaraan bermotor, usahakan untuk memarkirnya sedikit lebih jauh dari tempat tujuan agar Anda terbiasa berjalan.
* Lakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, membersihkan rumah sebagai tambahan olahraga Anda. Pertahankan berat badan ideal Anda.
* Berhentilah merokok karena tembakau membuat pembuluh darah arteri menjadi sempit, sehingga bisa menyebabkan serangan jantung. Tembakau mengandung lebih dari 4.800 bahan kimia. Salah satu bahan yang terkandung dalam rokok adalah bahan kimia pembuat cat atau piloks.
* Istirahat yang cukup. Atur jadwal kegiatan harian Anda agar terhindar dari stres.
* Lakukanlah latihan yang berguna untuk mengurangi stres seperti terapi relaksasi, yoga, dan meditasi. Banyak tertawa juga merupakan obat yang baik.

3. Periksakan kesehatan Anda secara teratur

* Ketahuilah riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah dalam silsilah keluarga Anda.
* Lakukan medical check up secara berkala, termasuk di dalamnya adalah memonitor tekanan darah dan kolesterol tubuh Anda. Mengetahui tekanan darah dan kadar kolesterol dengan memeriksa kesehatan secara rutin merupakan bagian dari pola hidup sehat. Sebaiknya periksa tekanan darah Anda setidaknya dua tahun sekali. Untuk memeriksa kadar kolesterol Anda sebaiknya dilakukan minimal lima tahun sekali.

4. Minumlah obat-obat yang sudah diresepkan oleh dokter untuk Anda

5. Berilah dan dapatkan rasa kasih sayang dari orang-orang yang Anda sayangi

Sumber:
http://kesehatan.liputan6.com/berita/200909/245595/Kiat
http://www.infooke.com/gaya-hidup/kesehatan/makanan-untuk-kesehatan-jantung
http://www.arsip.net/id/link.php?lh=AAcKUVVQUF4C
http://budiboga.blogspot.com/2009/11/kacang-hijau-menjaga-kesehatan-jantung.html
http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=2060


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, August 20, 2010

Penyakit Serangan Jantung

Serangan jantung adalah suatu kondisi kesehatan yang sangat emergency untuk di tangani, Jika terlambat maka sangat mungkin penderita segera menemui ajalnya (kematian). Di Negara maju terutama di Amerika, Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomer satu dimana serangan jantung dialami lebih dari 1,5 juta penduduk disana. Begitu pula di Indonesia, Departemen Kesehatan RI dan Yayasan Penyakit Jantung mengemukakan bahwa sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.

Penyakit serangan jantung (Heart Attack) yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai Myocardial Infarction (MI), adalah kerusakan bahkan kematian otot jantung (myocardium) yang disebabkan terhentinya secara mendadak suplay darah (sebagai pembawa Oxygen) kedaerah tersebut sebagai akibat dari beberapa faktor. Misalnya ; Terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme (mengencangnya nadi koroner), akibat thrombus (penggumpalan darah) atau akibat adanya penyempitan dan penyumbatan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Serangan jantung yang diakibatkan oleh adanya spasme yang menimbulkan ter blokade nadi koroner ini akan hilang secara menyeluruh, baik nyeri atau keluhan lainnya disaat nadi koroner kembali rileks dan berfungsi seperti normalnya. Kondisi seperti ini disebut dengan crescendo angina atau coronary insufficiency. Apabila hal ini terjadi berkisar 20 sampai 40 menit, maka dapat menyebabkan otot jantung mengalami kematian (infark) sabagai dampak oxygen yang tidak dimilikinya karena suplay darah terhenti.

# Gejala Penyakit Serangan Jantung

Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda, Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik seperti :

1. Nyeri dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Nyeri dirasakan di dada bagian tengah, dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dibagian atas perut (pangkal tulang iga tengah bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycerin).

Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang merekle tidak merasakan apa-apa.

2. Sesak nafas, Biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).

3. Kelelahan atau kepenatan, Adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal. Akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang, Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa itu merupakan proses penuaan saja.

4. Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)

5. Pusing dan pingsan, Hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

6. Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.

7. Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.

# Faktor Penyebab Penyakit Serangan Jantung

Adapun secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain ; Kelainan jantung bawaan, Gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan Terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Dari ketiga hal tersebut, Penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor diatas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, diantaranya :

- Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
- Sering mengkonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi
- Menderita tekanan darah tinggi
- Menderita penyakit kencing manis (Diabetes)

# Diagnosis Penyakit Serangan Jantung

Dari keluhan yang dirasakan penderita, Dokter umumnya dapat langsung memberikan dugaan apakah itu tanda dan gejala serangan jantung atau bukan. Tentunya untuk memperkuat diagnosa yang ditegakkan, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung si penderita.

Selanjutnya dokter akan mengirim penderita untuk melakukan pemeriksaan ECG/EKG beserta pemeriksaan darah. Jika penderita saat itu masih merasakan nyeri, Pemberian obat akan dilakukan sebelum pemeriksaan itu dilakukan. Hal ini disebabkan bahwa nyeri yang amat sangat dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung bahkan kematian.

# Penanganan Penyakit Serangan Jantung

Setengah dari jumlah kematian akibat serangan jantung adalah terjadi pada 3 sampai 4 jam pertama setelah terjadinya gejala serangan dimulai. Jadi tindakan penanganan pada gejala awal serangan jantung adalah hal yang paling penting bagi tim medis.

Pemberian obat-obatan seperti aspirin tablet secara kunyah dapat membantu jika terjadi pembekuan darah pada pembuluh arteri koroner, Sedangkan jenis tablet beta-blocker diberikan untuk memperlambat kerja jantung sehingga tidak terlalu bekerja keras dan mengurangi kemungkinan rusaknya otot jantung. Selanjutnya yang utama adalah pemberian Oxygen, yang menolong memperkecil kerusakan jaringan otot.

Penderita yang mengalami serangan jantung (penyakit jantung) tentunya akan dirawat dirumah sakit khususnya pada ruangan intensif penyakit jantung, karena memerlukan pemantauan dan monitor yang intensif. Selain pemberian obat-obatan dirumah sakit, tindakan yang mungkin dilakukan oleh tim kesehatan (medis) adalah angioplasty atau coronary artery bypass surgery (pembedahan/pemotongan bagian artery yang bermasalah).

# Pencegahan Penyakit Serangan Jantung

Tindakan pencegahan antara lain yang dapat Anda lakukan adalah hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi, Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan, Kurangi atau stop minum alkohol, Melakukan olah raga secara teratur, Jika mengidap penyakit darah tinggi dan kencing manis hendaknya melakukan pengontrolan sesuai saran dokter secara teratur.


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, August 10, 2010

Penyakit Gagal Jantung

Penyakit Gagal Jantung yang dalam istilah medisnya disebut dengan "Heart Failure atau Cardiac Failure", merupakan suatu keadaan darurat medis dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung seseorang setiap menitnya {curah jantung (cardiac output)} tidak mampu memenuhi kebutuhan normal metabolisme tubuh.

Dampak dari gagal jantung secara cepat berpengaruh terhadap kekurangan penyediaan darah, sehingga menyebabkan kematian sel akibat kekurangan oksigen yand dibawa dalam darah itu sendiri. Kurangnya suplay oksigen ke otak (Cerebral Hypoxia), menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dan berhenti bernafas dengan tiba-tiba yang berujung pada kematian.

Gagal jantung kongestif pada bayi dan anak merupakan kegawatdaruratan yang sangat sering dijumpai oleh petugas kesehatan dimanapun berada. Keluhan dan gejala sangat bervariasi sehingga sering sulit dibedakan dengan akibat penyakit lain di luar jantung.

Kondisi pada penyakit gagal jantung bukanlah berarti bahwa jantung stop bekerja (cardiac arrest), melainkan jantung tidak lagi mampu memompakan darah sebagaimana tugasnya sehari-hari bagi tubuh seseorang.

# Klasifikasi Penyakit Gagal Jantung

Ruang Jantung terbagi atas empat ruang yaitu Serambi kanan dan serambi kiri yang dipisahkan oleh septum intratrial, kemudian Bilik kanan dan bilik kiri yang dipisahkan oleh septum interventrikular.

Gagal jantung dapat terjadi pada salah satu sisi bagian jantung, misalnya gagal jantung bagian sisi kiri atau gagal jantung bagian sisi kanan saja.

# Penyebab Penyakit Gagal Jantung

Gagal jantung dapat disebabkan oleh gangguan primer otot jantung itu sendiri atau beban jantung yang berlebihan ataupun kombinasi keduanya. Secara garis besar, faktor kemungkinan yang menyebabkan penyakit gagal jantung adalah orang-orang yang memiliki penyakit hipertenisi, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi), perokok, diabetes (kencing manis), obesitas (kegemukan) dan seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung serta tentunya pola hidup yang tidak teratur dan kurang ber-olah raga.

# Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Jantung

Tanda serta gejala penyakit gagal jantung dapat dibedakan berdasarkan bagian mana dari jantung itu yang mengalami gangguan pemompaan darah, lebih jelasnya sebagai berikut :

1. Gagal jantung sebelah kiri ; menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya dirasakan saat seseorang melakukan aktivitas, tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit maka sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Sedangkan tanda lainnya adalah cepat letih (fatigue), gelisah/cemas (anxity), detak jantung cepat (tachycardia), batuk-batuk serta irama degub jantung tidak teratur (Arrhythmia).

2. Sedangkan Gagal jantung sebelah kanan ; cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Sehingga hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, perut (ascites) dan hati (hepatomegaly). Tanda lainnya adalah mual, muntah, keletihan, detak jantung cepat serta sering buang air kecil (urin) dimalam hari (Nocturia).


# Diagnosa Penyakit Gagal Jantung

Biasanya, diagnosa ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala yang dikeluhkan ataupun yang terlihat langsung saat dilakukan pemeriksaan. Untuk memperkuat diagnosa, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, misalnya ;

1. Pemeriksaan fisik, adanya denyut nadi yang lemah dan cepat, tekanan darah menurun, bunyi jantung abnormal, pembesaran jantung, pembengkakan vena leher, cairan di dalam paru-paru, pembesaran hati, penambahan berat badan yang cepat, pembengkakan perut atau tungkai.
2. Pemeriksaan Rontgen atau X-ray (ronsen), pada bagian dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru.
3. Pemeriksaan ekokardiografi (menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan jantung) dan elektrokardiografi (menilai aktivitas listrik dari jantung).

# Pengobatan Penyakit Gagal Jantung

Dalam penatalaksanaan atau perawatan pasien dengan kasus penyakit gagal jantung, ada tiga hal mendasar yang menjadi acuan, diantaranya ; Pengobatan terhadap Gagal jantung sendiri, Pengobatan terhadap penyakit yang mendasari dan Pengobatan terhadap faktor pencetus.
Termasuk dalam pengobatan medikamentosa yaitu mengurangi retensi cairan dan garam, meningkatkan kontraktilitas dan mengurangi beban jantung. Sedangkan penanganan secara umum meliputi istirahat, pengaturan suhu dan kelembaban, oksigen, pemberian cairan dan diet.

Pemberian obat-obatan, seperti obat inotropik (digitalis, obat inotropik intravena), obat vasodilator (arteriolar dilator : hidralazin), venodilator (nitrat, nitrogliserin), mixed dilator (prazosin, kaptopril, nitroprusid), diuretik serta obat-obatan disritmia.

Tindakan pembedahan, hal ini biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung bawaan (paliatif, korektif) dan penyakit jantung didapat (valvuloplasti, penggantian katup).

# Pencegahan Penyakit Gagal jantung

Bagi Anda yang merasakan adanya tanda dan gejala seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya segera memeriksaakan diri ke dokter. Mengurangi faktor yang dapat menyebabkan kondisi gagal jantung, berhenti merokok, kurangi konsumsi makanan berlemak, upayakan melakukan olah raga, pola atau haya hidup yang teratur.

Tentunya bagi mereka yang mengalami atau menderita penyakit yang dapat berakibat menimbulkan serangan gagal jantung sebaiknya rutin meng-kontrolkan diri ke dokter, misalnya penderita darah tinggi (Hypertension), kencing manis (Diabetes), penumpukan plak (kolesterol atau lainnya) pada pembuluh darah jantung (Coronary Artery Disease).


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, August 6, 2010

Marilah Kita Menyegah Stroke

Stroke adalah hilangnya sebagian fungsi otak yang terjadi secara mendadak atau tiba tiba akibat dari sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Tanpa oksigen dan nutrisi penting yang dialirkan bersama dengan darah, sel otak akan rusak atau mati dalam beberapa menit.

Kematian sel otak berbeda dengan sel lain yang ada pada tubuh. Bila sel lain yang rusak akan cepat mengalami regenerasi, sel otak akan mati permanen. Sebagian besar stroke disebabkan oleh karena sumbatan pembuluh darah otak, sisanya disebabkan oleh karena perdarahan atau pecahnya pembuluh darah otak.

Ada tiga penyebab utama stroke :
Stroke thrombolitik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena timbunan lemak (plak) yang terbentuk pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak. Proses pembentukan berlangsung lambat sehingga sumbatan yang terjadi pun berlangsung secara bertahap, sampai akhirnya pembuluh darah arteri tersumbat total.
Stroke embolitik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena bekuan darah atau plak yang terbentuk pada pembuluh darah di tempat lain terlepas dan mengembara bersama dengan aliran darah sampai akhirnya mentok dan menyumbat pembuluh darah otak. Saat mengembara, bekuan darah atau plak disebut dengan embolus.
Stroke hemoragik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke otak pecah tepat di tengah tengah otak. Kematian akibat stroke hemoragik sangat tinggi karena sifat penyakitnya yang sangat cepat dan mendadak.

Stroke sangat menakutkan. Pada penderita stroke akan terjadi penurunan kualitas hidup yang sangat besar. Penderita juga sangat tergantung pada keluarga atau orang lain di sekitarnya. Kecacatan yang terjadi bisa bersifat permanen sehingga menimbulkan masalah lain yang tidak kalah peliknya. Oleh karena itu, sebelum semuanya terjadi marilah kita mencegah terjadinya stroke.

Serangan stroke sebenarnya sudah dibangun sejak beberapa tahun sebelumnya. Beberapa faktor resiko terjadinya stroke antara lain tekanan darah tinggi, merokok, penyakit jantung, dan diabetes.

Berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah serangan stroke :

Kontrol tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.

Berhentilah merokok. Rokok terbukti meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun, jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.

Berolah ragalah yang teratur. Para ahli beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis, penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai, berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui olah raga yang tepat untuk fisik anda.

Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis buah dan sayuran.

Bila anda menderita kencing manis, kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya atherosklerosis.

Waspadahlah terhadap gejala atau tanda dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur, kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi terjadinya stroke.


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, August 4, 2010

Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat di waktu beraktifitas atau berolahraga.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :

# Hipertensi Primary
Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

# Hipertensi Secondary
Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).

Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolong parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.

Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.

1. Penyebab Hipertensi
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alcoholic!

2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi

a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
* Kandungan garam (Sodium/Natrium)
Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
- Jangan meletakkan garam diatas meja makan
- Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
- Batasi konsumsi daging dan keju
- Hindari cemilan yang asin-asin
- Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

* Kandungan Potasium/Kalium
Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sangat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).

Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;

- Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.

- Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.

- Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP