Showing posts with label Kanker ovarium. Show all posts
Showing posts with label Kanker ovarium. Show all posts

Sunday, May 20, 2012

Deteksi Dini Cegah Kanker Ovarium

SEBAGAIMANA anggota tubuh yang lain, ovarium sebagai organ penghasil sel telur pun tak aman dari serangan kanker. Bahayanya, kanker pada ovarium tidak disertai gejala hingga kanker telah beranjak ke stadium lanjut.

Kanker ovarium adalah tumor ganas yang dapat timbul pada salah satu atau kedua ovarium. Biasanya terjadi pada wanita setelah menopause, tapi kadang pada wanita lebih muda.

Kanker ovarium termasuk susah dideteksi. Pasalnya, gejala baru timbul setelah kanker sudah berada di tingkat lanjut.

"Kanker ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala hingga mencapai tingkat lanjut. Saat itu, kanker sangat sulit ditangani secara efektif. Kanker ovarium biasanya bersifat agresif dan dapat menyebar cukup cepat dalam perkembangannya," tutur Dr Mirriam Stoppard dalam bukunya "Panduan Kesehatan Keluarga".

Kendati demikian, ada beberapa gejala umum yang dapat dicurigai untuk segera diperiksa ke dokter.

"Nyeri perut, perut bengkak, benjolan keras dalam perut. Jika tumor berukuran beras, tekanan pada kandung kemih dapat menyebabkan sering buang air kecil, sesak napas sesekali jika tumor mendesak diafragma ke atas," papar Stoppard.

Penyebab pasti timbulnya kanker ovarium ini belum ditegaskan secara pasti. Tetapi kanker ini pun bersifat genetik.

"Ada berbagai teori mengenai penyebab timbulnya kanker ovarium. Kanker ini lebih sering dijumpai pada wanita lanjut usia dan wanita yang belum memiliki anak. Lebih jarang dijumpai pada wanita yang telah menggunakan pil kontrasepsi selama beberapa tahun, serta wanita yang terlambat mendapatkan haid dan mengalami menopause lebih awal," papar Stoppard.

"Beberapa keluarga membawa gen yang disebut BRCA1 yang meningkatkan kecenderungan kanker ovarium maupun kanker payudara," imbuhnya.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga penderita kanker ovarium atau kanker payudara, segera beri tahu dokter. Ahli bedah akan mencoba mengangkat keseluruhan tumor dan penyebaran setempat. Luasnya pembedahan bergantung pada jenis tumor yang ditemukan.

Lantas, bagaimana harapan yang ada bagi pengidam kanker ovarium?

"Harapan jangka panjang bergantung pada stadium kanker dan jenis sel ganas yang ada dalam ovarium, tapi angka ini tidak meyakinkan. Jika kanker terbatas pada ovarium, 60 hingga 70 persen wanita memiliki harapan hidup selama lima tahun hanya sebesar 10 hingga 20 persen," tutup Stoppard.

Sumber : http://health.okezone.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, March 12, 2012

Gejala – Gejala Awal Dari Kanker Ovarium

Kanker indung telur (kanker ovarium) merupakan salah satu jenis kanker yang bisa mengancam hidup perempuan, tapi seringkali ditemukan dalam stadium lanjut. Untuk itu kenali gejala yang muncul dari kanker indung telur ini.

Tidak seperti kanker payudara, kanker usus atau kanker serviks, sampai saat ini tidak ada tes skrining yang baik untuk kanker indung telur. Karena itu tidak banyak pasien kanker indung telur yang bisa bertahan dalam 5 tahun pertamanya.

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang dimulai dari indung telur. Diketahui setiap perempuan memiliki 2 indung telur yang terletak di 2 sisi uterus (rahim) yang berfungsi menghasilkan sel telur (ovum) serta hormon estrogen, progesteron dan testosteron.

Kanker jenis ini seringkali tidak terdeteksi sampai ia menyebar ke dalam panggul dan perut. Pada tahap akhir, kanker indung telur sulit untuk diobati dan seringkali berakibat fatal seperti kematian.

Gejala dari kanker indung telur tidak spesifik, seringkali meniru penyakit lain. Berikut ini gejala yang bisa dicurigai sebagai tanda dari kanker indung telur, seperti dikutip dari ABC.net.au dan MayoClinic yaitu:
* Kembung, bengkak, adanya tekanan pada perut
* Sakit di perut atau panggul
* Kesulitan makan atau adanya perasaan penuh di perut dengan cepat, serta gangguan pencernaan yang tetap, gas dan mual
* Adanya perasaan mendadak (urgensi) untuk pipis dan frekuensinya berubah
* Perubahan kebiasaan buang air besar
* Peningkatan lingkar perut misalnya pakaian terasa ketat di sekitar pinggang
* Sering merasa tidak bertenaga
* Mengalami sakit punggung

Jika mengalami hal ini selama beberapa minggu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter dan biasanya pemeriksaan pertama yang dilakukan adalah USG (ultrasonografi).

Sampai saat ini tidak jelas apa penyebab dari kanker indung telur. Namun jenis sel dimana kanker tersebut dimulai bisa membantu menentukan jenis kanker indung telur yang dimiliki serta pilihan pengobatan.

Jenis kanker ovarium meliputi:

1. Kanker yang berawal dari sel-sel di bagian luar indung telur. Disebut dengan tumor epithelial, kanker ini dimulai pada lapisan tipis di jaringan yang menutupi bagian luar indung telur. Sebagian besar kanker indung telur adalah jenis ini.

2. Kanker yang dimulai di sel yang memproduksi sel telur. Disebut tumor germ cell dan cenderung terjadi pada perempuan muda.

3. Kanker yang dimulai di sel yang memproduksi hormon. Disebut tumor stromal yang biasanya dimulai pada jaringan ovarium yang memproduksi hormon estrogen, progesteron dan testosteron.

Sumber : http://www.fakultaskedokteran.net/gejala-gejala-awal-dari-kanker-ovarium.html


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, March 7, 2012

Cara Deteksi dan Pencegahan Kanker Ovarium atipikal

Kanker epitel ovarium atau dikenal dengan kanker indung telur yang berasal dari sel epitel merupakan 90% kasus dari seluruh kanker indung telur. Kanker indung telur merupakan penyebab kematian ke-5 terbanyak di Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 7 keganasan tersering di seluruh dunia. Kanker indung telur memiliki angka kematian yang tinggi, dari 23.100 kasus baru kanker indung telur, sekitar 14.000 atau separuh lebih wanita meninggal karena penyakit ini. Kanker epitel ovarium jarang didapatkan pada wanita berusia < 40 tahun. Puncaknya terjadi pada wanita usia 60-64 tahun. Angka kejadian kanker epitel ovarium rendah pada negara berkembang dan Jepang.

Deteksi dan Pencegahan

1. Kriteria untuk skrining yang efektif
Sampai saat ini belum ada alat yang secara efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kanker ovarium
2. Pemeriksaan panggul rutin per tahun.
Pemeriksaan ini digunakan unutk mendeteksi dini kanker ovarium namun tidak memiliki sensitivitas yang tinggi
3. Antigen kanker 125 (CA-125).
Antigen ini diekspresikan oleh 80% epitel nonmusinous kanker ovarium. Kadar lebih tinggi dari 35 U/ml adalah abnormal
4. Ultrasonografi transvaginal.
Alat ini dipertimbangkan untuk alat skrining dikombinasikan dengan pemeriksaaan Doppler
5. Pencegahan.
Apabila seorang wanita melakukan operasi panggul, maka pengambilan indung telur sekaligus akan mencegah risiko kanker ovarium selamanya. Namun perlu diingat risko akan premenopause dini dan penyakit osteoporosis serta jantung yang dapat timbul akibat pengangkatan indung telur. Selain itu pengunaan kontrasepsi pil juga dianjurkan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat memperjelas penyakit ini

Terapi

Terapi dari kanker ovarium tergantung dari stadium dari penyakit, tipe penyakit (primer atau rekuren ), terapi pilihan, dan kondisi tubuh.

1. Kanker Ovarium atipikal
Kanker atipikal ini memiliki sifat yang berbeda dari kanker ganas ovarium tipe lainnya. Biasa terdapat pada wanita usia 40 tahun (keganasan pada usia 60 tahun). 20% stadium dini dapat menyebar ke intraabdomen (perut) dan memerlukan terapi operasi. Pasien kanker atipikal ovarium dengan stadium dini yang masih ingin mempertahankan kesuburannya dapat melakukan unilateral salpingo-oophorectomi (operasi pengangkatan indung telur yang mengandung kanker)

2. Stadium dini kanker ovarium
Stadium dini kanker ovarium adalah stadium I dan II. Terapi yang dapat dilakukan pada stadium ini adalah operasi (total abdominal histerektomi, bilateral salpingo-oophorektomi), kemoterapi (pada kasus dengan angka kesembuhan rendah, diberikan setelah operasi), dan radiasi

3. Stadium Lanjut kanker ovarium
Stadium ini selalu membutuhkan terapi operasi yang optimal diikuti kemoterapi setelah operasi untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup. Radiasi seluruh bagian perut (whole abdominal radiation) dapat menjadi alternatif dari kemoterapi

4. Kanker ovarium yang kambuh
Pasien dengan kanker ovarium yang kambuh adalah kandidat untuk dilakukan operasi yang kedua kalinya dengan kemoterapi menggunakan agen yang berbeda. Terapi hormonal juga dapat digunakan. Terapi yang masih dalam penelitian adalah terapi stem sel, imunoterapi menggunakan interferon, dan terapi genetik

Faktor Risiko

Penyebab kanker ovarium masih diteliti, namun beberapa faktor yang berkaitan peningkatan risiko dari penyakit ini adalah:

1. Faktor risiko individual.
Usia > 40 tahun, baru memiliki anak 1 atau tidak memiliki anak, riwayat kanker payudara atau kanker endometrium sebelumnya, dan riwayat keluarga dengan kanker dapat meningkatkan angka kejadian kanker ovarium. Memiliki anak lebih dari 1, penggunaan kontrasepsi pil minimal 1 tahun (faktor proteksi bertambah dengan penggunaan setiap tahunnya), riwayat menyusui, pengikatan saluran tuba, dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium.

2. Riwayat keluarga.
Wanita dengan riwayat keluarga memiliki kanker payudara, indung telur, endometrium, atau usus besar memiliki peningkatan risiko untuk kanker ovarium.

3. Faktor lingkungan.
Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan makanan yang mengandung lemak hewani seperti daging, ayam, dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko mendapat kanker ovarium. Penurunan risiko berkaitan dengan konsumsi sayuran, vitamin A, dan vitamin C.

4. Faktor reproduksi.
Memiliki anak lebih dari 1, penggunaan kontrasepsi pil, riwayat menyusui, pengikatan saluran tuba, dan histerektomi (pengangkatan rahim) berkaitan dengan penurunan risiko dari kanker ovarium

Penyebab

Penyebab dari kanker ovarium adalah multifaktor. Teori pertama menerangkan mengenai trauma minor yang berlangsung terus menerus selama siklus ovulasi (siklus pengeluaran telur setiap bulannya), teori kedua menerangkan mengenai pajanan indung telur terhadap hormon gonadotropin dapat meningkatkan risiko keganasan. Teori ketiga menerangkan mengenai karsinogen (zat yang dapat merangsang terjadinya keganasan) dapat berkontak dengan indung telur melalui saluran reproduksi.

Faktor Prognostik

Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan kanker ovarium berkisar 30%, namun tergantung dari individu masing-masing, stadium, dan jenis kanker. Pasien dengan stadium I memiliki 90% kemungkinan bertahan selama 5 tahun, sedangkan stadium II sekitar 50-65%, dan stadium III dan IV berkisar 15-20% atau kurang dari 5%.

Kanker Ovarium Non-epitelial

Kanker ini jarang didapatkan dibandingkan kanker ovarium epitel, hanya berkisar 10-15% dari seluruh kasus kanker ovarium. Pada umumnya keganasan pada kanker ini tumbuh cepat dan ditandai dengan nyeri panggul yang akut (tba-tiba, dalam waktu cepat). Nyeri dapat terjadi karena peregangan dari kapsul indung telur, perdarahan, nekrosis (kematian sel), atau puntiran dari indung telur. Benjolan di perut bagian bawah dapat berkisar antar 2-8cm atau lebih besar lagi pada wanita menopause. Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan serum hCG dan alfa-fetoprotein, serta laktat dehidrogenase, darah lengkap, serta tes fungsi hati. Pemeriksaan roentgen dada digunakan untuk menyingkirkan penyebaran ke paru. CT-scan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ke hati atau rongga perut lainnya. Terapi yang dilakukan adalah operasi, kemoterapi, dan radiasi.

Sumber : http://www.infokedokteran.com/referat-kedokteran/obstetry-and-ginecology/cara-deteksi-dan-pencegahan-kanker-ovarium-atipikal.html


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP