Showing posts with label Kanker darah. Show all posts
Showing posts with label Kanker darah. Show all posts

Wednesday, June 22, 2011

Mengonsumsi Obat Penghilang Rasa Sakit Berlebihan Berisiko Kanker Darah

OBAT penghilang rasa sakit lazim dikonsumsi saat demam atau saat pilek. Namun, sebaiknya Anda waspada karena penggunaan obat ini secara teratur dan jangka panjang akan meningkatkan risiko menderita kanker darah.

Harap hati-hati bagi Anda yang secara rutin mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Penelitian terbaru menunjukkan, penggunaan berlebihan acetaminophen, obat penghilang rasa sakit paling laku yang dikenal juga dengan tylenol di Amerika Serikat dan paracetamol di Eropa dapat meningkatkan risiko kanker darah.

Namun, risiko tersebut masih terbilang rendah dan belum dipastikan oleh para ilmuwan mengenai peranan obat tersebut hingga menyebabkan penyakit mematikan itu. Temuan ini memutarbalikkan bukti yang rumit terkait hubungan antara obat penghilang rasa sakit dan kanker, serta menunjukkan kalau mungkin acetaminophen berbeda dengan obat yang lain.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa penggunaan aspirin dapat menurunkan kemungkinan kematian akibat kanker usus besar, tetapi meningkatkan risiko perdarahan. Namun, kesimpulan ini belum jelas, apakah akan memicu kanker darah atau kanker hematologi.

“Sebelum penelitian ini, ada sangat sedikit bukti bahwa aspirin mengurangi risiko kanker hematologi,” kata Emily White dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, Amerika Serikat, yang bekerja pada penelitian terbaru ini seperti dilansir Reuters.

Ada beberapa petunjuk yang menyebutkan bahwa obat acetaminophen, di sisi lain dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, hal itu didasarkan pada kasus perseorangan yang menderita kanker darah. Studi yang meneliti pasien satu per satu dianggap tidak sekuat yang terbaru ini, yang mengikuti jejak sebuah populasi besar orang sehat dari waktu ke waktu.

“Kami menggunakan studi prospektif,” ujar White.

Namun, dia mengingatkan, tidak ada bukti bahwa acetaminophen menyebabkan kanker dan kesimpulan baru ini perlu dikonfirmasi sebelum digunakan dalam setiap keputusan pengobatan. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan acetaminophen dengan asma dan eksim. Namun, para ilmuwan masih tidak setuju, apakah obat tersebut penyebab yang sebenarnya atau hanya “saksi” yang tidak bersalah.

Studi yang baru ini juga tidak lepas dari keterbatasan yang sama bahwa orang yang banyak mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dapat menangani masalah medis yang menuntunnya untuk terkena kanker sepanjang hidupnya.

Para ilmuwan mengikuti hampir 65.000 pria dan wanita usia baya di Washington State. Pada awalnya, mereka meminta data dari partisipan soal penggunaan obat penghilang rasa sakit selama 10 tahun terakhir dan memastikan bahwa dia tidak menderita kanker (kecuali kanker kulit).

Selama rata-rata sekitar enam tahun, 577 orang -atau kurang dari 1 persen partisipan- mengembangkan kanker yang melibatkan sel-sel darah. Contoh kanker tersebut mencakup limfoma dan myelodysplastic syndrome (MDS). Lebih dari 9 persen orang yang mengembangkan salah satu kanker akibat penggunaan dalam dosis tinggi acetaminophen, berbanding dengan hanya 5 persen dari mereka yang tidak sakit.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain seperti umur, radang sendi, dan sejarah keluarga yang menderita kanker darah tertentu, pengguna acetaminophen berlebih hampir dua kali risiko terkena penyakit tersebut.

“Seseorang yang berusia 50 tahun atau lebih memiliki sekitar risiko 1 persen dalam sepuluh tahun mendapatkan salah satu dari kanker tersebut,” tutur White.

“Studi kami menunjukkan bahwa jika Anda menggunakan acetaminophen setidaknya empat kali seminggu selama setidaknya empat tahun, akan meningkatkan risiko (terkena kanker darah) menjadi sekitar 2 persen,” lanjutnya.

Tidak ada obat penghilang rasa sakit lain -termasuk aspirin dan ibuprofen- terkait dengan risiko kanker darah ini. Dr Raymond DuBois, ahli pencegahan kanker di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston, Amerika Serikat, mengatakan, acetaminophen bekerja sangat berbeda dari obat penghilang rasa sakit lainnya sehingga bisa diharapkan memiliki efek yang berbeda pada kanker.

“Namun, ini cukup mengejutkan untuk melihat bahwa menggunakan acetaminophen meningkatkan risiko kanker darah,” imbuh DuBois, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

McNeil Consumer Healthcare, anak perusahaan Johnson & Johnson yang menjual tylenol, tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari soal temuan ini. White menegaskan, terlalu dini untuk membuat rekomendasi berdasarkan penelitian baru ini dan tidak ada obat penghilang rasa sakit yang bebas dari efek samping.

“Penggunaan jangka panjang dari setiap obat akan menimbulkan efek samping. Anda harus mempertimbangkan manfaat terhadap risiko semua obat,” ucapnya.

Kanker darah atau biasa disebut juga dengan leukemia adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah, di antaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh), dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak masa kecilnya. Seseorang dengan leukemia akan menunjukkan beberapa gejala, seperti mudah terkena penyakit infeksi, anemia, dan pendarahan.

Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/05/17/195/457861/berisiko-kanker-darah


Baca artikel selengkapnya .......

Sunday, May 22, 2011

Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

# Penyakit Leukemia Akut dan Kronis

Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

# Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

# Penyebab Penyakit Leukemia

Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

# Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia

Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

# Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.

# Penanganan dan Pengobatan Leukemia

Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:
1. Chemotherapy/intrathecal medications
2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.

Sumber : http://www.infopenyakit.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, October 13, 2010

Leukemia Si Kanker Darah

Sering nonton sinetron di televisi? Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit yang sering dipakai untuk menguras air mata penonton. Jadi, istilah kanker darah sudah tidak asing lagi di telinga anda. Tapi tahukah anda apa dan bagaimana kanker darah itu?

Sebelum kita bicarakan lebih jauh tentang leukemia, ada baiknya kita mengenal dulu sumsum tulang sebab penyakit leukemia awalnya bersumber dari sana.

Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang ada pada setiap tulang. Di sumsum tulang inilah sel darah dibuat. Sel darah yang pabriknya ada pada sumsum tulang yakni :

* Sel darah putih, tugasnya melindungi tubuh dari infeksi.
* Sel darah merah, tugasnya membawa oksigen ke seluruh organ tubuh.
* Platelet atau trombosit, tugasnya membantu proses pembekuan darah.

Pada orang normal, semua fungsi ini berjalan sebagaimana mestinya, tetapi tidak pada penderita leukemia. Sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah besar. Sel sel ini kemudian dikenal dengan nama sel leukemia. Tidak seperti sel darah putih umumnya, sel leukemia tumbuh sangat cepat bahkan mereka mampu tumbuh tiada henti.

Celakanya, pertumbuhan luar biasa sel leukemia ini mampu mendesak sel sel darah yang normal. Sehingga munculah masalah kesehatan seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Sel leukemia juga menyebar ke kelenjar limfe dan organ lainnya menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

Leukemia khan ada tipe tipenya, apa sih perbedaan pada masing masing tipe?

Ada bermacam tipe leukemia namun pada umumnya leukemia dibedakan berdasar seberapa cepat leukemia mampu membuat kondisi pasien lebih buruk dan jenis sel darah putih yang terlibat.

* Akut dan khronis. Leukemia akut, perburukan terjadi sangat cepat dan pasien dapat merasakan keluhan saat itu juga sebaliknya leukemia khronis perburukan terjadi sangat lambat dan pasien tidak merasakan keluhan apapun dalam beberapa tahun.
* Limpositik dan myelogenus. Leukemia limfositik atau limfoblastik melibatkan sel darah putih limfosit sementara leukemia myelogenus melibatkan sel darah putih myelosit.

Nah, dari penjelasan diatas, maka dibuatlah 4 macam tipe utama leukemia yaitu :

* Acute lymphoblastic leukemia atau ALL, leukemia yang banyak terjadi pada anak anak namun orang dewasa pun bisa menderitanya.
* Acute myelogenous leukemia atau AML, leukemia yang dapat menyerang anak anak dan dewasa.
* Chronic lymphocytic leukemia atau CLL, leukemia yang banyak terjadi pada orang dewasa, umumnya umur diatas 50 tahun. Anak anak jarang menderitanya.
* Chronic myelogenous leukemia atau CML, leukemia yang umum terjadi pada orang dewasa.

Lalu timbul pertanyaan, apa sih penyebab leukemia itu?

Para ahli sampai saat ini belum dapat memastikan penyebab leukemia, tapi ada beberapa hal yang diduga sebagai faktor resiko terjadinya leukemia. Hal hal tersebut antara lain :

* Terpapar radiasi dalam jumlah yang banyak.
* Terpapar bahan kimia seperti benzena di tempat kerja.
* Sedang menjalani kemoterapi kanker lain.
* Menderita down syndrome atau masalah genetik lainnya.
* Merokok.

Namun demikian, banyak juga orang yang memiliki faktor resiko diatas tetapi tidak menderita leukemia dan demikian pula sebaliknya.

Nah, sekarang gejala leukemia itu apa aja?

Gejala leukemia terggantung tipe leukemia yang diderita, tapi gejala yang umum terjadi antara lain :

* Demam dan berkeringat di malam hari.
* Sakit kepala.
* Mudah memar dan berdarah.
* Nyeri persendian dan tulang tulang.
* Bengkak dan nyeri pada perut akibat pembesaran limfa.
* Pembengkakan pada kelenjar limfe ketiak, leher dan lipatan paha.
* Sering terkena infeksi.
* Merasa lemas dan lesu.
* Berat badan menurun demikian pula dengan nafsu makan.

Bagaimana leukemia didiagnosa?

Untuk mengetahui apakah anda menderita leukemia atau bukan, dokter akan :

* Menanyakan tentang gejala yang anda rasakan termasuk riwayat terjadinya gejala tersebut.
* Melakukan pemeriksaan fisik.
* Melakukan pemeriksaan darah.

Jika pada pemeriksaan darah ditemukan ketidaknormalan maka akan dilanjutkan dengan biopsi sumsum tulang. Pemeriksaan ini memungkinkan seorang dokter melihat sel sel yang ada di dalam sumsum tulang. Kunci utama informasi tentang leukemia ada disini termasuk moda pengobatan yang diperlukan.

Bagaimana sih caranya ngobatin leukemia?

Pengobatan leukemia terggantung banyak hal termasuk tipe leukemia yang anda derita, seberapa lama diderita dan umur serta kondisi kesehatan secara umum.

* Pada leukemia akut, dilakukan pengobatan secara cepat untuk menghentikan pertumbuhan sel leukemia yang juga cepat. Pada beberapa kasus, leukemia dapat mengalami remisi. Beberapa dokter lebih memilih istilah remisi daripada sembuh karena ada kemungkinan kanker akan muncul kembali.
* Pada leukemia limfositik khronis, pengobatan tidak akan dilakukan sampai gejala muncul. Tapi pada leukemia myelogenus khronis, pengobatan dapat dilakukan segera. Leukemia khronis jarang bisa disembuhkan, pengobatan hanya dilakukan untuk mengendalikan penyakit.

Sumber : http://www.blogdokter.net/2010/10/05/leukemia-si-kanker-darah/


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP