Showing posts with label Kanker paru. Show all posts
Showing posts with label Kanker paru. Show all posts

Monday, August 20, 2012

Di Balik Kanker Paru-paru Sang Mantan Menkes

KANKER Paru-paru menduduki urutan ke dua penyebab utama kematian seseorang akibat kanker, setelah kanker payudara. Kanker yang berasal dari sel-sel di dalam paru-paru ini bisa juga berasal dari kanker yang mengenai bagian tubuh lain, namun menjalar ke paru-paru.

Selama ini pengidap kanker paru-paru selalu diasosiasikan merupakan seorang "perokok hebat", karena memang merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.

Tetapi kasus yang terjadi pada kanker paru-paru stadium empat yang menjadi penyebab mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia jelas tidak bisa dihubungkan dengan rokok, karena Endang sendiri bukanlah seorang perokok.

Mantan Menkes, Kanker Paru-paru dan Rokok

Kematian mantan Menteri Kesehatan merupakan sesuatu yang mengherankan bagi beberapa kalangan orang yang mengenalnya.

Rekan seangkatan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang juga Sekjen Kementerian Kesehatan, Ratna Rosita mengatakan, Endang tidak memiliki riwayat penyakit di pernapasannya sejak dahulu. Sementara sejak menjadi pemimpin Kementerian Kesehatan, Endang pun secara rutin melakukan general check up.

Menurutnya, seluruh jajarannya di Kementerian Kesehatan baru saja mengetahui penyakit yang diderita Endang pada Oktober 2010.

Asap rokok ternyata bukanlah satu-satunya penyebab kanker paru-paru. Kemungkinan besar alasan kanker paru-paru yang menyebabkan kematian mantan Menteri Kesehatan adalah akibat senyawa kimia. Seseorang yang tidak merokok dapat saja terkena kanker paru-paru, akibat terpapar radiasi atau menghirup zat-zat tertentu. Di laboratorium, zat-zat tersebut dapat ditemukan, seperti asbestos, arsen, kromat, nikel klorometil eter dan gas mustard.

Partikel-partikel pada zat berbahaya itu akan melukai paru-paru, yang kemudian menjadi "borok". Hingga dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun, luka itu berubah menjadi kanker yang berbahaya. Dapat disimpulkan kanker paru-paru merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di jaringan paru-paru.

Beberapa penyebab lain Kanker paru-paru

Merokok dan asap rokok memang penyebab utama kanker paru-paru, tapi tetap saja bukan satu-satunya.

"Kanker paru-paru penyebabnya multifaktor. Tidak hanya rokok, tapi memang paling banyak dan yang utama penyebabnya adalah rokok. Lingkungan sekitar juga mempengaruhi. Tempat tinggal kita misalnya. Contohnya asbes, telah diketahui orang yang tinggal dengan langit-langit menggunakan asbes itu memiliki risiko (kanker paru-paru), karena itu syarat bikin bangunan sedapat mungkin menghindari asbes," tutur dr Ronald Hukom SpPD-KHOM, spesialis kanker pada orang dewasa dari RS Kanker Dharmais.

Sebuah gas bernama radon misalnya, yang merupakan gas alami, tidak berwarna dan tidak berbau, yang berada di uranium, di lingkungan industri dapat berkontribusi sebagai penyebab timbulnya kanker paru-paru. Masyarakat yang tinggal di kawasan Industri mengantisipasi masalah udara tak sehat ini dengan menggunakan masker.

Kemudian zat-zat karsinogenik yaitu nikel dan kronium, juga terdapat di banyak lingkungan sehari-hari, seperti di lingkungan perkantoran.

Selain itu, sebagai salah satu pemicu kanker paru-paru yang tak kalah berbahayanya adalah alkohol. Orang yang banyak minum alkohol, suatu saat berpotensi terkena kanker paru-paru, apalagi pada usia tua.

Kemudian seperti umumnya sifat kanker lainnya, kanker paru-paru ini pun bersifat genetik, namun hanya 10 hingga 15 persen. Bagi yang sudah mengetahui memang memiliki genetika kanker paru-paru, lebih baik hindari faktor-faktor "pencetus" lainnya.

Banyak penderita yang baru menyadari mengidap kanker paru-paru setelah berada pada stadium lanjut. Gejala kanker paru-paru stadium dini memang tidak terlalu nampak. Seperti yang terjadi pada mantan Menkes, baru pada Oktober 2010, dokter memvonis beliau menderita kanker paru-paru stadium tiga.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, August 18, 2011

Kanker Paru

DEFINISI
Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.

Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.

Jenis Kanker Paru-paru
# Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari: Karsinoma sel skuamosa
# Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
# Karsinoma sel besar
# Adenokarsinoma.

Karsinoma sel alveolar berasal dari kantong udara (alveoli) di paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.

Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
# Adenoma (bisa ganas atau jinak)
# Hamartoma kondromatous (jinak)
# Sarkoma (ganas)

Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain.
Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

PENYEBAB
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.
Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.

Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja.
Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

Peranan polusi uadara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.

Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.

Karsinoma Sel Besar Karsinoma Sel Kecil

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% kasus pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.

Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.

Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut akibat penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.

Karsinoma Sel Besar Karsinoma Sel Kecil

GEJALA
Gejala kanker paru-paru tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya.

Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap.
Penderita bronkitis kronis yang menderita kanker paru-paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk.

Dahak bisa mengandung darah.
Jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah dibawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.

Kanker bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker.
Penyumbatan bronkus bisa menyebabkan kolaps pada bagian paru-paru yang merupakan percabangan dari bronkus tersebut, keadaan ini disebut atelektasis
Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk, demam, nyrei dada dan sesak nafas.

Jika tumor tumbuh ke dalam dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap.

Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan.
Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas.
Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.

Kanker bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.

Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak.

Kanker bisa tumbuh secara langsung ke dalam kerongkongan, atau tumbuh di dekat kerongkongan dan menekannya, sehingga terjadi gangguan menelan. Kadang terbentuk saluran abnormal (fistula) diantara kerongkongan dan bronki, menyebabkan batuk hebat selama proses menelan berlangsung, karena makanan dan cairan masuk ke dalam paru-paru.

Kanker paru-paru bisa tumbuh ke dalam jantung dan menyebabkan:
- irama jantung yang abnormal
- pembesaran jantung
- penimbunan cairan di kantong perikardial.
Kanker juga bisa tumbuh di sekitar vena kava superior. Penyumbatan vena ini menyebabkan darah mengalir kembali ke atas, yaitu ke dalam vena lainnya dari bagian tubuh sebelah atas:
- vena di dinding dada akan membesar
- wajah, leher dan dinding dada sebelah atas (termasuk payudara) akan membengkak dan tampak berwarna keunguan.
Keadaan ini juga menyebabkan sesak nafas, sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing dan perasaan mengantuk. Gejala tersebut biasanya akan memburuk jika penderita membungkuk ke depan atau berbaring.

Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil.
Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.

Beberapa kanker paru-paru menimbulkan efek di tempat yang jauh dari paru-paru, seperti kelainan metabolik, kelainan saraf dan kelainan otot (sindroma paraneoplastik).
Sindroma ini tidak berhubungan dengan ukuran maupun lokasi dari kanker dan tidak selalu menunjukkan bahwa kanker telah menyebar keluar dada; sindroma ini disebabkan oleh bahan yang dikeluarkan oleh kanker.
Gejalanya bisa merupakan petanda awal dari kanker atau merupakan petunjuk awal bahwa kanker telah kembali, setelah dilakukannya pengobatan.
Salah satu contoh dari sindroma paraneoplastik adalah sindroma Eaton-Lambert, yang ditandai dengan kelemahan otot yang luar biasa. Contoh lainnya adalah kelemahan otot dan rasa sakit karena peradangan (polimiositis), yang bisa disertai dengan peradangan kulit (dermatomiositis).

Beberapa kanker paru-paru melepaskan hormon atau bahan yang menyerupai hormon, sehingga terjadi kadar hormon yang tinggi.
Karsinoma sel kecil menghasilkan kortikotropin (menyebabkan sindroma Cushing) atau hormon antidiuretik (menyebabkan penimbunan cairan dan kadar natrium yang rendah di dalam darah).
Pembentukan hormon yang berlebihan juga bisa menyebabkan sindroma karsinoid, yaitu berupa kemerahan, bunyi nafas mengi, diare dan kelainan katup jantung.
Karsinoma sel skuamosa melepaskan bahan menyerupai hormon yang menyebabkan kadar kalsium darah sangat tinggi.

Sindroma hormonal lainnya yang berhubungan dengan kanker paru-paru adalah:
- pembesaran payudara pada pria (ginekomastia)
- kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme)
- perubahan kulit (kulit di ketiak menjadi lebih gelap).
Kanker paru-paru juga bisa menyebabkan perubahan bentuk jari tangan dan jari jkaki dan perubahan pada ujung tulang-tulang panjang, yang bisa terlihat pada rontgen.

DIAGNOSA
Jika seseorang (terutama perokok) mengalami batuk yang menetap atau semakin memburuk atau gejala paru-paru lainnya, maka terdapat kemungkinan terjadinya kanker paru-paru.
Kadang petunjuk awalnya berupa ditemukannya bayangan pada rontgen dada dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala. Rontgen dada bisa menemukan sebagian besar tumor paru-paru, meskipun tidak semua bayangan yang terlihat merupakan kanker.

Biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari contoh jaringan, yang kadang berasal dari dahak penderita (sitologi dahak). Untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan, dilakukan bronkoskopi.

CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada dan bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening.
Untuk mengetahui adanya penyebaran ke hati, kelenjar adrenal atau otak, dilakukan CT scan perut dan otak.

Penyebaran ke tulang bisa dilihat melalui skening tulang. Kadang dilakukan biopsi sumsum tulang, karena karsinoma sel kecil cenderung menyebar ke sumsum tulang

Penggolongan (stadium) kanker dilakukan berdasarkan:
- ukuran tumor
- penyebaran ke kelenjar getah bening di dekatnya
- penyebaran ke organ lain.
Stadium ini digunakan untuk menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan dan ramalan penyakit pada penderita.

PENGOBATAN
Tumor bronkial jinak biasanya diangkat melalui pembedahan karena bisa menyumbat bronki dan lama-lama bisa menjadi ganas.
Kadang dilakukan pembedahan pada kanker selain karsinoma sel kecil yang belum menyebar. Sekitar 10-35% kanker bisa diangkat melalui pembedahan, tetapi pembedahan tidak selalu membawa kesembuhan.

Sekitar 25-40% penderita tumor yang terisolasi dan tumbuh secara perlahan, memiliki harapan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Penderita ini harus melakukan pemeriksaan rutin karena kanker paru-paru kambuh kembali pada 6-12% penderita yang telah menjalani pembedahan.

Sebelum pembedahan, dilakukan tes fungsi paru-paru untuk menentukan apakah paru-paru yang tersisa masih bisa menjalankan fungsinya dengan baik atau tidak. Jika hasilnya jelek, maka tidak mungkin dilakukan pembedahan.
Pembedahan tidak perlu dilakukan jika:
- kanker telah menyebar keluar paru-paru
- kanker terlalu dekat dengan trakea
- penderita memiliki keadaan yang serus (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru yang berat).

Terapi penyinaran dilakukan pada penderita yang tidak dapat menjalani pembedahan karena mereka memiliki penyakit lain yang serius.
Tujuan dari penyinaran adalah memperlambat pertumbuhan kanker, bukan untuk penyembuhan. Terapi penyinaran juga bisa mengurangi nyeri otot, sindroma vena kava superior dan penekanan saraf tulang belakang. Tetapi terapi penyinaran bisa menyebabkan peradang paru-paru (pneumonitis karena penyinaran), dengan gejala berupa batuk, sesak nafas dan demam. Gejala ini bisa dikurangi dengan corticosteroid (misalnya prednisone).

Pada saat terdiagnosis, karsinoma sel kecil hampir selalu telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga tidak mungkin dilakukan pembedahan. Kanker ini diobati dengan kemoterapi, kadang disetai terapi penyinaran.

Penderita kanker paru-paru banyak yang mengalami penurunan fungsi paru-paru. Untuk mengurangi gangguan pernafasan bisa diberikan terapi oksigen dan obat yang melebarkan saluran udara (bronkodilator).

PENCEGAHAN
Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker paru-paru, tetapi Anda dapat mengurangi risiko jika Anda:

1. Tidak merokok. Jika Anda belum pernah merokok, jangan mulai. Bicaralah dengan anak-anak Anda untuk tidak merokok sehingga mereka bisa memahami bagaimana untuk menghindari faktor risiko utama kanker paru-paru. Banyak perokok mulai merokok di usia remaja. Memulai percakapan tentang bahaya merokok dengan anak-anak Anda lebih awal sehingga mereka tahu bagaimana harus bereaksi terhadap tekanan teman sebaya.
2. Berhenti merokok. Berhenti merokok sekarang. Berhenti merokok mengurangi risiko kanker paru-paru, bahkan jika anda telah merokok selama bertahun-tahun. Konsultasi dengan dokter Anda tentang strategi dan bantuan berhenti merokok yang dapat membantu Anda berhenti. Pilihan meliputi produk pengganti nikotin, obat-obatan dan kelompok-kelompok pendukung.
3. Hindari asap rokok. Jika Anda tinggal atau bekerja dengan perokok, dorong dia untuk berhenti. Paling tidak, minta dia untuk merokok di luar. Hindari daerah di mana orang merokok, seperti bar dan restoran, dan memilih area bebas asap.
4. Tes radon rumah Anda. Periksa kadar radon di rumah Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah di mana radon diketahui menjadi masalah. Kadar radon yang tinggi dapat diperbaiki untuk membuat rumah Anda lebih aman. Untuk informasi mengenai tes radon, hubungi departemen kesehatan.
5. Hindari karsinogen di tempat kerja. Tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan bahan kimia beracun di tempat kerja. Perusahaan Anda harus memberitahu Anda jika Anda terkena bahan kimia berbahaya di tempat kerja Anda. Ikuti tindakan pencegahan atasan Anda. Misalnya, jika Anda diberi masker untuk perlindungan, selalu memakainya. Tanyakan kepada dokter apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri di tempat kerja. Resiko kerusakan paru-paru dari karsinogen ini meningkat jika Anda merokok.
6. Makan makanan yang mengandung buah-buahan dan sayuran. Pilih diet sehat dengan berbagai buah-buahan dan sayuran. Makanan sumber vitamin dan nutrisi yang terbaik. Hindari mengambil dosis besar vitamin dalam bentuk pil, karena mungkin akan berbahaya. Sebagai contoh, para peneliti berharap untuk mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat memberi mereka suplemen beta karoten. Hasilnya menunjukkan suplemen benar-benar meningkatkan risiko kanker pada perokok.
7. Minum alkohol dalam jumlah sedang, jika bisa sama sekali tidak. Batasi diri Anda untuk satu gelas sehari jika anda seorang wanita atau dua gelas sehari jika anda seorang laki-laki. Setiap orang usia 65 atau lebih tua harus minum alkohol tidak lebih dari satu gelas satu hari.
8. Olah raga. Capaiminimal 30 menit oalh raga pada setiap hari dalam seminggu. Periksa dengan dokter Anda terlebih dahulu jika Anda belum berolahraga secara teratur. Mulailah perlahan-lahan dan terus menambahkan lebih aktivitas. Bersepeda, berenang dan berjalan adalah pilihan yang baik. Tambahkan latihan sepanjang hari Anda - melalui taman waktu pergi kerja dan berjalan sepanjang jalan atau naik tangga ketimbang lift.

Sumber : http://medicastore.com/penyakit/6/Kanker_Paru.html


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, August 19, 2010

Penyakit Kanker Paru-paru

Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.

Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

# Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru

Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:

1. Kanker paru-paru primer
Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut "oat cell carcinomas" (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.

Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.

2. Kanker paru sekunder
Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.

# Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru

Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :

1. Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
2. Kesulitan bernafas (nafas pendek)
3. Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
4. Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
5. Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
6. Suara yang berubah dari biasanya
7. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
8. Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.

# Penyebab Penyakit Kanker Paru-paru

Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).

# Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru

Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.

Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:

* Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
* Tindakan Therapy Radiasi
* Tindakan Therapy Kemotherapy
* Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat.

Sumber : Lung Cancer Disease.


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, August 18, 2010

Breast Cancer Disease

Breast cancer is a malignant tumor that has developed from cells of the breast. Breast cancer is fairly common. In men, breast cancer is very rare. Breast cancer is not exclusively a disease of women, however. Breast cancer is the most lethal form of cancer for women in the world. Breast cancer is the leading cause of death for women between the ages of 35 and 55. In Arizona and Canada, breast cancer is the leading form of cancer among women. The highest recorded incidence of male breast cancer is in parts of Brazil, Colombia, Hungary, and Singapore, though it is not clear why. The Breast cancer is the most frequently diagnosed cancer (other than skin cancer) in women.

# Cause of Breast Cancer

The cause of breast cancer is unknown. The most deadly feature of breast cancer is when it disperses from the breast, causing tumours to develop in other parts of the body. Breast cancer is life-threatening because it spreads to vital organs. A family history of breast cancer is one of the few identified and most consistent determinants of breast cancer risk. The relationship between alcohol consumption and the risk of breast cancer is currently the focus of much research (Alcohol can cause breast cancer by increasing levels of the hormone oestrogen). The relationship between race, ethnicity, and breast cancer is complex. Many rumor and suggest that the leading cause of breast cancer is the use of deodorants and antiperspirants. Radiation as a cause of breast cancer. Postmenopausal Hormone Therapy Cause Breast Cancer.

Bumping, bruising, pinching, or touching the breast does not cause breast cancer. While it is questionable that additional awareness of breast cancer is useful, in the case of domestic violence, more coverage would be helpful. In fact, breast cancer is still a rare occurrence in young women. Breast cancer is also far more common in post-menopausal women and the risk continues to increase with rising age.

Researchers now understand that breast cancer is not one disease, but many different diseases. Many people with Paget's disease of the nipple also have a breast cancer somewhere else in the same breast. Proliferative breast disease (PBD) is a significant risk factor for the development of breast cancer and appears to be a precursor lesion. Current use of hormone-replacement therapy (HRT) increases the incidence of breast cancer.

# Type of Breast Cancer

There are 3 types of breast cancer;

1. Ductal carcinoma in situ, is an early breast cancer in the milk ducts. It can be detected by mammograms and is normally easy to cure.
2. Lobular carcinoma in situ, this is not considered to be breast cancer but a pre-cancerous condition. They just have an increased risk of breast cancer, so they are given frequent checkups.
3. Invasive lobular carcinoma, is a breast cancer that starts in the lobules and has spread. It's may difficult to diagnose because they do not always form a lump or show up on mammograms.

The most common type of breast cancer is ductal cancer. Breast cancer is now classified into six distinct subtypes based on unique molecular characteristics (gene-expression) and prognostic significance. system most often used to describe the extent of breast cancer is the TNM staging system. The earliest stage of breast cancer is called ductal carcinoma in situ (DCIS).

# Sign and Symptom of Breast Cancer

Symptoms may not always be severe, but can cause a lot of discomfort. If a woman has any breast symptoms it is very important that she consult her doctor so that the cause of these symptoms can be found. Bellow are some sign and symptom that you may put attention to check your self to the dokter :

- A new lump in the breast
- A lump that has changed
- change in the size or shape of the breast
- Pain in the breast or nipple that does not go away
- Skin anywhere on the breast that is flaky, red, or swollen
- A nipple that is very tender or that suddenly turns inward
- Fluid coming from the nipple when not nursing a baby

# Treatment for Breast Cancer

In th Breast cancer is identified by type, and the type will be a determining factor in treatment. When breast cancer is diagnosed, tests will be done to find out if the cancer has spread from the breast to other parts of the body. Calcium deficiency may cause breast cancer spread, David Douglas said on his Book which released 10/19/2007. Drug for Advanced Breast Cancer Is Also Found Effective in Early Treatment.

Research new approach, chemotherapy would be mostly for the 30 percent of women whose not fueled by estrogen. Women with a fibrocystic disease should continue to do breast self-examination. Until now, the adjuvant therapy for breast cancer is a complex one. Aromatase inhibitors as adjuvant endocrine therapy for post-menopausal women with hormone receptor-positive early breast cancer. Adjuvant therapy after surgery for breast cancer has provided significant benefits to patients at risk of relapse.

Post Breast Therapy Pain Syndrome (PBTPS) remains an underreported-yet often debilitating-consequence of breast cancer therapy. Treatments are improving all the time, and new drugs are on the horizon waiting to be implemented into the adjuvant therapy of breast cancer.


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, August 6, 2010

Berkenalan Dengan Kanker Paru

Kanker paru seperti halnya kanker yang lain merupakan hasil dari pertumbuhan abnormal sel tubuh. Pada orang normal, pertumbuhan dan kematian sel diatur sedemikian rupa sehingga selalu dalam keadaan seimbang. Bila mekanisme ini terganggu maka sel akan tumbuh dengan semena-mena sehingga sel tersebut membesar dengan tidak terkontrol yang kemudian dikenal dengan nama tumor.

Berdasarkan pertumbuhannya, tumor dibagi menjadi dua jenis yaitu tumor jinak dan tumor ganas atau lebih dikenal dengan sebutan kanker. Tumor jinak umumnya terlokalisir dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jenis ini mudah untuk dihilangkan atau disembuhkan dengan tuntas. Sedangkan kanker atau tumor ganas dapat tumbuh dan membesar dengan cepat, bersifat merusak organ di sekitarnya serta dapat mengalami metastase atau menyebar ke organ tubuh yang lain. Pengobatan kanker sangat tergantung dari stadium atau derajat pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Seperti halnya sel yang terdapat pada organ tubuh yang lain, sel paru-paru juga dapat mengalami pertumbuhan abnormal atau kanker. Paru-paru sebagai suatu organ juga dapat menerima penyebaran kanker dari organ lainnya, sehingga kanker yang terjadi pada paru-paru bisa berasal dari sel paru-paru itu sendiri atau sel kanker yang berasal dari organ lain.

Apa sih yang menyebabkan kanker paru?

Merokok

Sampai saat ini para ahli masih berpendapat bahwa 90% penyebab kanker paru adalah karena kebiasaan merokok. Resiko menderita kanker paru akan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi rokok per hari. Mereka yang merokok dua bungkus atau lebih rokok per hari, satu diantara 7 orang akan meninggal karena kanker paru. Penggunaan pipa atau cangklong juga dapat menyebabkan kanker paru meskipun resikonya tidak sebesar perokok tanpa pipa.

Rokok tembakau mengandung lebih dari 4 ribu zat kimia dan sebagaian besar merupakan zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Dua zat karsinogenik utama dalam rokok tembakau adalah nitrosamine dan polycyclic aromatic hydrocarbon.

Perokok Pasif

Perokok pasif atau orang yang ikut menghirup asap rokok yang berasal dari perokok dalam jangka waktu yang lama juga mempunyai resiko menderita kanker paru. Penelitian menunjukan, perokok pasif ini mempunyai resiko menderita kanker paru 24% lebih besar daripada mereka yang tidak merokok.

Serat Asbestos

Serat asbestos adalah serat silikat yang dapat mengendap di jaringan paru paru dalam jangka waktu yang lama. Para pekerja yang sering terpapar zat ini mempunyai resiko tinggi menderita kanker paru.

Keturunan

Meskipun kebiasaan merokok merupakan biang kerok terjadinya kanker paru namun kenyataannya tidak semua perokok akan mengalaminya. Hal ini disebabkan karena ada hambatan secara genetik. Resiko kanker paru akan meningkat pada mereka yang mempunyai keluarga dekat yang pernah menderita kanker paru.

Penyakit Paru

Penyakit paru seperti chronic obstructive pulmonary disease (COPD) diduga mempunyai hubungan erat dengan peningkatan kejadian kanker paru. Resiko ini meningkat bila penderita juga merupakan seorang perokok.

Riwayat Menderita Kanker Paru

Orang yang pernah menderita kanker paru mempunyai resiko untuk menderita kanker paru yang keduakalinya.

Polusi Udara

Polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik industri dan pembangkit listrik tenaga fosil dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru. Polusi udara ini mempunyai kontribusi terhadap kematian akibat kanker paru sebesar hampir 1%.

Apa saja gejala dan tanda kanker paru?

Gejala dan tanda kanker paru sangat bervariasi terggantung dari derajat kanker dan kondisi fisik individu yang bersangkutan. Meskipun demikian, tanda atau gejala dini kanker paru sangat mudah untuk dideteksi. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada orang yang menderita kanker paru antara lain :

Tanpa Gejala

Hampir 25% orang yang didiagnosa menderita kanker paru ditemukan dengan tidak sengaja. Artinya, mereka ditemukan menderita kanker paru pada saat dilakukan pemeriksaan ronsen dada untuk suatu keperluan atau pemeriksaan kesehatan rutin. Gambaran ronsen dada menunjukan adanya tumor kecil sebesar uang logam di paru paru dan pada saat ini pasien sama sekali tidak mengeluhkan gejala apa apa.

Gejala sesuai dengan besarnya kanker

Pertumbuhan sel kanker yang mendesak jaringan paru normal akan menyebabkan terganggunya proses pernafasan pasien. Gejala yang timbul antara lain batuk, sesak nafas, nafas bunyi, nyeri dada dan batuk darah. Jika pertumbuhan sel kanker merusak sel saraf di sekitar paru maka akan menimbulkan nyeri pada bahu yang mejalar ke tangan sampai dengan jari jari tangan. Desakan sel kanker ke kerongkongan akan menyebabkan gangguan menelan.

Gejala yang berhubungan dengan penyebaran kanker

Sel kanker paru yang menyebar ke tulang akan menyebabkan nyeri pada tulang tersebut sementara yang menyebar ke otak akan menyebabkan gejala neurologik seperti mata kabur, sakit kepala, kejang, gejala stroke, kelumpuhan pada anggota gerak, gangguan sensasi rasa pada beberapa bagian tubuh.

Gejala non spesifik

Gejala non spesifik jamak ditemukan pada beberapa penyakit kanker termasuk kanker paru. Gejala ini antara lain penurunan berat badan, lemah, dan mudah lelah. Sering pula terjadi gejala psikologis seperti depresi dan gangguan mood.

Kapankah kita perlu ke dokter?

Jika anda mengalami gejala gejala seperti yang saya sebutkan di bawah ini maka anda harus segera ke dokter untuk mendeteksi secara dini adanya kanker paru.

*
Batuk lama yang makin lama makin memburuk
*
Darah pada dahak.
*
Bronchitis yang lama dan adanya infeksi paru yang berulang.
*
Nyeri dada.
*
Penurunan berat badan yang tidak wajar.
*
Sesak nafas yang berulang dan lama.

Bagaimana pengobatan kanker paru?

Metode pengobatan kanker paru yang masih dilakukan sampai saat ini yaitu operasi pengambilan sel kanker, kemoterapi dan radiasi serta kombinasi antara ketiga metode tersebut. Keputusan untuk memilih metode pengobatan terggantung dari besar dan derajat penyebaran sel kanker serta kondisi kesehatan pasien.

Bagaimana mencegah kanker paru?

Menghentikan kebiasaan merokok adalah hal yang utama dalam mencegah terjadinya kanker paru. Tidak kalah pentingnya yaitu meminimalisasi kontak dengan perokok atau menjadi perokok pasif. Segera ke dokter bila mengalami gejala gejala yang berhubungan dengan paru paru.




Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP