Showing posts with label Glaukoma. Show all posts
Showing posts with label Glaukoma. Show all posts

Friday, July 13, 2012

Mengobati Glaukoma Secara Alami

Glaukoma adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara produksi cairan dan pembuangan cairan dalam bola mata. Apabila tidak segera ditangani, tekanan yang tinggi dalam bola mata bisa merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak. Diperkirakan 66 juta penduduk dunia sampai tahun 2010 akan menderita gangguan penglihatan karena glaukoma. Penyakit glaukoma ini termasuk berbahaya, lebih bahaya daripada katarak karena kebutaan yang disebabkan oleh glaukoma tidak bisa disembuhkan, sedangkan kebutaan yang disebabkan oleh katarak masih bisa diobati dengan operasi atau Obat Terapi Mata Alami.

Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Diperkirakan 50% penderita glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut sampai mereka mengalami kerusakan mata yang parah.

Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Penanganan dini sebelum parah adalah jalan satu-satunya cara untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Jika Anda yang punya ciri-ciri berikut ini, sebaiknya Anda rutin memeriksakan mata.
* Ada keluarga Anda yang menderita glaukoma.
* Tekanan bola mata tinggi (mata Anda cepat lelah).
* Anda menderita miopia atau rabun jauh.
* Anda menderita diabetes atau kencing manis.
* Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
* Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi darah buruk)
* Pernah mengalami kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
* Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama

Apabila Anda punya salah satu atau beberapa ciri seperti yang kami sebutkan di atas, maka Anda punya "bakat" untuk menderita glaukoma. Segeralah periksa ke dokter mata terdekat. Jika dokter mata Anda mengindikasikan adanya resiko glaukoma yang tinggi atau sudah ada gejala glaukoma ringan, ada baiknya Anda pertimbangkan untuk menggunakan Obat Terapi Mata Alami untuk mencegah dan mengobati glaukoma secara dini. Obat Terapi Mata Alami atau jenis-jenis penanganan glaukoma lainnya hanya bisa mengobati glaukoma yang belum parah (belum terjadi kebutaan total).

Dalam literatur medis dikenal empat jenis glaukoma, yaitu:

1. Primary Open-Angle Glaucoma / Glaukoma Sudut-Terbuka Primer
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga resiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.

2. Acute Angle-Closure Glaucoma / Glaukoma Sudut-Tertutup Akut
Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat, pandangan kabur dan terlihat warna pelangi apabila melihat lampu atau cahaya. Beberapa pasien ada yang sering merasa mual dan muntah-muntah. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda dan melakukan perawatan, baik secara medis atau dengan Obat Terapi Mata Alami atau gabungan antara keduanya akan lebih baik.

3. Secondary Glaucoma / Glaukoma Sekunder
Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, mata terluka, peradangan, pendarahan di dalam mata, penyakit mata yang menghalangi cairan mata, dan efek samping dari operasi mata sebelumnya.

4. Congenital Glaucoma / Glaukoma Kongenital
Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Penanganan Glaukoma

Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata, obat untuk ditelan, tindakan laser atau operasi yang bertujuan untuk menurunkan/menstabilkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Semakin dini deteksi glaukoma maka akan semakin besar tingkat kesuksesan pencegahan kerusakan penglihatan.

Obat Terapi Mata Alami Untuk Mengobati Glaukoma

Obat Terapi Mata Alami merupakan penanganan glaukoma tanpa operasi. Obat tetes mata glaukoma adalah bentuk penanganan yang paling umum dan paling awal diberikan oleh dokter atau herbalist pada penderita glaukoma.

Untuk penderita glaukoma, kami memberikan obat tetes herbal berbahan dasar ekstrak daun kitolod yang diramu dengan bahan herbal lainnya. Dari pengalaman empiris terbukti bahwa obat tetes mata herbal yang kami berikan dapat menyembuhkan glaukoma yang masih baru.

Mekanisme yang melandasi kerja ekstrak herbal ini dalam menyembuhkan glaukoma memang masih merupakan misteri dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Dugaan kami, ekstrak herbal ini bisa menurunkan tekanan intraokuler dengan menurunkan laju produksi cairan mata dan meningkatkan laju pengeluarannya.

Selain tetes mata yang bekerja dari luar, kami memberikan kapsul herbal untuk memperlancar peredaran mata di bola mata Anda dan untuk merilekskan jaringan saraf serta jaringan otot di mata Anda. Herbal ini diharapkan bisa membantu mempercepat proses pemulihan mata dengan menurunkan tekanan pada bola mata.

Secara medis, apabila obat-obatan atau prosedur laser tidak dapat mengendalikan tekanan pada mata pasien, maka akan dilakukan tindakan operasi untuk membuat saluran baru yang akan memudahkan cairan mata keluar dari mata. Operasi adalah langkah akhir apabila sudah tidak ada cara lain yang bisa dicoba.

Jika Anda ingin menghindari operasi dan mencari cara lain sebelum operasi, Anda bisa menggunakan Obat Terapi Mata Alami untuk mengobati glaukoma. Banyak pasien yang akhirnya sembuh total dari glaukoma setelah melakukan perawatan selama 1-2 bulan.

Sumber : http://www.terapimata.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, July 9, 2012

Apa itu Glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit di mana saraf optik rusak, menyebabkan progresif, kehilangan penglihatan ireversibel. Hal ini sering, namun tidak selalu, berhubungan dengan peningkatan tekanan cairan di dalam mata.

Kerusakan saraf melibatkan hilangnya sel ganglion retina dalam pola yang khas. Ada berbagai sub-jenis glaukoma, tetapi mereka semua dapat dianggap sebagai jenis neuropati optik. Dibesarkan tekanan intraokular merupakan faktor risiko yang signifikan untuk mengembangkan glaukoma (di atas). Satu orang dapat mengembangkan kerusakan saraf pada tekanan yang relatif rendah, sementara orang lain mungkin memiliki tekanan bola mata tinggi selama bertahun-tahun namun tidak pernah mengembangkan kerusakan. Glaukoma yang tidak diobati menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik dan kehilangan lapangan resultan visual, yang dapat berkembang menjadi kebutaan.

Glaukoma dapat dibagi secara kasar menjadi dua kategori utama, "sudut terbuka" dan "sudut tertutup" glaukoma. Glaukoma sudut tertutup dapat muncul tiba-tiba dan sering menyakitkan, kehilangan visual dapat berkembang dengan cepat tetapi sering menyebabkan ketidaknyamanan pasien untuk mencari bantuan medis sebelum terjadi kerusakan permanen. Sudut terbuka, glaukoma kronis cenderung berkembang lebih lambat dan pasien mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan penglihatan hingga penyakit itu telah berkembang secara signifikan.

Glaukoma telah dijuluki "pencuri penglihatan" karena hilangnya penglihatan biasanya terjadi secara bertahap selama jangka waktu yang panjang dan sering hanya diakui ketika penyakit yang cukup maju. Sekali hilang, bidang visual yang rusak ini tidak pernah dapat dipulihkan. Seluruh dunia, itu adalah penyebab kedua kebutaan. Itu juga merupakan penyebab utama kebutaan pertama antara Amerika Afrika.

Glaukoma mempengaruhi 1 dari 200 orang berusia lima puluh dan lebih muda, dan 1 dari 10 di atas usia delapan puluh. Jika kondisi ini terdeteksi cukup dini adalah mungkin untuk menangkap pengembangan atau memperlambat perkembangan dengan cara medis dan bedah.

Sumber : http://www.news-medical.net/


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, June 26, 2012

Glaukoma

Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

Terdapat 4 jenis glaukoma:
# Glaukoma Sudut Terbuka
# Glaukoma Sudut Tertutup
# Glaukoma Kongenitalis
# Glaukoma Sekunder.

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

PENYEBAB

Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor aqueus. Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran. Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.

Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati.

Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata. Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.


GEJALA

GLAUKOMA SUDUT TERBUKA


Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.

Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala.
Lama-lama timbul gejala berupa:
- penyempitan lapang pandang tepi
- sakit kepala ringan
- gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).

Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.


GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP

Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.

Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu) bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan:
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berrlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

GLAUKOMA SEKUNDER

Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:
# Infeksi
# Peradangan
# Tumor
# Katarak yang meluas
# Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.

GLAUKOMA KONGENITALIS

Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.

DIAGNOSA

Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:
# Pemeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma
# Pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri.
Tekanan di dalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan tonometri. Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari 20-22 mm, dikatakan telah terjadi peningkatan tekanan.

Kadang glaukoma terjadi pada tekanan yang normal.
# Pengukuran lapang pandang
# Ketajaman penglihatan
# Tes refraksi
# Respon refleks pupil
# Pemeriksan slit lamp
# Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.

PENGOBATAN

Glaukoma sudut terbuka

Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).

Glaukoma sudut tertutup

Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide).

Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

Glaukoma sekunder

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis

Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

PENCEGAHAN

Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka. Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.

Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut.

Sumber : http://www.terapisehat.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, January 11, 2011

Mengenal Penyakit Glaukoma Akut

Mata membutuhkan sejumlah tekanan tertentu agar dapat berfungsi baik. Pada beberapa orang, tekanan bola mata ini dapat meninggi sehingga akan menyebabkan kerusakan saraf optik. Dapat pula terjadi bahwa tekanan bola mata masih normal akan tetapi tetap terjadi kerusakan syaraf optik yang disebabkan karena syaraf optiknya sendiri yang sudah lemah.

Glaukoma berasal dari bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaucoma. Kelainan mata glaucoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf optic, dan berkurangnya lapangan pandang.

Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraocular ini disebabkan oleh bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar dan berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil. Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapangan pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir dengan kebutaan.

Glaukoma akut terjadi ketika sistem pengaliran cairan internal (humuor aquous) di mata tiba-tiba terhambat, yaitu hambatan sistem trabekula oleh iris. Hal ini terjadi akibat peninggian yang tiba-tiba dari tekanan bola mata sampai pada tingkat yang berbahaya. Mata menjadi sangat sakit dan penglihatan sangat kabur. Mata menjadi merah dan gejala mungkin sangat berat sampai menyebabkan mual dan muntah. Keadaan ini dapat membuat kerusakan permanen pada penglihatan apabila tidak diobati.

Insiden Penyakit Glaukoma Akut

Glaukoma kini menjadi ancaman kebutaan nomor dua setelah katarak, dengan angka prevalensi 0,20 persen. Glaukoma biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 40 tahun. Ada beberapa faktor risiko yang mempermudah terjadinya glaukoma. Di antaranya usia lanjut, mempunyai riwayat keluarga penderita glaukoma, rabun jauh (myopia), rabun dekat (hipermetropia), tekanan darah tinggi, ras kulit hitam, diabetes mellitus, dan adanya riwayat trauma mata.

Etiopatogenesis Penyakit Glaukoma Akut

Korpus siliaris yang terletak dibelakang iris bertugas memproduksi cairan yang disebut humour aquous. Cairan ini akan mengalir menuju lubang pupil dan akan meninggalkan bola mata melalui saluran kecil menuju pembuluh darah. Normalnya antara produksi humour aquous dan aliran keluarnya adalah seimbang.

Jika aliran keluarnya terhambat atau produksinya berlebihan, maka tekanan bola mata akan meninggi. Cairan mata yang berada di belakang iris tidak dapat mengalir melalui pupil sehingga mendorong iris ke depan, mencegah keluarnya cairan mata melalui sudut bilik mata (mekanisme blokede pupil).

Tekanan bola mata ini gunanya untuk membentuk bola mata. Kalau tekanannya normal, berarti bola mata itu terbentuk dengan baik. Kalau tekanannya terlalu tinggi, berarti bola mata itu menjadi keras seperti kelereng. Akibatnya, akan menekan saraf mata ke belakang dan menekan saraf papil N II dan serabut-serabut saraf N II. Saraf-saraf yang tertekan itu dan yang menekan saraf papil II ini terjadi penggaungan.

Glaukoma terjadi ketika produksi dari cairan bola mata meningkat atau cairan bola mata tidak mengalir dengan sempurna sehingga tekanan bola mata tinggi, serabut-serabut saraf di dalam saraf mata menjadi terjepit dan mengalami kematian. Besarnya kerusakan tergantung pada besarnya dan lamanya tekanan, maupun buruknya aliran darah disaraf optik.

Tekanan yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan yang cepat, sedangkan tekanan yang tidak tinggi akan menyebabkan kerusakan yang perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan pula apabila tidak segera ditangani.

Banyak dari serangan ini terjadi di dalam ruang yang gelap, seperti gedung bioskop. Hal ini disebabkan ruangan yang gelap menyebabkan pupil berdilatasi. Ketika hal ini terjadi, ada kontak yang maksimum antara lensa dan iris, yang selanjutnya menyebabkan menyempitnya sudut antara iris dan kornea, sehingga merangsang terjadinya serangan. Pupil juga membesar ketika kita senang atau cemas.

Akibatnya banyak serangan glaukoma akut terjadi akibat suatu stress. Beberapa macam obat juga dapat menyebabkan pembesaran dari pupil sehingga dapat menyebabkan glaukoma. Obat-obat tersebut antara lain anti depressan, obat anti alergi, dan beberapa obat anti muntah.

Gejala Klinik Penyakit Glaukoma Akut

Tanda-tanda glaukoma sendiri, secara klinis tergantung dari jenis glaukomanya sendiri. Bilamana terjadi serangan akut atau subakut seperti yang dikeluhkan pasien tersebut di atas pertolongan harus segera diberikan dalam beberapa jam, karena tekanan bola mata yang tinggi akan menekan struktur anatomi mata yang lemah seperti saraf penglihatan (papil nervus optikus) dengan segala akibatnya. Ini yang hampir selalu tidak dimengerti oleh penderita dan dianggap seperti keluhan sakit mata merah biasa.

Berikut beberapa gejala yang dikeluhkan pasien :
• Mata mendadak terasa nyeri dan merah. Kelopak mata bengkak.
• Penglihatan terganggu bahkan sampai tidak dapat melihat.
• Terkadang disertai mual, muntah
• Terlihat gambaran pelangi sewaktu melihat bola lampu.
• Kerusakan pada saraf optik dapat terjadi dengan cepat dan menyebabkan gangguan penglihatan yang permanen.
• Bradikardi akibat refleks okulokardiak.

Diagnosis Penyakit Glaukoma Akut

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan mata yang dilakukan. Pemeriksaan mata dapat digunakan untuk mendiagnosis glaukoma. Bagaimanapun, memeriksa tekanan intraokuler saja (tonometry) adalah tidak cukup sebab tekanan bola mata sering berubah. Pemeriksaan ke dalam bola mata adalah dengan melihat melalui pupil, kadang pengguanaan obat tetes untuk dilatasi pupil diperlukan. Biasanya pemeriksaan mata yang lengkap diperlukan.

Pemeriksaan tersebut meliputi:
• Pemeriksaan refleks pupil
Tampak pupil midilatasi, mengkerut, bahkan kadang irregular.
• Pemeriksaan tekanan intraocular dengan tonometry
Terjadi peningkatan tekanan intraokuler. Dijelaskan bila tekanan bola mata sudah di atas 20 mmHg kemungkinan orang tersebut menderita glaukoma. Adakalanya orang tidak menyadari kalau salah satu dari matanya terkena glaukoma dan baru diketahui ketika kedua mata sudah terkena glaukoma.
• Slit lamp
Peninggian tekanan intraokuler sampai ke level yang tinggi menyebabkan edema epitel kornea, yang memberi gejala pada penglihatan. Selain itu juga dapat terlihat kongesti episklera dan pembuluh darah konjungtiva, juga BMD dangkal yang kadang memperlihatkan beberapa sel aquous juga kadang terlihat sinekia posterior.
• Pemeriksaan ketajaman penglihatan
Tajam penglihatan sangat menurun dan pasien terlihat sakit berat.
• Pemeriksaan lapangan pandang
Penglihatannya seperti melihat dari lubang kunci. Penglihatan sentralnya bisa melihat, tetapi pinggir-pinggirnya tidak dapat melihat.
• Pemeriksaan retina dan saraf optik
Fungsi saraf mata normal umumnya akan meneruskan bayangan yang kita lihat ke otak. Di otak, bayangan tersebut akan bergabung di pusat penglihatan dan membentuk suatu benda (vision). Yang terjadi pada penderita glaukoma adalah kerusakan serabut saraf mata dan menyebabkan daerah tidak melihat (titik buta). Saraf optik dapat membengkak selama serangan akut.
• Gonioscopy
Pemeriksaan rutin menggunakan gonioskopi dapat memprediksikan kemungkinan terjadinya serangan akut. Suatu lensa yang khusus yang berisi suatu cermin ditempatkan di depan mata dan lebar sudut dapat terlihat secara visual. Pasien dengan sudut yang sempit dapat diperingatkan tentang gejala awal penyakit ini, sehingga mereka dapat mencari perawatan yang segera bila tanda tersebut muncul.

Penanganan Penyakit Glaukoma Akut

Tujuan penanganan adalah untuk mengurangi tekanan intraokuler. Keadaan ini merupakan suatu kedaruratan medis. Apabila cepat didiagnosa dan cepat ditangani dengan tepat kemungkinan penglihatan dapat kembali membaik. Menunda-nunda pengobatan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang permanen.

Suatu serangan yang akut dapat dihentikan melalui kombinasi obat tetes mata yang dapat mengurangi dilatasi pupil dan obat yang mampu mengurangi produksi humuor aquous. Tekanan harus dikurangi pada awalnya dengan mengurangi jumlah cairan yang diproduksi oleh mata. Hal ini dapat dilakukan dengan menyuntikkan Acetazolamide secara intravena. Obat tetes juga digunakan untuk mengurangi ukuran dari pupil.

Agen antikolinergik misalnya pilocarpin 1-2% dapat menginduksi terjadinya miosis. Penggunaan miotikum kuat harus dihindari karena dapat menyebabkan kongesti vaskular yang dapat memperberat sumbatan aliran. Anastesi retrobulbar xilocain 2% dapat mengurangi produksi humour aquous selain mengurasngi rasa sakit.

Hanya pembedahan yang dapat mengobati glaucoma akut kongestif. Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaucoma sudut sempit karena serangan akan berulang lagi suatu saat. Bila baru terjadi gejala prodromal saja maka tindakan pembedahan cukup dengan iridektomi saja.

Bila tekanan dalam bola mata telah turun dalam batas yang aman, maka dokter dapat melakukan suatu laser iridotomi. Laser iridotomy adalah suatu prosedur yang dilakukan dimana sinar laser digunakan untuk membuka iris. Hal Ini memungkinkan cairan aquous mengalir dengan bebas. Obat tetes akan digunakan untuk menganastesi mata, sehingga tidak terasa sakit. Prosedur ini secara keseluruhan membutuhkan waktu kurang dari tigapuluh menit.

Penanganan tersebut biasanya berhasil menurunkan tekanan ke tingkat yang aman.namun karena serangan yang kuat ini telah mempengaruhi aliran aquous yang normal, maka pengunaan obat tetes jangka panjang kadang diperlukan. Pada umumnya operasi untuk mengurangi tekanan secara permanent sangat diperlukan, yaitu dengan membuat lubang terbuka kecil pada mata. Operasi ini disebut dengan trabekulektomi.

Prognosis Penyakit Glaukoma Akut

Perawatan dan diagnosa yang cepat dari suatu serangan adalah kunci untuk mempertahankan penglihatan. Mata yang tidak ditangani, memiliki kemungkinan 40-80% untuk mengalami serangan akut pada 5-10 tahun ke depan.

Pencegahan Penyakit Glaukoma Akut

Orang-Orang yang beresiko tinggi untuk glaukoma akut bisa memilih untuk melakukan iridotomy sebelumnya. Pasien yang mempunyai riwayat serangan akut sebelumnya bisa melakukan prosedur ini ubtuk mencegah kekambuhan.

Sumber : http://astaqauliyah.com/2010/05/referat-kedokteran-penyakit-glaukoma-akut/


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP