Showing posts with label Usus Buntu. Show all posts
Showing posts with label Usus Buntu. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Ciri-ciri Tubuh Terkena Sakit Usus Buntu

Penyakit radang usus buntu bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi usus buntu yang meradang. Seperti apa ciri-ciri terkena radang usus buntu?

Usus buntu adalah usus yang menggantung alias buntu tidak tersambung dengan bagian lain. Meski begitu usus buntu ini punya fungsi sebagai rumah bakteri baik yang mana jika bakteri baik dalam tubuh terjaga maka kekebalan tubuh juga akan terjaga.

Gejala utamanya adalah sakit di bagian perut. Lokasi nyeri yang muncul mungkin akan bervariasi, hal ini tergantung pada usia dan posisi usus buntu. Pada anak kecil atau perempuan hamil, sakit yang muncul mungkin berada di tempat berbeda.

Kadang ketika perut sakit orang jarang yang berpikir itu usus buntu tapi menduganya maag. Tapi sebenarnya gejala radang usus buntu sangat khas.

Seperti dikutip dari Medicinet.com dan Mayo Clinic, Rabu (8/12/2010) tanda-tanda gangguan pada usus buntu, yaitu:
1. Rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut.
2. Rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam.
3. Rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan.
4. Nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh.
5. Kehilangan nafsu makan
6. Mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus.
7. Demam
8. Sembelit
9. Ketidakmampuan untuk membuang gas.
10. Diare
11. Perut yang terlihat membengkak

Benarkah makanan biji-bijian penyebab usus buntu?

Selama ini orang banyak beranggapan usus buntu terjadi karena sering makan biji-bijian yang sulit dikunyah halus.
Anggapan seperti itu tidak benar tapi juga tidak salah

Memang radang usus buntu terjadi karena ada penyumbatan di wilayah ini. Penyumbatan ini yang paling sering adalah dari sisa-sisa makanan yang berupa tinja atau feses.

Sisa-sisa makanan dan tinja yang mengeras akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan penyumbatan. Penyumbatan ini membuat bakteri atau virus terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Nah, infeksi inilah yang membuat radang usus buntu.

Konsumsi cabai atau jambu beserta bijinya seringkali tidak tercerna dengan baik, sehingga masuk ke dalam saluran usus buntu sebagai benda asing.

Makanya untuk mencegah peradangan usus buntu disarankan sering mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah. Hal ini karena serat yang dikonsumsi bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama berada di dalam usus.

Diagnosa

Dr. A. Sigit Tjahyono, Sp.B, Sp.BTKV(K) dalam konsultasi detikHealth menuturkan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosisnya adalah anamnesis (tanya jawab) yang dilengkapi tes penunjang seperti urinalisa (untuk membedakan dengan penyakit lain seperti batu kandung kemih) dan USG (untuk melihat usus buntu yang terinfeksi misalnya bengkak atau ada cairan).

Jika radang usus buntunya kronis, maka gejala nyeri perut yang dirasakan ringan atau bahkan hanya merasa mual saja. Namun jika sudah akut, maka akan terasa sakit di ulu hati yang disertai mual dan muntah. Dalam waktu 24 jam biasanya terasa demam dan baru muncul sakit yang menetap pada perut kanan bawah.

Untuk radang usus buntu akut, tindakan operasi perlu segera dilakukan mengingat adanya kemungkinan pecahnya usus buntu. Sedangkan untuk usus buntu kronis waktu operasinya masih bisa ditunda tergantung dari kondisi pasien, namun disarankan untuk tidak terlalu lama menunda.

Sumber : http://health.detik.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, July 2, 2012

Gejala dan Faktor Penyebab Penyakit Usus Buntu

Apasih sebenarnya penyakit usus buntu itu..???
Seperti yang anda ketahui usus buntu adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada lapisan saluran lumen dari sisa-sisa makanan yang kita konsumsi dan lama kelamaan akan terjadi penimbunan atau penumpukan tinja/faces yang sangat keras.
Nah…Penyumbatan inilah yang membuat bakteri atau virus terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi radang usus buntu.

Berikut adalah gejala yang sering dialami penderita usus buntu:
1. Rasa nyeri yang hebat di area perut kanan bawah atau di sekitar selangkangan
2. Saat batuk atau bersin, perut kanan bawah juga terasa sakit
3. Terkadang disertai demam
4. Kurang nafsu makan
5. Jika area pertu ditekan, perut bagian kanan bawah akan terasa lebih sakit.

Bagaimana dok kalau saya sudah terkena usus buntu agar penyakit usus buntu saya tidak bertambah parah..??
Bagi anda yang sudah terkena usus buntu atau sekedar mengalami gejala usus buntu, sebaiknya anda menghindari mengKonsumsi cabai atau jambu beserta bijinya, karena seringkali biji jambu dan cabai tidak tercerna dengan baik oleh lambung, sehingga masuk ke dalam saluran usus buntu sebagai benda asing.
Makanya untuk mencegah peradangan usus buntu disarankan sesering mungkin anda mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah (bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama berada di dalam usus).

Terus apakah operasi bisa menyembuhkan atau adakah cara lain yang bisa mengobati penyakit Usus buntu, sementara saya takut dioperasi..??
Ada banyak cara untuk menyembuhkan penyakit usus buntu salah satu nya yaitu dengan operasi, karena kalau sampai telat dalam penanganannya, bisa berbahaya karena usus buntu tersebut akan infeksi, dan meradang kemudian akan membusuk. Dan lama kelamaan menyebar ke seluruh bagian tubuh, mengganggu kerja organ vital lainnya.
Nah…yang anda harus ketahui bahwa Operasi tersebut sang dokter akan memotong bagian usus buntu yang sudah terinfeksi oleh virus. Disamping biaya operasi yang cukup mahal dan beresiko besar. Tidak ada salahnya anda mencari alternatif lain misalnya, pengobatan usus buntu dengan terapi atau pengabatan usus buntu dengan mengkonsumsi obat.

Sumber : http://grosirlengkap.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, October 17, 2011

Penyebab Dan Gejala Usus Buntu (Appendicitis)

Di dalam bahasa medis, penyakit usus buntu seringkali disebut dengan Appendicitis. Usus buntu sendiri merupakan sebuah saluran yang berada di usus yang benar - benar buntu. Besarnya kira - kira sejari kelingking manusia, terletak pada perut bagian kanan bawah dan terhubung langsung pada usus besar.

Seperti organ tubuh yang lainnya, usus buntu tentu dapat mengalami gangguan dan penyakit tersebut dikenal sebagai Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).

Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Penyebab penyakit radang usus buntu seringkali berkaitan dengan penyumbatan bagian dalam usus buntu, yang dikenal sebagai lumen. Penyumbatan penyumbatan bagian dalam usus buntu tersebut menyebabkan tekanan meningkat, aliran darah terganggu, dan peradangan. Jika sumbatan tidak segera diobati, ada kemungkinan radang usus buntu tersebut pecah dan membutuhkan penanganan medis yang sangat serius.

Penyakit radang usus buntu terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, penyumbatan atau obstruksi yang terjadi pada lapisan saluran (lumen) appendiks yang diakibatkan oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) yang terjadi pada jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker primer dan striktur.

Akan tetapi kasus penyakit radang usus buntu biasanya terjadi karena penyumbatan tinja/faces dan hyperplasia jaringan limfoid. Seperti yang kalian tahu bahwa tinja/faces terdapat bakteri Escherichia Coli, barangkali bakteri Escherichia Coli inilah yang kemudian menginfeksi dan menyebabkan penyakit radang usus buntu.

Makan cabai bersama bijinya ataupun makan jambu klutuk bersama bijinya, dapat pula menyebabkan radang usus buntu. Hal itu disebabkan biji buah tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan masuk ke dalam saluran appendiks sebagai benda asing. Hal tersebut dapat dijadikan media bagi bakteri untuk berkembang biak sehingga menyebabkan infeksi dan berujung pada radang usus buntu.

Cacing dapat juga menyebabkan penyakit radang usus buntu, apabila cacing tersebut masuk ke dalam usus buntu. Huuuhhh dasar cacing, udah nyasar bikin repot pula!

Gejala Radang Usus Buntu (apendisitis)

Gejala penyakit radang usus buntu (apendisitis) meliputi:
* Kehilangan nafsu makan
* Mual dan / atau muntah segera setelah sakit perut dimulai
* Perut bengkak
* Demam
* Tak bisa kentut
* Nyeri pada perut bagian atas atau bawah, punggung, atau rektum
* Nyeri ketika buang air kecil
* Muntah yang mendahului nyeri perut
* Sembelit atau diare dengan gas

Diagnosis Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Mendiagnosis penyakit Radang Usus Buntu (Apendisitis) agak rumit karena gejala pada pasien penderita Radang Usus Buntu (Apendisitis) sering kabur atau sangat mirip dengan penyakit lain, seperti permasalahan pada kandung empedu, kandung kemih atau infeksi saluran kemih , penyakit Crohn's , gastritis, infeksi usus, dan masalah ovarium.

Biasanya dokter menggunakan beberapa tes untuk mendiagnosis Radang Usus Buntu
* Tes untuk mendeteksi radang perut
* Tes urin untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi saluran kemih
* Tes pada bagian Dubur
* Tes darah
* CT (Computed tomography) scan dan / atau USG (Ultrasonografi)

Pengobatan Penyakit Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Bila diagnosis yang dihasilkan sudah pasti menunjukkan penyakit radang usus buntu, maka pengobatan standarnya adalah dengan melakukan operasi. Namun, apabila kalian berobat sedini mungkin maka dokter bisa saja akan memberikan obat antibiotik untuk penyembuhan, akan tetapi radang usus buntu tersebut bisa kambuh kembali dan tingkat kekambuhannya mencapai sekitar 35%

Setelah dilakukan operasi biasanya pasien harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

Hubungi dokter kalian jika setelah melakukan operasi kalian menderita:
* Muntah tak terkendali.
* Peningkatan rasa sakit di perut Anda.
* Pusing / perasaan seperti mau pingsan.
* Darah dalam muntah atau air seni.
* Peningkatan rasa sakit dan kemerahan di sayatan operasi.
* Demam.
* Nanah di luka.

Tindakan Pencegahan Penyakit Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Tidak ada cara untuk mencegah penyakit radang usus buntu. Namun, sember dari medicinenet.com mengatakan bahwa usus buntu jarang terjadi pada orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat , seperti buah-buahan dan sayuran segar.

Sumber : http://www.mizzu.net/2011/05/penyebab-dan-gejala-usus-buntu.html


Baca artikel selengkapnya .......

Tuesday, June 7, 2011

Sering Nyeri di Perut, Waspadai Usus Buntu

TEMPO Interaktif, Sore itu, Abdul Manan, 37 tahun, seorang karyawan swasta di kawasan Jakarta Selatan, merasakan nyeri yang amat hebat di perut kanannya. "Nyeri dan perih, seperti saat kena penyakit maag. Namun kali ini lebih menyiksa." Dua kali sebelumnya dia pernah mengalami nyeri yang sama. "Namun tak separah saat itu," kata Abdul. Sesampainya di rumah, nyeri itu tak tertahankan, sehingga dia meringkuk tak berdaya untuk berdiri atau berbaring dengan posisi normal.

Akhirnya Abdul dibawa ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan. Dari berbagai pemeriksaan, seperti tes darah dan tes mengangkat lutut kanan tinggi-tinggi, ia didiagnosis mengidap infeksi usus buntu dan harus menjalani operasi. Hal yang sama dialami Aris Riyadi, 42 tahun, karyawan swasta di Bekasi. Dia pun mengalami rasa nyeri yang hebat di perut, yang ternyata juga akibat ulah si usus buntu atau umbai cacing.

Usus buntu sering dikaitkan dengan konsumsi beberapa buah yang mengandung biji-bijian, misalnya jambu biji, tomat, dan cabai. Padahal belum ada penelitian yang memberi konfirmasi bahwa biji-bijian inilah yang menjadi penyebab penyakit usus buntu.

Penyakit usus buntu ini disebabkan oleh peradangan yang diikuti dengan pembengkakan di usus buntu. Peradangan ini karena penyumbatan yang ditimbulkan oleh kotoran seperti sisa makanan atau feses yang tersasar, parasit yang berkembang biak, lalu menyumbat lumen atau cairan umbai cacing (appendiks).

Sumber peradangan ini juga muncul akibat jaringan getah bening yang membesar di dinding usus buntu karena infeksi saluran pencernaan atau tempat lain. Usus buntu yang meradang akan membahayakan jika tidak segera dihilangkan. Usus buntu bisa pecah dan infeksi bisa menyebar ke seluruh perut.
Siapa pun bisa terkena penyakit ini, baik anak-anak mulai usia 10 tahun maupun pada orang dewasa. Namun prevalensinya, laki-laki satu setengah kali cenderung sering terkena usus buntu ketimbang perempuan. Terutama pada laki-laki remaja dan dewasa.

Umumnya penderita akan merasakan gejala klasik yang mudah diidentifikasi. Terutama nyeri perut di sebelah kanan, mulai dekat pusar dan bergerak lebih rendah ke kanan. Nyeri ini sering muncul tiba-tiba dan membuat orang terbangun pada malam hari. Rasa sakit ini akan meningkat dalam hitungan jam.

Dengan sejumlah gejala tersebut, dokter biasanya akan menanyakan riwayat penyakit dan memeriksa fisik si penderita. Dokter akan melihat perut pasien dan meraba perut bagian bawah untuk melihat pembengkakan. Dokter akan memberi tekanan pada daerah tertentu di perut tersebut.
Umumnya dokter juga akan memeriksa tanda psoas penderita. Penderita diminta menekuk lutut kanannya untuk mengangkat paha kanan tinggi-tinggi sambil berbaring. Hal ini untuk melihat tingkat keparahan dari infeksi ini.

Tapi pada perempuan usia subur juga dimungkinkan diminta menjalani pemeriksaan panggul. Dokter perlu memperjelas, apakah nyeri yang terjadi karena usus buntu atau penyakit ginekologi yang kadang kala gejalanya tidak terlalu berbeda. Diagnosis juga bisa dilakukan dengan cara memeriksa dubur dan tes darah untuk memeriksa tanda-tanda infeksi. Jika memang belum yakin, biasanya akan dianjurkan menjalani pemeriksaan radiologi dengan USG atau CT scan.

Untuk menyembuhkan penyakit itu jika sudah akut, dokter biasanya akan langsung menyarankan pasien menjalani tindakan operasi. Bayangan pisau bedah sering membuat pasien mundur dan mencari alternatif pengobatan lain tanpa operasi. Pengobatan non-operasi masih dimungkinkan jika kondisi si penderita tak cukup sehat untuk operasi atau diagnosis tak jelas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perawatan non-operasi juga lebih baik. Yakni mengobati infeksi dengan antibiotik dan diet cairan hingga infeksi mereda.

Diet lunak rendah serat dan mudah rusak pada saluran pencernaan. Jika infeksi cukup parah, mau tak mau operasi atau pembedahan untuk memotong umbai cacing ini harus dilakukan. Operasi bisa dilakukan dengan insisi terbuka atau dengan laparoscopy, yakni dengan membuat beberapa sayatan kecil yang dibuat sesuai dengan ruang lingkup bedahnya.

Penderita infeksi usus buntu akan sembuh dalam waktu 4-6 bulan. Meski tak perlu perubahan diet, olahraga, atau gaya hidup, penderita harus membatasi aktivitas fisiknya untuk pemulihan jaringan. Pada masa pemulihan, penderita harus menjauhi dulu makanan yang merangsang, misalnya makanan pedas. Namun, setelah itu, penderita boleh makan apa saja tanpa ada pantangan.

Tidak ada cara yang terbukti ampuh untuk mencegah, tapi dianjurkan mengkonsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur dan buah. Makanan berserat tinggi ini membantu menurunkan risiko tersebut. Sayuran hijau, seperti kubis, kembang kol, kacang polong, kacang-kacangan, dan tomat, membantu melindungi serangan radang usus buntu.

Inilah Gejala Usus Buntu yang Harus Diwaspadai
- Nyeri perut di sebelah kanan, mulai dekat pusar dan bergerak lebih rendah ke kanan.
- Nyeri ini sering muncul tiba-tiba dan membuat orang terbangun pada malam hari.
- Jika sudah akut, rasa sakit ini akan meningkat dalam hitungan jam.
- Rasa nyeri akan sangat terasa saat dilakukan tes mengangkat kaki kanan dan menekuk lutut hingga ke atas.

Gejala Lain Saat Usus Buntu Muncul
- Hilangnya nafsu makan
- Mual
- Muntah
- Sembelit
- Perubahan gerak peristaltik, termasuk tidak mampu buang gas, dan diare
- Demam ringan
- Perut bengkak
- Sering buang air kecil atau justru kesulitan dan merasa nyeri saat buang air kecil

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, May 4, 2011

Tanda-tanda Radang Usus Buntu

Radang usus buntu merupakan peradangan pada usus buntu, yaitu sebuah usus kecil yang berbentuk jari yang melekat pada usus besar di sebelah kanan bawah rongga perut.
Usus buntu yang mengalami peradangan kadang-kadang pecah terbuka, yang menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis).

Peradangan selaput perut adalah peradangan yang gawat dan mendadak pada selaput yang melapisi dinding dalam rongga perut atau pada kantong yang membungkus usus. Peradangan ini terjadi kalau usus lainnya pecah atau robek.

A. Penderita
Penyakit usus buntu bisa diderita oleh semua orang dari berbagai usia; 8 – 25 tahun. Ditemukan juga bahwa anak di bawah dua tahun juga ada yang menderita penyakit usus buntu.

B. Penyebab umum
Adanya benda kecil atau keras (faecaliths) yang berada di appendix dan tidak bisa keluar.

C. Tanda-tanda appendicitis:
1. Tanda yang utama ialah keluhan nyeri yang menetap pada perut dan semakin lama semakin memburuk.
2. Rasa nyeri mulai terjadi di sekitar pusar, tetapi segera nyeri tersebut berpindah kesisi kanan bawah.
3. Mungkin selera makan menghilang, muntah, sembelit atau terdapat panas yang ringan.

D. Menguji Radang Usus Buntu atau Peradangan Selaput Perut (Peritonitis)
Tekanlah pelan-pelan dinding perut diatas lipat paha kiri sampai terasa sedikit sakit. Kemudian angkatlah tangan anda dengan cepat.
Jika timbul rasa sakit yang menusuk ketika tangan dilepas (sakit lepas tekan), maka kemungkinan penyakitnya adalah radang usus buntu atau peradangan selaput perut. Jika tidak terasa sakit ketika tangan dilepas, cobalah hal yang sama di atas lipat paha kanan.

E. Tindakan pada penderita radang usus buntu atau radang selaput perut
1. Mintalah pertolongan dokter segera. Kalau mungkin, bawalah penderita ke tempat dimana dapat dilakukan operasi.
2. Jangan berikan apapun melalui mulut dan jangan berikan larutan perangsang buang air besar pada dubur (enema). Pemberian beberapa teguk air atau minuman rehidrasi hanya kalau penderita memperlihatkan tanda-tanda kehabisan cairan (dehidrasi)-tapi harus diingat: jangan diberi makanan atau minuman lainnya.
3. Penderita harus berbaring setengah duduk dengan tenang.
Catatan:
Jika peradangan selaput perut sudah lanjut, dinding perut menjadi keras seperti papan. Penderita merasa sakit hebat ketika perutnya disentuh meskipun secara ringan. Jiwanya dalam keadaan bahaya. Bawalah penderita secepatnya ke rumah sakit dan dalam perjalanan, berikan obat-obatan.

F. Fakta-fakta tentang penyakit usus buntu
1. Setiap tahun sekitar 700.000 pasien masuk ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan pengobatan.
2. Usus buntu adalah penyakit akut dan sering tidak diketahui oleh si penderita. Baru pada umur empat puluh keluhan penyakit ini dirasakan
3. Ada tiga keluhan pada perut seorang penderita penyakit usus buntu; kuadran kanan bawah perut, adominal yang kaku, sakit pada navel area hingga kuadran kanan bawah perut.
4. Ada 98.000 kasus penyakit usus buntu yang tidak tertangani setiap tahunnya
5. Satu diantara lima penderita penyakit usus buntu umumnya tidak memperhatikan kesehatan dengan baik
6. Lebih dari 100.000 yang diduga mengidap perforated appendix tidak pernah melaporkan ke dokter
7. Tiga puluh persen dari keseluruhan pasien penyakit usus buntu adalah perforated appendix, dan lima persennya berpotensi tidak tertolong
8. Kemungkinan seorang anak berusia di bawah delapan tahun menderita penyakit usus buntu adalah dua kali dibanding anak berusia lebih dari delapan tahun.
9. Perempuan lebih besar kemungkinannya menderita penyakit usus buntu dibanding lelaki (lima puluh persen).

Sumber : http://www.anneahira.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Monday, August 16, 2010

Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Sebelum dibahas lebih jauh mengenai radang usus buntu yang dalam bahasa medisnya disebut Appendicitis, maka lebih dulu harus difahami apa yang dimaksud dengan usus buntu. Usus buntu, sesuai dengan namanya bahwa ini merupakan benar-benar saluran usus yang ujungnya buntu. Usus ini besarnya kira-kira sejari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah.

Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya Organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid.

Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis).

# Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.

Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.

# Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.

Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).

# Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu

Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;

1. Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).
Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.

2. Penyakit Radang Usus Buntu kronik.
Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).

Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.

# Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh Pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology ;

1. Pemeriksaan fisik.
Pada appendicitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana merupakan kunci dari diagnosis apendisitis akut.

Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan usus buntu semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur (rectal) yang lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.

2. Pemeriksaan Laboratorium.
Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000 – 18.000/mm3. Jika terjadi peningkatan yang lebih dari itu, maka kemungkinan apendiks sudah mengalami perforasi (pecah).

3. Pemeriksaan radiologi.
Foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.

# Penanganan dan Perawatan Penyakit Radang Usus Buntu

Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

Sumber: http://www.infopenyakit.com/2008/09/penyakit-radang-usus-buntu-appendicitis.html


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP