Showing posts with label Sinusitis. Show all posts
Showing posts with label Sinusitis. Show all posts

Thursday, July 26, 2012

Gejala Sinusitis dan Penyebab Sinusitis

Penyakit Sinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya, akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus etmoidalis (kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis (terletak di belakang dahi).

Penyakit Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari keempat sinus yang ada (maksilaris, etmoidalis, frontalis atau sfenoidalis).

Sinus sendiri adalah rongga udara yang terdapat di area wajah yang terhubung dengan hidung. Fungsi dari rongga sinus sendiri adalah untuk menjaga kelembapan hidung dan menjaga pertukaran udara di daerah hidung.

Faktor Resiko Gejala Sinusitis

Gejala dari pada penyakit sinusitis adalah sakit kepala yang dirasakan ketika penderita penyakit sinusitis bangun pada pagi hari. Penyakit Sinusitis akut dan kronis memiliki gejala yang sama, yaitu nyeri tekan dan pembengkakan pada sinus yang terkena, tetapi ada gejala tertentu yang timbul berdasarkan sinus yang terkena:

* Penyakit Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata, sakit gigi dan sakit kepala. Penyakit Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.

* Penyakit Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara mata serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung di tekan, berkurangnya indera penciuman dan hidung tersumbat.

* Penyakit Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher.

Faktor Penyebab Sinusitis

Penyakit Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).

1. Penyebab sinusitis akut

* Infeksi virus : Penyakit Sinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya pilek).

* Bakteri - Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.

* Infeksi jamur – Kadang infeksi jamur bisa menyebabkan penyakit sinusitis akut. Aspergillus merupakan jamur yang bisa menyebabkan penyakit sinusitis pada penderita gangguan sistem kekebalan. Pada orang-orang tertentu, penyakit sinusitis jamur merupakan sejenis reaksi alergi terhadap jamur.

* Peradangan menahun pada saluran hidung – Pada penderita rinitis alergika bisa terjadi penyakit sinusitis akut. Demikian pula halnya pada penderita rinitis vasomotor.

* Penyakit tertentu – Penyakit Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik).

2. Penyebab sinusitis kronis
* Asma
* Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
* Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.

Diagnosa Penyakit Sinusitis

Diganosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, foto rontgen sinus dan hasil pemeriksaan fisik.

Untuk menentukan luas dan beratnya penyakit sinusitis, bisa dilakukan pemeriksaan CT scan.

Pada penyakit sinusitis maksilaris, dilakukan pemeriksaan rontgen gigi untuk mengetahui adanya abses gigi.

Sumber : http://dokterherbal.biz/


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, May 17, 2012

Alergi adalah penyebab sinusitis yang paling umum

Hidung tersumbat, migrain yang tak tertahankan pada wajah dan kadang disertai kesulitan bernapas, serta tekanan di rongga hidung bisa menunjukkan tanda-tanda gangguan sinus.

Saat membran yang melapisi rongga hidung meradang dan iritasi, gangguan sinus akan mulai terasa. Umumnya gejala sinusitis muncul saat saluran hidung mengalami kekeringan. Gangguan sinusitis memiliki banyak faktor penyebab, dari pilek, flu, alergi hingga penggunaan obat terlarang yang dihisap dalam jangka panjang.

Penyebab

1. Alergi
Speasilis THT Jordan Joseph mengatakan, alergi adalah penyebab sinus yang paling umum. Alergi yang mempengaruhi hidung, seperti udara dalam ruangan yang menyebabkan membran hidung membengkak hingga memblokir ruang sinus - ruang kosong dalam tulang hidung. Akibatnya udara tak bisa mengalir leluasa.

2. Hidung kering
Richard F. Lavi, MD, seorang ahli alergi mengatakan hidung yang kering bisa menyebabkan iritasi pada hidung dan menyebabkan gangguan pada sinus.

3. Penggunaan metamfetamine dalam jangka panjang
Dalam beberapa kasus, penggunaan metamfetamine atau bahan narkoba jenis shabu yang dihisap lewat hidung dapat menyebabkan masalah sinus dan gangguan hidung seperti mimisan.

Terlepas apapun pemicunya, ada beberapa hal yang bisa meringankan derita selama mengalami gangguan sinus, yaitu:

1. Jaga suhu udara di sekeliling
Meski beberapa ahli merekomendasikan suhu ruang ideal, sebaiknya percaya dengan sinyal tubuh Anda. "Jika Anda tidak terbangun dengan mimisan atau hidung mampet dan kepala yang sakit, Anda berada dalam suhu ruangan yang sesuai," ujar Lavi kepada WebMD.

2. Jaga kelembapan udara
Upayakan agar lingkungan tak terlalu kering atau basah. Bila alergi terhadap debu, selalu bersihkan lingkungan karena ini akan memicu pertumbuhan jamur dan gangguan sinus.

3. Minum banyak cairan
Cairan membuat lapisan lendir di hidung menipis dan membantu mengurangi hidung tersumbat

4. Gunakan semprotan hidung
Campuran air hangat dan garam dapat membantu mengeluarkan lendir dan mencegah kekeringan.

5. Gunakan kompres hangat
Kompres hangat pada wajah bisa menghilangkan rasa tak nyaman dan membuka saluran hidung.

6. Tinggikan kepala
Gunakan beberapa bantal saat tidur malam sehingga dapat bernapas lebih nyaman.

7. Hindari kolam yang diklorinasi
Meski berpikir kelembapan membantu, klorin dapat mengiritasi selaput lendir di hidung.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Sunday, May 13, 2012

Apakah sinusitis itu?

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinusitis banyak ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tulisan kali ini lebih menitikberatkan pembahasan pada sinusitis yang disebabkan oleh infeksi.

Apakah sinus itu?

Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak. Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris. Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.

Apa yang menyebabkan sinusitis?

Sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Adanya demam, flu, alergi dan bahan bahan iritan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ostia sehingga lubang drainase ini menjadi buntu dan mengganggu aliran udara sinus serta pengeluaran cairan mukus. Penyebab lain dari buntunya ostia adalah tumor dan trauma. Drainase cairan mukus keluar dari rongga sinus juga bisa terhambat oleh pengentalan cairan mukus itu sendiri. Pengentalan ini terjadi akibat pemberiaan obat antihistamin, penyakit fibro kistik dan lain lain. Sel penghasil mukus memiliki rambut halus (silia) yang selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus. Asap rokok merupakan biang kerok dari rusaknya rambut halus ini sehingga pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman bagi hidupnya bakteri, virus dan jamur.

Apa saja tipe sinusitis?

Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu berdasarkan lamanya penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis peradangan yang terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila lamanya penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit antara 1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit diderita lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus walau pada beberapa kasus ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh karena alergi dan iritasi bahan bahan kimia. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.

Apa saja gejala sinusitis?

Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila kepala ditundukan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal pada mata, dan bersin bersin.

Bagaimana mendiagnosa sinusitis?

Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Hal ini juga disebabkan karena pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI yang walaupun memberikan hasil lebih akurat namun biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI baru diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal. Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.

Bagaimana mengobati sinusitis?

Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sinus adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes. Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin, cefaclor, azithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

Apa komplikasi dari sinusitis?

Komplikasi yang serius jarang terjadi, namun kemungkinan yang paling gawat adalah penyebaran infeksi ke otak yang dapat membahayakan kehidupan.

Kesimpulan

Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepat akan mampu sembuh dengan baik. Segeralah ke dokter jika anda menjumpai gejala gejala sinusitis.

Sumber : http://www.blogdokter.net/


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, May 10, 2012

Kenali Sinusitis & Cara Pencegahannya

ANGELINA Sondakh pernah dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit sinusitis. Apa sebenarnya sinusitis dan cara pencegahannya?

Sinusitis adalah penyakit yang terjadi di daerah sinus. Sinus sendiri adalah rongga udara yang terdapat di area wajah yang terhubung dengan hidung. Fungsi dari rongga sinus sendiri adalah untuk menjaga kelembapan hidung & menjaga pertukaran udara di daerah hidung.

“Sinusitis berarti peradangan sinus, rongga yang terisi udara di tengkorak yang terletak di belakang hidung dan mata, serta di pipi dan dahi,” kata Dr. Mirriam Stoppard dalam bukunya "Panduan Kesehatan Keluarga".

Menurutnya, sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder dalam sinus yang tersumbat. “Sinus dilapisi selaput penghasil lendir dan terhubung ke rongga hidung oleh sejumlah saluran sempit,” jelasnya.

Apa penyebabnya?

Penyebab paling umum adalah infeksi virus, misalnya selesma. Jika saluran penghubung dari hidung ke sinus tersumbat akibat infeksi virus, lendir terkumpul di sinus. Ketika terkumpul, sinus dapat terinfeksi oleh bakteri.

Sumbatan saluran semacam itu lebih mungkin terjadi pada orang dengan abnormalitas hidung, misalnya polip hidung atau sekat hidung yang miring (pemuntiran kartilago yang membagi hidung dalam menjadi dua). Penderita hay fever atau fibrosis kista juga lebih mungkin terserang sinusitis.

Apa gejalanya?

Pada orang dewasa, gejala bergantung pada lokasi sinus yang terserang dan mencakup:
- Sakit kepala
- Rasa sakit dan nyeri pada wajah yang cenderung bertambah parah saat membungkuk
- Sakit gigi jika sinus di belakang pipi terserang
- Ingus yang kental dan kuning
- Hidung tersumbat

Pada sedikit kasus, infeksi menyebar dan dapat menimbulkan kemerahan dan pembengkakan kulit di sekeliling mata.

Pertolongan mandiri

Pada banyak kasus, sinusitis sembuh sendiri tanpa penanganan.
- Pereda nyeri dan dekongestan, keduanya bisa dibeli bebas, dapat meredakan gejala.

- Menghirup uap, yang biasanya membantu membersihkan hidung, juga meredakan gejala.

- Jika gejala bertambah parah atau tidak membaik dalam tiga hari, temui dokter.

Apa yang bisa dilakukan?

Penanganan dan pemeriksaan bisa mencakup:
- Antibiotik resep untuk membersihkan infeksi bakteri sekunder

- Foto rontgen untuk mencari penebalan lapisan sinus dan lendir berlebihan, jika sinusitis timbul lagi atau tidak hilang sepenuhnya

- Endoskopi hidung

- CT scan untuk mencari penyebab spesifik, misalnya polip hidung

- Pembedahan mungkin dibutuhkan untuk memperbesar saluran lendir dari sinus ke hidung atau membuat yang baru.

Sinusitis akut biasanya hilang dalam beberapa pekan, tapi gejala sinusitis kronis bisa bertahan selama beberapa bulan dan memerlukan pemberian antibiotik jangka panjang.

Sumber : http://health.okezone.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Sunday, May 6, 2012

Kenali Gejala Sinusitis Sejak Dini

"Sinusitis bisa terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri dan virus yang ada di udara."

Di tengah nikmat hidup dengan beragam kemudahan akses dan fasilitas, masyarakat perkotaan rentan mengalami masalah pernapasan akibat buruknya kualitas udara. Ini tak boleh diremehkan karena gangguan pernapasan merupakan satu kesatuan, baik saluran panas atas atau bawah.

Contohnya, asma yang dapat membuat rongga sinus terinfeksi, atau sebaliknya. Seluruh penderita asma berat menunjukkan gambaran organ sinus yang abnormal. Sedangkan penderita asma ringan dan sedang menunjukkan, 77 persen di antaranya mengalami infeksi sinus atau sinusitis.

Kondisi itu bisa lebih parah ketika muncul faktor bakat alergi seseorang, terutama terhadap udara kotor.

"Hidung adalah pintu masuk saluran napas yang berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring udara yang masuk ke dalam seluruh saluran napas. Jika sistem ini tidak berjalan dengan benar, tentu bakteri dan virus yang ada di udara bisa menginfeksi saluran pernapasan," ujar ahli THT dari Klinik Asma, Sinusitis, dan Alergi (ASA) RS Asri, dr Mirta H. Reksodiputro Sp THT.

Jika asma merupakan penyempitan saluran pernapasan bawah yang diturunkan secara genetis, sinusitis adalah peradangan rongga sinus yang termasuk pada organ saluran napas atas yang bisa disebabkan oleh banyak hal, dan bisa terjadi oleh siapa saja.

"Sinusitis bisa terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri dan virus yang ada di udara, kuman-kuman pada gigi rahang atas yang bolong, atau tersumbatnya saluran pernapasan karena amandel yang besar," ujarnya.

Menurutnya, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah cenderung memiliki masalah pada rongga sinus karena bakteri dan virus cenderung lebih mudah masuk. "Sinusitis pada orang-orang yang hidup di perkotaan cenderung terjadi karena infeksi di rongga hidung atau alergi disebut dengan rinosinusitis."

Alergi membuat sekret (ingus) menumpuk pada rongga sinus dan mengundang bakteri masuk dan tumbuh. "Cairan tubuh itu protein yang merupakan tempat paling cocok untuk bakteri tumbuh. Kalau sudah terinfeksi bakteri, sinusitis akan dengan mudah menyebar ke rongga sinus lainnya dan mengakibatkan komplikasi."

Rongga sinus terdiri dari empat bagian yaitu maksila (di daerah pipi), etmoid (di daerah mata), frontal (di daerah dahi), dan spenoid (di daerah mata). Jika tak segera diobati, infeksi di salah satu rongga sinus akan mudah menyebar dan menginfeksi organ-organ vital, mengingat letak rongga sinus sangat dekat dengan mata dan otak.

Kenali gejala sinusitis dengan cara:
1. Merasakan apakah selalu ada riak di tenggorokan, seperti cairan pada hidung jatuh ke bawah rongga.
2. Hidung tersumbat dan gatal.
3. Ada bau tak sedap setiap bernapas.
4. Bersin-bersin.
5. Beringus dengan ciri-ciri berwarna putih kental. Kalau warna sekret sudah berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, maka kuman di dalam sekret sudah lebih banyak. Sedangkan sekret pada alergi berwarna putih, bening, dan cair.
6. Sakit kepala karena sekret di rongga sinus menekan ke kepala.

Untuk melakukan pencegahan awal, ada baiknya Anda memerkuat daya tahan tubuh dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari polusi asap dan debu. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruang bisa menjadi pilihan tepat.

"Jika punya bakat alergi, penyebab alerginya harus dipantang. Jadi, harus tahu dulu penyebab alerginya apa dengan melakukan tes alergi."

Dan, jangan lupa untuk selalu menjaga suhu kamar agar tidak terlalu lembab karena pendingin ruangan atau AC. "Usahakan selalu membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan agar bakteri dan jamur tidak mudah berkembang biak," ujarnya. (umi)

Sumber : http://kosmo.vivanews.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, May 3, 2012

Tips Menanggulangi Gejala Sinusitis

Penyakit sinusitis dapat dikenali dari gejalanya yaitu gejala sinusitis. Gejala ini akan dapat diatasi jika sebelumnya ada antisipasi yaitu dengan perlu tahu gejala sinusitis. Penyakit ini memang tidak berbahaya tetapi jika terus tidak ada penanggulangan maka akan dapat akibat yang fatal. Gejala penyakit sinusitis dapat diawali dengan adanya tanda-tanda mendasar dalam area sekitar wajah. Gejala sinusitis dapat terjadi meskipun seseorang masih dalam keadaan yang nampak sehat.

Apa saja gejala sinusitis?

Gejala penyakit sinusitis dapat dibagi menjadi dua gejala yaitu gejala mayor dan gejala minor.

Gejala mayor seperti
1. Adanya rasa nyeri yang dirasakan pada area sekitar wajah, terasa berat, dan adanya penekanan dibagian wajah. Gejala sinusitis seperti ini memang dasar dari terjadinya penyakit sinusitis.
2. Pada area hidung khususnya terjadi atau mengalami kebuntuan yang disebabkan oleh adanya lendir yang berlebihan.
3. Biasanya lendir atau ingus yang biasanya dikenal berwarna kekuningan atau kehijauan
4. Adanya gangguan rasa dan aroma yang berakibat pada bau aroma yang terhirup
5. Suhu tubuh biasanya akan menjadi sedikit panas

Sedangkan gejala sinusitis yang sifatnya minor adalah sebagai berikut :
1. Mengalami nyeri pada bagian kepala dan gejala sinusitis ini diawali di sekitar area kepala
2. Pernafasan menjadi sulit dan berbau
3. Pada bagian mulut biasanya gigi akan terasa nyeri
4. Tidak lupa juga mengalami batuk-batuk
5. Adanya nyeri dan berat serta tertekan pada telinga

Gejala penyakit sinusitis akan berlanjut pada sangkaan sinus apabila terdapat minimal 2 gejala sinusitis mayor atau 1 gejala mayor disertai dengan minimal 2 gejala minor. Hal ini tentu sangat komplesitas dan lebih berlanjut pada rawan gejala sinusitis yang akut. Sebenarnya gejala sinusitis dapat dicegah dengan sangat mudah.

Cara menanggulangi gejala penyakit sinusitis

1. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang bergizi dan meminum air putih dalam intensitas yang banyak
2. Gejala penyakit sinusitis dapat diatasi dengan cara menghirup udara segar yang kaya akan oksigen tinggi
3. Tidak beraktifitas secara berlebihan pada cuaca yang sedang tidak bersahabat
4. Gejala penyakit sinusitis dapat diminimalisir dengan asupan vitamin untuk memperkaya sistem imun pada tubuh

Gejala sinusitis membuat tubuh rentan akan penyakit dan sulit untuk beraktifitas dengan lancar sebab sinusitis terjadi pada area sekitar wajah. Gejala ini akan sedikit demi sedikit hilang jika kita dapat mengatur pola hidup yang sehat. Pencegahan sinusitis dari dini justru tidak akan memacu pada hal yang fatal, namun dapat membuat keadaan lebih baik. Gejala sinusitis tidak terbatas oleh siapapun jika sudah sistem imunnya terganggu. Dan hendaknya begitu kita tahu dan sedang mengalami gejala sinusitis untuk segera menemui dokter.

Sumber : http://www.kesehatan123.com/


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP