Showing posts with label Hipertensi. Show all posts
Showing posts with label Hipertensi. Show all posts

Monday, April 9, 2012

Diet Hipertensi, Kolesterol, dan Asam Urat

RESEP sederhana dalam meraih kondisi tubuh yang sehat nan prima adalah makan secukupnya dan olahraga secukupnya. Namun yang umumnya terjadi adalah salah satu faktor tersebut tidak saling melengkapi. Oleh karenanya, bermunculanlah beraneka penyakit degeneratif yang membawa berbagai potensi ancaman bagi kesehatan tubuh manusia.

Meninjau keunikan metabolisme tubuh manusia satu sama lainnya, makin beragam pula risiko yang muncul. Ada beberapa tubuh yang rentan akan gejala hipertensi, ada pula yang mudah terancam akan tingginya kolesterol dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner salah satunya.

DIET RENDAH GARAM

Bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) ataupun penyakit ginjal, kondisi tubuh penderita membutuhkan makanan dengan kandungan garam yang sedikit.

Pengurangan penggunaan garam yang dimaksud bukanlah dilaksanakan pada semua jenis garam, namun pengurangan yang ada lebih kepada maksud pembatasan jumlah garam atau natrium klorida (NaCl) dalam makanan disamping penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG), serta sodium karbonat. Dimana sangat dianjurkan pada pelaku diet ini untuk mengonsumsi garam dapur (garam yang mengandung iodium) tidak lebih daripada 6 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh.

Tujuan dari diet ini adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta membantu menghilangkan penimbunan garam atau air dalam jaringan tubuh.

Cukup mudah untuk menjalani diet ini, cukup menyesuaikan dengan penyakit yang diderita, membatasi konsumsi kalori, protein serta mineral, serta menyesuaikan garam natrium yang dibutuhkan tubuh.

Untuk memudahkan diet ini cobalah untuk :
1. Tidak meletakkan garam di atas meja makan
2. Pilihlah sayuran yang segar. Makanan yang terdapat di kemasan kaleng banyak mengandung garam. Jika pun mau tidak mau harus mengonsumsi sayuran kaleng maka cuci bersih sayuran dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi kandungan garam yang melekat di sayuran tersebut.
3. Pilihlah buah yang segar, karena umumnya buah-buah yang segar memiliki kandungan rendah natrium namun kaya akan kandungan kalium.
4. Menambahkan rasa di makanan dengan bumbu atau rempah lainnya seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, salam, gula, atau cuka selain garam.
5. Untuk makanan camilan pilihlah kacang, biskuit, dan makanan camilan lainnya yang tidak mengandung banyak garam.
6. Hindarilah penggunaan saus tomat, terasi, petis, MSG, tauco pada makanan yang akan Anda konsumsi.

DIET RENDAH KOLESTEROL

Langkah untuk melakukan diet rendah kolesterol biasanya diambil oleh orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi maupun penderita penyakit jantung. Karena pada mekanismenya, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga mengundang risiko serangan jantung.

Pada hakikatnya tubuh manusia masih membutuhkan kolesterol untuk pembentukan senyawa-senyawa yang memiliki inti sterol seperti vitamin D, hormon-hormon anabolik, serta empedu. Tujuan dari diet ini ialah untuk mencukupkan kadar kolesterol yang ada dalam darah, yang secara tidak langsung bersamaan dengan proses pengurangan berat badan.

Pada pelaku diet ini, cobalah untuk makan dalam porsi yang sedikit namun dengan frekuensi tinggi. Hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh, dimana pada umumnya lemak jenuh terdapat pada daging sapi, kambing, babi, susu full cream atau susu murni, jerohan, mentega, kuning telur, dan keju. Di samping bahaya lemak jenuh pada lemak hewani tersebut, masih terdapat ancaman yang dihindari dari lemak nabati, seperti halnya minyak kacang dan minyak kelapa sawit.

Bahan yang mengalami salah persepsi oleh jebakan trik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan produsen minyak goreng. Masyarakat di perkenalkan oleh minyak goreng yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang tanah, minyak biji kapas, minyak kacang kedelai, minyak jagung dan minyak bunga matahari sekalipun.

Memang benar adanya minyak sayur yang berasal dari tumbuh-tumbuhan memiliki kandungan lemak tak jenuh dalam komposisi produknya, namun sedikit yang mengetahui bahwasanya lemak jenuh tetap akan muncul ketika sampai pada proses pencernaan manusia. Sedahsyat apapun minyak goreng tersebut mengklaim dirinya memiliki lemak tak jenuh, tetap saja, ketika masuk ke tubuh manusia, akibat reaksi proses pencernaan alamiah dengan kehadiran minyak goreng tersebut pada tubuh maka akan terformulasikan yang menghasilkan lemak jenuh jua.

Jadi intinya, kurangi makanan yang melalui proses goreng-gorengan. Jikapun sudah terlanjur mengonsumsi, imbangkan dengan berolahraga. Dengan harapan, lemak jenuh dapat terbakar habis menjadi energi.

Mulai pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat atau banyak tepung dan serat seperti roti, beras, gandum. Konsumsi ayam tanpa kulit. untuk kebutuhan nutrisi pada daging, gantilah dengan putih telur. Kurangi pula makanan yang mengandung kaya gula, seperti es krim, cokelat, soft drink, gula-gula, dan lainnya.

DIET PURIN

Pembatasan konsumsi zat purin dikhususkan bagi penderita gangguan asam urat. Dimana sedikit banyak gangguan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan pola makan. Diet rendah purin bertujuan untuk mengurangi makanan yang kaya akan kandungan purin seperti sarden, kangkung, jerohan, bayam. Jika pada kadar normal makanan sehari-hari ambang kandungan purin yang bisa ditoleransi adalah 600 – 1000 mg, maka pada program diet ini dibatasi berkisar pada 120 – 150 mg.

Dengan pembatasan kandungan purin tersebut, dapat menghasilkan penurunan kadar asam urat dalam darah dan melancarkan pengeluaran asam urat.

Diet ini dapat dipermudah dengan melakukan kiat sederhana sebagai berikut :
1. Mengonsumsi kalori, protein, mineral, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh secukupnya.
2. Dengan mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dapat membantu pengeluaran asam urat melalui air seni. Diperlukan zat karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi lebih dari 100g/hari. Adapun zat karbohidrat kompleks didapat pada singkong, roti, dan ubi
3. Melakukan diet rendah lemak, karena lemak cenderung menjadi penghambat pengeluaran asam urat.
4. Disamping diet rendah lemak, diperlukan pula diet rendah protein, karena kandungan protein dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Anjuran asupan protein disarankan pada penderita maksimal di kisaran 50-70 g/hari
5. Guna membantu pengeluaran kelebihan asam urat serta mencegah pengendapan asam urat pada ginjal cobalah untuk meminum sedikitnya 2 hingga 3 liter/hari.
6. Hindari mengonsumsi alkohol karena kandungan alkohol dapat menjadi penghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

Sumber : http://www.radartarakan.co.id/


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, September 23, 2011

Tips Mengatasi Serangan Jantung

Jantung adalah sebuah otot polos yang bekerja dengan cara memompa darah ke seluruh bagian tubuh. jantung sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Setiap tahunnya jutaan orang di seluruh belahan dunia mengalami serangan jantung. Tidak semua serangan jantung mengakibatkan kematian. Namun, umumnya setiap pasien yang pernah mengalami serangan jantung menderita beberapa dampak lanjutannya. Sedangkan sisanya tidak tertolong lagi.

Ada beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi serangan jantung

Pola Makan

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Jeroan 2 seperti hati, usus, ginjal, dsb memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang.

Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega,gandum atau makanan lain yang rendah lemak.

Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan ( obesitas ) karena kegemukan bisa membuat orang terkena penyakit lebih cepat terutama penyakit jantung dan tekanan darah tinggi

Berhenti merokok

Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.

Hindari Stres

Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota – kota besar. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL ( low density lipoprotein )yaitu jenis kolesterol yang jahat memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

Obesitas

Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah salah satu cara untuk menghindari serangan jantung.

Olahraga secara teratur

Cukup 30 menit setiap hari Anda melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

Konsumsi antioksidan

Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buaha dan sayuran.

Keturunan

Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.

Mengatasi Penyakit Jantung

Jika merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.

Sayangi Jantung Anda

Melihat berharganya organ jantung ini untuk kelangsungan hidup, maka segeralah perbaiki gaya hidup Anda agar tetap sehat. Mulailah menikmati makanan yang sehat, bergizi dan rendah kolesterol. Hindari merokok dan stres. Serta berolah ragalah secara teratur. Mulailah dengan gaya hidup yang sehat sejak hari ini untuk menyayangi jantung Anda.

Sumber : http://www.blogsehat.com/2010/03/08/tips-mengatasi-serangan-jantung/


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, April 6, 2011

Gejala, Jenis, dan Pencegahan Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan meningkatnya tekanan darah secara kronis dalam jangka waktu lama. Orang yang memiliki tiga bacaan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan memiliki keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan penyebab utama gagal jantung kronis.

Tekanan Darah
Ada dua angka yang didapat pada pemeriksaan tekanan darah. Pertama, angka yang lebih tinggi diperoleh saat jantung berkontraksi (sistolik). Kedua, angka yang lebih rendah diperoleh saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah yang normal yaitu kurang dari 120/80 mmHg, sedangkan pada tekanan darah tinggi biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi muncul pada tekanan darah 140/90 mmHg.

Hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah seiring dengan bertambahnya usia. Sampai usia 80 tahun, tekanan sistolik terus meningkat. Sementara itu, tekanan diastolik terus meningkat antara usia 55-60 tahun. Kemudian, berkurang secara perlahan-lahan atau berkurang drastis.

Tekanan Darah Meningkat
Di dalam arteri, meningkatnya tekanan darah dapat terjadi melalui beberapa cara berikut.
1. Jantung memompa lebih kuat sehingga cairan yang dialirkan lebih banyak pada setiap detiknya.
2. Arteri besar kehilangan kelenturan dan berubah menjadi kaku sehingga tidak dapat mengembang saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut.
3. Cairan bertambah dalam sirkulasi sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat.

Tekanan darah menurun jika:
1. berkurangnya aktivitas memompa jantung;
2. arteri mengalami pelebaran; dan
3. banyaknya cairan yang keluar dari sirkulasi.

Gejala
Sebenarnya hipertensi tidak menimbulkan gejala pada sebagian besar penderitanya. Gejala yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi adalah sakit kepala, keluar darah dari hidung, pusing, wajah kelelahan dan kemerahan, dan lain-lain. Jika hipertensinya berat dan tidak diobati, akan timbul gejala:
• sakit kepala;
• kelelahan;
• mual;
• muntah;
• sesak napas;
• gelisah;
• pandangan menjadi kabur (terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal);
• mengalami penurunan kesadaran dan koma (keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif).

Jenis Hipertensi
Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dapat dikelompokkan dalam dua jenis.
1. Hipertensi Primer
Hipertensi primer atau esensial artinya hipertensi yang belum diketahui penyebabnya. Hipertensi jenis ini dialami kurang lebih 90 persen penderita hipertensi. Bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan), adalah faktor penyebab hipertensi primer.

2. Hipertensi Sekunder
Hipertensi ini disebabkan adanya penyakit lain. Jika penyebabnya diketahui, hal ini disebut hipertensi sekunder. Contohnya, penyakit ginjal, kelainan hormonal, dan pemakaian obat tertentu yang menyebabkan hipertensi sekunder.

Penyebab terjadinya hipertensi sekunder adalah sebagai berikut.

Penyakit Ginjal
• Stenosis arteri renalis
• Pielonefritis
• Glomerulonefritis
• Tumor-tumor ginjal
• Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
• Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
• Terapi penyinaran yang mengenai ginjal

Kelainan Hormonal
• Hiperaldosteronisme
• Sindroma cushing
• Feokromositoma

Obat-Obatan
• Pil KB
• Kortikosteroid
• Siklosporin
• Eritropoietin
• Kokain
• Penyalahgunaan alkohol
• Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

Pencegahan
Tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan dan aktivitas fisik yang cukup seperti olahraga. Menu-menu untuk penderita hipertensi adalah:
1. diet rendah garam;
2. diet rendah kolesterol dan lemak;
3. diet tinggi serat;
4. diet rendah energi (bagi yang kegemukan).

Obat tradisional untuk hipertensi adalah sebagai berikut:
• murbei;
• daun cincau hijau;
• seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis);
• bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-5 siung sehari);
• rosela;
• daun misai kucing;
• minuman serai (teh serai kering atau serai basah diminum 3 kali sehari sehingga akan terjadi penurunan tekanan darah tinggi dalam 1 minggu).

Semoga bermanfaat!

Sumber : http://www.anneahira.com/


Baca artikel selengkapnya .......

Thursday, August 12, 2010

Penggunaan Amlodipin Sebagai Obat Antihipertensi

I. SASARAN TERAPI

Secara umum, yang menjadi sasaran terapi pada penyakit hipertensi adalah tekanan darah. Berdasarkan mekanisme penurunan tekanan darah, sasaran terapi hipertensi secara khusus terbagi menjadi:
1. Sasaran pada tubula ginjal.Anti hipertensi yang bekerja di tubula ginjal bekerja dengan cara mendeplesi (mengosongkan) natrium tubuh dan menurunkan volume darah.
2. Sasaran pada saraf simpatis.Pengaruh anti hipertensi pada saraf simpatis yaitu menurunkan tahanan vaskuler perifer, menghambat fungsi jantung, dan meningkatkan pengumpulan vena di dalam pembuluh darah kapasitans.
3. Sasaran pada otot polos vaskuler.Anti hipertensi menurunkan tekanan darah dengan cara merelaksasi otot polos vaskular sehingga mendilatasi pembuluh darah resistans.
4. Sasaran pada angiotensinAnti hipertensi menyakat produksi angiotensin atau menghambat ikatan angiotensin dengan reseptornya, sehingga menyebabkan penurunan tahanan vaskular perifer dan volume darah.

Sasaran terapi hipertensi dengan menggunakan amlodipin adalah pada otot polos vaskular. Hal ini berdasarkan mekanisme kerja dari amlodipin, yaitu sebagai inhibitor influks kalsium (slow chanel blocker atau antagonis ion kalsium), dan menghambat masuknya ion-ion kalsium transmembran ke dalam jantung dan otot polos vaskular. Ion kalsium berperan dalam kontraksi otot polos. Jadi dengan terhambatnya pemasukan ion kalsium mengakibatkan otot polos vaskuler mengalami relaksasi. Dengan demikian menurunkan tahanan perifer dan menurunkan tekanan darah.

II. TUJUAN TERAPI

Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan tekanan darah hingga taraf yang direkomendasikan. Tekanan darah yang disarankan oleh JNC7, yaitu :
1. Di bawah 140/90 mmHg
2. Untuk pasien dengan diabetes, di bawah 130/80 mmHg
3. Untuk pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis, di bawah 130/80 mmHg (GFR < 60 ml/menit, serum kreatinin > 1,3 mg/dL untuk wanita dan > 1,5 mg/mL untuk pria, atau albuminuria > 300 mg/hari atau ≥ 200 mg/g kreatinin).

III. STRATEGI TERAPI

Terapi hipertensi dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu:
1. Terapi non farmakologi. Terapi non farmakologi yaitu pengobatan tanpa menggunakan obat. Terapi non farmakologi pada hipertensi lebih ditekankan pada gaya hidup. Gaya hidup yang disarankan untuk penderita hipertensi antara lain: mengurangi asupan natrium (garam), mengurangi makan makanan berlemak, jangan merokok, hindari minuman beralkohol, olah raga secara teratur, dan hindari aktivitas fisik yang berat.
2. Terapi farmakologi. Terapi farmakologi yaitu penanganan penyakit menggunakan obat. Obat-obat yang biasa digunakan pada terapi hipertensi adalah:
a. Diuretik. Diuretik bekerja dengan meningkatkan ekskresi natrium, klorida dan air, sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel, sehingga tekanan darah menurun. Ada tiga golongan obat diuretik, yaitu: tiazid (cth: Hidroklortiazid), diuretik kuat (cth: furosemid), dan diuretik hemat kalium (cth: Spironolakton).
b. β-blocker (Misal : propanolol, bisoprolol). Merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. Bekerja dengan menghambat reseptor β1 di otak, ginjal dan neuron adrenergik perifer, di mana β1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi renin. Dengan berkurangnya produksi renin, maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah.
c. α-blocker (Misal : Doxazosin, Prazosin). Bekerja dengan menghambat reseptor α­1 di pembuluh darah sehingga terjadi dilatasi arteriol dan vena. Dilatasi arteriol akan menurunkan resistensi perifer.
d. Penghambat Renin Angiotensin System1). Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor/ACEI (Cth: Captopril, Enalapril)Bekerja dengan menghambat enzim peptidil dipeptidase yang mengkatalisis pembentukan angiotensin II dan pelepasan bradikinin (suatu senyawa vasodilator). Dengan demikian, akan terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron yang menyebabkan terjadinya ekskresi natrium dan air, serta retensi kalium. Akibatnya terjadi penurunan TD.2). Angiotensin II Reseptor Antagonist/AIIRA (Cth: Losartan)Bekerja dengan bertindak sebagai antagonis reseptor angiotensin II yang terdapat di otot jantung, dinding pembuluh darah, sistem syaraf pusat, ginjal, anak ginjal, dan hepar sehingga efek sekresi aldosteron yang disebabkan oleh angiotensin II tidak terjadi. Akibatnya akan terjadi penurunan tekanan darah.Digunakan sebagai obat kombinasi dengan ACEI sebagai penurun TD yang efektif, karena kerja kedua kelas obat ini saling sinergi.
e. Calcium channel blocker (Cth: Nifedipin, Amlodipin). Bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam otot polos pembuluh darah sehingga mengurangi tahanan perifer. Merupakan antihipertensi yang dapat bekerja pula sebagai obat angina dan antiaritmia, sehingga merupakan obat utama bagi penderita hipertensi yang juga penderita angina.

IV. OBAT PILIHAN

1. Nama Generik
Amlodipin; sebagai garam amlodipin besilat atau amlodipin asetat.

2. Nama Dagang di Indonesia
Tensivask® (Pfizer), Norvask® (Dexa Medica), Divask® (Kalbe Farma)

3. Indikasi
Amlodipin diindikasikan untuk pengobatan hipertensi, dapat digunakan sebagai agen tunggal untuk mengontrol tekanan darah pada sebagian besar penderita hipertensi. Penderita hipertensi yang tidak cukup terkontrol jika hanya menggunakan anti hipertensi tunggal akan sangat menguntungkan dengan pemberian amlodipin yang dikombinasikan dengan diuretik thiazida, inhibitor β-adrenoreseptor, atau inhibitor angiotensin converting enzyme. Amlodipin juga diindikasikan untuk pengobatan iskemia myokardial, baik karena obstruksi fixed (angina stabil), maupun karena vasokonstriksi (angina varian) dari pembuluh darah koroner. Amlodipin dapat digunankan sebagai monoterapi atau kombinasi dengan obat-obat anti angina lain, terutama pada penderita angina yang sukar disembuhkan dengan nitrat dan atau dengan β-blocker pada dosis yang memadai.

4. Kontraindikasi
Amlodipin dikontraindikasikan pada pasien yang sensitif terhadap dihidropiridin.

5. Bentuk sediaan
Amlodipin yang beredar di pasaran semuanya berada dalam bentuk sediaan tablet per oral dengan kekuatan 5 mg dan 10 mg.

6. Dosis dan Aturan Pakai
Untuk hipertensi dan angina, dosis awal yang biasa digunakan adalah 5 mg satu kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 10 mg tergantung respon pasien secara individual dan tingkat keparahan penyakitnya. Untuk anak-anak, pasien lemah, dan usia lanjut atau pasien dengan gangguan fungsi hati dapat dimulai dengan dosis 2,5 mg amlodipin satu kali sehari. Dosis ini juga dapat digunakan ketika amlodipin diberikan bersama anti hipertansi lain.

7. Efek Samping
Efek samping pada kardiovaskular: Palpitasi; peripheral edema; syncope; takikardi, bradikardi, dan aritmia. Pada SSP: sakit kepala, pusing, dan kelelahan. Pada kulit: dermatitis, rash, pruritus, dan urtikaria. Efek pada Saluran pencernaan: mual, nyeri perut, kram, dan tidak nafsu makan. Efek pada saluran pernafasan: nafas menjadi pendek-pendek, dyspnea, dan wheezing. Efek samping lain: Flushing, nyeri otot, dan nyeri atau inflamasi. Pada penelitian klinis dengan kontrol plasebo yang mencakup penderita hipertensi dan angina, efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala, edema, lelah, flushing, dan pusing.

8. Resiko Khusus
a. Penggunaan pada pasien dengan kegagalan fungsi hatiWaktu paruh eliminasi amlodipin lebih panjang pada pasien dengan kegagalan fungsi hati dan rekomendasi dosis pada pasien ini belum ditetapkan. Sebaiknya perlu diberikan perhatian khusus penggunaan amlodipin pada penderita dengan kegagalan fungsi hati
b. Penggunaan pada wanita hamil dan menyusuiKeamanan penggunaan amlodipin pada wanita hamil dan menyusui belum dibuktikan. Amlodipin tidak menunjukan toksisitas pada penelitian reproduktif pada hewan uji selain memperpanjang parturisi (proses melahirkan) pada tikus percobaan yang diberi amlodipin 50 kali dosis maksimum yang direkomendasikan pada manusia. Berdasarkan hal itu, penggunaan pada wanita hamil dan menyusui hanya direkomendasikan bila tidak ada alternatif lain yang lebih aman dan bila penyakitnya itu sendiri membawa resiko yang lebih besar terhadap ibu dan anak.

V. PUSTAKA

1. Dipiro, J.T., 2005, Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Company, USA

2. Katzung, G. dan Bertram, M., 2007, Basic and Clinical Pharmacology, 10th edition, The McGraw-Hill Company, USA

3. Tatro, David S., Pharm D, 2004, A to Z Drug Facts, 5th edition, 80-82, Wolters Kluwer Health, Inc., USA

Oleh: St. Layli Prasojo, S.Farm.(078115065)
Dikutip dari : http://yosefw.wordpress.com/2007/12/28/penggunaan-amlodipin-sebagai-antihipertensi/


Baca artikel selengkapnya .......

Friday, August 6, 2010

Marilah Kita Menyegah Stroke

Stroke adalah hilangnya sebagian fungsi otak yang terjadi secara mendadak atau tiba tiba akibat dari sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Tanpa oksigen dan nutrisi penting yang dialirkan bersama dengan darah, sel otak akan rusak atau mati dalam beberapa menit.

Kematian sel otak berbeda dengan sel lain yang ada pada tubuh. Bila sel lain yang rusak akan cepat mengalami regenerasi, sel otak akan mati permanen. Sebagian besar stroke disebabkan oleh karena sumbatan pembuluh darah otak, sisanya disebabkan oleh karena perdarahan atau pecahnya pembuluh darah otak.

Ada tiga penyebab utama stroke :
Stroke thrombolitik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena timbunan lemak (plak) yang terbentuk pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak. Proses pembentukan berlangsung lambat sehingga sumbatan yang terjadi pun berlangsung secara bertahap, sampai akhirnya pembuluh darah arteri tersumbat total.
Stroke embolitik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena bekuan darah atau plak yang terbentuk pada pembuluh darah di tempat lain terlepas dan mengembara bersama dengan aliran darah sampai akhirnya mentok dan menyumbat pembuluh darah otak. Saat mengembara, bekuan darah atau plak disebut dengan embolus.
Stroke hemoragik. Stroke jenis ini disebabkan oleh karena pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke otak pecah tepat di tengah tengah otak. Kematian akibat stroke hemoragik sangat tinggi karena sifat penyakitnya yang sangat cepat dan mendadak.

Stroke sangat menakutkan. Pada penderita stroke akan terjadi penurunan kualitas hidup yang sangat besar. Penderita juga sangat tergantung pada keluarga atau orang lain di sekitarnya. Kecacatan yang terjadi bisa bersifat permanen sehingga menimbulkan masalah lain yang tidak kalah peliknya. Oleh karena itu, sebelum semuanya terjadi marilah kita mencegah terjadinya stroke.

Serangan stroke sebenarnya sudah dibangun sejak beberapa tahun sebelumnya. Beberapa faktor resiko terjadinya stroke antara lain tekanan darah tinggi, merokok, penyakit jantung, dan diabetes.

Berikut beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah serangan stroke :

Kontrol tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.

Berhentilah merokok. Rokok terbukti meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun, jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.

Berolah ragalah yang teratur. Para ahli beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis, penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai, berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui olah raga yang tepat untuk fisik anda.

Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis buah dan sayuran.

Bila anda menderita kencing manis, kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya atherosklerosis.

Waspadahlah terhadap gejala atau tanda dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur, kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi terjadinya stroke.


Baca artikel selengkapnya .......

Wednesday, August 4, 2010

Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

A. Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

* Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
* Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
* Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
* Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
* Menderita penyakit kanker (cancer)
* Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
* Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan cairan banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.

Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.

Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal

Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.

D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal

Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.

Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal

Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.


Baca artikel selengkapnya .......

Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat di waktu beraktifitas atau berolahraga.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :

# Hipertensi Primary
Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

# Hipertensi Secondary
Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).

Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolong parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.

Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.

1. Penyebab Hipertensi
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alcoholic!

2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi

a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
* Kandungan garam (Sodium/Natrium)
Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
- Jangan meletakkan garam diatas meja makan
- Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
- Batasi konsumsi daging dan keju
- Hindari cemilan yang asin-asin
- Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

* Kandungan Potasium/Kalium
Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sangat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).

Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;

- Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.

- Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.

- Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.


Baca artikel selengkapnya .......

Sepuluh Penyebab Utama Stroke

Sebuah penelitian menemukan bahwa, tekanan darah tinggi, merokok, lemak perut, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, tingginya tingkat kolesterol buruk, diabetes, terlalu banyak minum minuman beralkohol, stres, serta gangguan jantung merupakan 90 persen penyebab stroke.

Riset yang dilakukan oleh sebuah tim pada McMaster Universias di Ontario, Kanada ini merupakan salah satu dari yang paling komprehensif mempelajari penyebab stroke.

Mereka mengatakan, faktor penyebab paling tinggi adalah tekanan darah tinggi, dengan resiko dua kali lipat.

Sekitar 150.000 orang di Inggris menderita stroke setiap tahun dan sekitar 67.000 menghadapi resiko kematian. Ini juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet dan disajikan dalam Kongres Kardiologi Dunia di Beijing ini, meneliti 3.000 orang penderita stroke dan 3.000 orang yang tidak menderita stroke.

Mereka ditanyai seputar gaya hidup mereka, seperti berapa banyak mereka minum, olah raga yang sering mereka lakukan dan diet mereka diukur sesuai dengan kesehatan mereka dan beberapa pengujian serta pengukuran yang dilakukan oleh para profesional.

Mereka dikategorikan peminum alkohol jika meraka mantan peminum, peminum moderat antara satu hingga 30 minuman sebulan. Lebih dari 30 minuman sebulan serta pesta minuman keras yang dilakukan lebih dari lima minuman sehari pada bulan sebelumnya.

Mereka diklasifikasi menjadi olahragawan aktif jika mereka secara rutin jalan-jalan, bersepeda, berkebun, joging, bermain sepak bola atau giat berenang selama empat jam seminggu atau lebih.

Temuan ini menunjukkan bahwa perokok dua kali lipat beresiko terserang stroke, pola makan buruk memiliki resiko 35 persen, lebih dari 30 kali minum-minuman beralkohol sebulan memiliki resiko 50 persen, stres dengan resiko 30 persen dan depresi 35 persen.

Lebih banyak beraktifitas dapat mengurangi resiko sekitar 30 persen.

Martin O'Donnell, penulis utama mengatakan, bahwa temuannya menunjukkan bahwa sepuluh faktor resiko sederhana yang berhubungan dengan 90% dari resiko stroke iskemik dan haemorhagic intracerebral di seluruh dunia.

"Penelitian ini menargetkan mengurangi tekanan darah dan merokok serta mempromosikan aktivitas fisik dan makanan sehat, yang secara substansial dapat menekan resiko stroke," ujar O'Donnell.

Seperti dilansir Telegraph, Andrea Lane, juru bicara Asosiasi Stroke mengatakan, bahwa dari tahun ke tahun ada beberapa studi penelitian penyebab stroke, yang telah mengidentifikasi sejumlah faktor resiko utama.

"Ini merupakan penelitian yang dilakukan secara luas dan mendalam, untuk mendukung beberapa temuan sebelumnya dan merefleksikan saran pencegahan yang disajikan oleh Asosiasi Stroke." (Erabaru/telegraph/sua)

http://erabaru.net/top-news/40-news5/16071-sepuluh-penyebab-utama-stroke


Baca artikel selengkapnya .......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP